Reportase: Khidmat dan Suksesnya Pengajian Selasa Pon Ke-328 Jam’iyah Rifa’iyah Kabupaten Wonosobo

Suasana Dusun Bakalan Sengon, Desa Sapuran, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, pada Selasa, 8 September 2026, menjadi saksi bisu gelombang massa yang tumpah ruah dalam balutan busana muslim yang rapi. Ratusan jemaah dari berbagai penjuru wilayah di Kabupaten Wonosobo berbondong-bondong memadati lokasi pengajian, yang telah disulap oleh panitia menjadi area majelis ilmu yang megah dan penuh estetika. Hari itu bukan sekadar pengajian selapanan Selasa Pon biasa; momentum ini menjadi catatan emas bagi Jam’iyah Rifa’iyah karena bertepatan dengan pelaksanaan pengajian ke-328, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, serta prosesi pelantikan pengurus baru Pimpinan Cabang Rifa’iyah Kecamatan Sapuran masa khidmat 2026–2031.

Sejak pagi hari, hiruk-pikuk persiapan telah terlihat. Dekorasi panggung yang dikerjakan dengan detail oleh Cipta Seni Decoration asal Bakalan Sengon memberikan nuansa yang teduh sekaligus megah, mencerminkan penghormatan terhadap majelis ilmu. Lantunan shalawat yang dibawakan oleh grup Hadroh Aradhana Wonosobo menggema di udara, memecah keheningan dusun dan mengundang kehadiran hati para jemaah. Di sisi lain, kualitas tata suara yang mumpuni dari SRK Audio System memastikan setiap bait ayat suci Al-Qur’an dan tutur kata para kiai terdengar jelas hingga ke barisan jemaah paling belakang yang menyemut di bawah tenda-tenda yang telah disediakan panitia.

Kehadiran para tokoh dalam acara ini menunjukkan betapa solidnya organisasi Jam’iyah Rifa’iyah. Jajaran Pimpinan Daerah Rifa’iyah Kabupaten Wonosobo tampak hadir bersama Dewan Syuro, para kiai kharismatik, sesepuh dari berbagai kecamatan, serta perwakilan Pimpinan Cabang dan Ranting Rifa’iyah se-Wonosobo. Tidak ketinggalan, unsur pemerintah kecamatan dan desa, serta jajaran FORKOPIMCA Sapuran turut memberikan dukungan moril, menegaskan bahwa kehadiran Rifa’iyah merupakan pilar penting dalam menjaga kerukunan sosial di tengah masyarakat.

Reportase: Pengajian Selasa Pon Ke-328 Jam’iyah Rifa’iyah Kabupaten Wonosobo

Momen puncak yang paling dinanti dalam rangkaian acara ini adalah prosesi pelantikan Dewan Syuro, Dewan Penasihat, dan Pimpinan Cabang Rifa’iyah Kecamatan Sapuran untuk masa bakti 2026–2031. Prosesi ini menjadi tonggak estafet kepemimpinan yang diharapkan membawa wajah baru dalam dakwah Rifa’iyah di wilayah Sapuran. Ustaz Khoirul Husna, yang mewakili Pimpinan Daerah, memandu jalannya prosesi dengan khidmat. Pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Rifa’iyah Kabupaten Wonosobo, Bapak Nurdin Ma’ruf, merujuk pada Surat Keputusan Pimpinan Daerah Rifa’iyah Kabupaten Wonosobo Nomor 01/SKEP/PD-Rifa’iyah/IX/2026.

Dalam ikrar yang diucapkan, para pengurus yang dilantik berkomitmen untuk menjalankan amanah sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan organisasi Rifa’iyah. Jabatan ini dipandang bukan sebagai kehormatan duniawi, melainkan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT dan umat. Susunan pengurus inti yang dilantik meliputi KH. Mukhtasor dari Cengang sebagai Ketua, didampingi oleh H. Tempuran sebagai Wakil Ketua I dan Kiai Nasiruddin dari Sabrang Lor sebagai Wakil Ketua II. Bagian administrasi dan keuangan diamanahkan kepada Alwan sebagai Sekretaris, dibantu oleh Lukman Alanas dan Ahmad Rofi’i, serta Muson sebagai Bendahara yang didampingi oleh Nafi’atun Hasanah dan Rizki Imam. Selain jajaran inti, struktur organisasi juga diperkuat dengan berbagai bidang strategis, mulai dari bidang pendidikan, dakwah, hingga pemberdayaan ekonomi umat, yang diisi oleh kader-kader muda potensial dari berbagai dusun di Kecamatan Sapuran.

Dalam sambutannya, Gus Syafi’, S.Fil., selaku perwakilan Pimpinan Daerah Rifa’iyah Kabupaten Wonosobo, menyampaikan apresiasi mendalam kepada warga Bakalan Sengon yang telah menjadi tuan rumah yang luar biasa. Beliau menekankan bahwa konsistensi dalam menggelar pengajian selapanan adalah wujud nyata dari upaya membangun "taman surga" (riyadhul jannah) di tengah kehidupan dunia yang sibuk. Gus Syafi’ juga membagikan kabar membanggakan terkait pengakuan resmi dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) atas karya-karya tulis pendiri Rifa’iyah, KH. Ahmad Rifa’i. Karya tersebut kini telah terdaftar dalam Ingatan Kolektif Nasional (IKON), sebuah pengakuan yang menuntut seluruh warga Rifa’iyah untuk lebih giat menjaga dan mengamalkan ajaran-ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Sisi pemerintahan juga memberikan perhatian khusus melalui kehadiran Camat Sapuran, Bapak Alfun Haka, S.E. Beliau menyampaikan pesan dari Bupati Wonosobo mengenai pentingnya kebermanfaatan diri bagi orang lain. Dalam pesannya, Bapak Alfun Haka mengajak masyarakat untuk tetap menjaga tali persaudaraan di tengah dinamika politik lokal, terutama menjelang Pilkades serentak pada 25 November 2026 mendatang. Baginya, perbedaan pilihan adalah lumrah, namun persatuan di bawah naungan ukhuwah islamiyah harus tetap menjadi prioritas utama.

Reportase: Pengajian Selasa Pon Ke-328 Jam’iyah Rifa’iyah Kabupaten Wonosobo

Tausiyah inti yang disampaikan oleh Dr. KH. Zuhrul Fuqoha, S.Ud., M.S.I., dari Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Pati, menjadi penutup yang menyentuh kalbu. Beliau mengupas tuntas dua kisah keteladanan Rasulullah SAW yang sangat relevan dengan tantangan zaman modern. Pertama, kisah tentang kesetaraan derajat manusia di hadapan Allah. Mengutip riwayat dari kitab Tafsir Al-Kabir, beliau menegaskan bahwa Islam adalah agama pertama yang menghapus diskriminasi ras dan warna kulit. Kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh asal-usul, melainkan oleh ketaqwaannya. Kisah ini menjadi pengingat bagi jemaah untuk tidak merasa lebih tinggi dari orang lain dan selalu mengedepankan kerendahan hati.

Kedua, beliau membahas tentang ketaatan pada ketetapan Allah melalui kisah pernikahan Zaid bin Haritsah dan Zainab binti Jahsy. Beliau menjelaskan bahwa syariat Allah sering kali tidak sejalan dengan keinginan hawa nafsu manusia. Namun, di sanalah letak ujian keimanan yang sesungguhnya. Seorang mukmin sejati dituntut untuk tunduk sepenuhnya kepada perintah Allah dan Rasul-Nya, meskipun secara logika duniawi terasa sulit. Penjelasan ini disampaikan dengan gaya bahasa yang segar dan komunikatif, sehingga pesan moral yang berat dapat diterima dengan mudah oleh seluruh lapisan jemaah.

Kesuksesan pengajian Selasa Pon ke-328 ini membuktikan bahwa sinergi antar elemen masyarakat, mulai dari panitia lokal, pengurus cabang, hingga tim pendukung seperti penyedia jasa dekorasi dan audio, mampu menciptakan acara yang tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga sukses secara spiritual. Setiap sudut acara, mulai dari pembacaan ayat suci, lantunan shalawat, hingga doa penutup, memberikan dampak ketenangan bagi para hadirin.

Sebagai penutup, pengajian ini bukan sekadar rutinitas bulanan, melainkan wadah kaderisasi dan penguatan ideologi bagi keluarga besar Rifa’iyah. Semangat yang ditunjukkan oleh pengurus yang baru dilantik serta antusiasme masyarakat Bakalan Sengon memberikan harapan baru bagi keberlangsungan dakwah Rifa’iyah di masa depan. Semoga keberkahan majelis ilmu ini senantiasa menyertai langkah setiap jemaah, dan semoga semangat kecintaan kepada Rasulullah SAW yang digaungkan hari ini dapat terus terpatri dalam perilaku keseharian umat. Dengan berakhirnya doa penutup yang dipimpin oleh KH. Zuhrul Fuqoha, maka berakhir pula rangkaian kegiatan yang penuh hikmah ini, meninggalkan kesan mendalam bagi siapa saja yang hadir di Dusun Bakalan Sengon.

Rifan Muazin Ar-Rifai

Penulis aktif di HypePress yang membagikan konten inspiratif, informasi terkini, dan gaya hidup untuk generasi muda.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tinggalkan Komentar