Bahas Gadgets dan Teknologi

the free news encyclopedia that anyone can read.

From today's featured article

Reportase Majelis Ilmu: Menjaga Hak Setiap Huruf
Reportase Majelis Ilmu: Menjaga Hak…

Malam itu, di Mushola Al-Jailani yang terletak di kompleks Gedung Pimpinan Pusat Rifa’iyah, Watesalit, Batang, Jawa Tengah, udara terasa begitu syahdu. Pada tanggal 12 Agustus 2026, sebuah majelis ilmu digelar dengan fokus utama membedah kedalaman Kitab Tahsinah—sebuah karya monumental tentang ilmu makhorij dan sifatil huruf yang disusun oleh ulama besar sekaligus pendiri organisasi, Syekh Ahmad Rifa’i. Acara yang merupakan bagian dari pengajian selapanan Pimpinan Pusat Rifa’iyah ini tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga menjangkau ribuan jemaah melalui siaran langsung di kanal YouTube Rifaiyah Media. Diampu oleh KH. Khairuddin Hasbullah, Wakil Ketua Dewan Syuro Rifa’iyah, didampingi oleh dua kiai muda dari Pekalongan, K. Akromuddin dan K. Abdul Basit Alhafidz, majelis ini menjadi ruang temu antara khazanah klasik pesantren dan teknologi komunikasi modern.

Majelis dibuka dengan pembacaan tawasul yang khidmat. Al-Fatihah dihaturkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, para sahabat, tabi’in, serta seluruh ulama dan auliya, dengan penekanan khusus kepada Sulthanul Auliya Syekh Abdul Qadir Jilani dan tentu saja, sang penyusun kitab, Syekh Ahmad Rifa’i. Kehangatan tampak jelas saat KH. Khairuddin menyapa para jemaah, baik yang memenuhi pelataran mushola maupun yang menyimak dari layar gawai masing-masing. Beliau sempat mengenang memori masa lalu bersama mendiang KH. Abdul Aziz Badri, ayah dari K. Abdul Basit, yang menambah suasana kekeluargaan. Kenangan tentang kebiasaan mendidik anak antara bermain bola dan mengaji menjadi pengingat bahwa ilmu agama di lingkungan pesantren selalu berpijak pada sanad yang bersambung melalui relasi guru-murid yang penuh kasih sayang.

Poin krusial yang diangkat dalam kajian ini adalah latar belakang penulisan Kitab Tahsinah. Syekh Ahmad Rifa’i menulis kitab ini di tengah keprihatinan mendalam terhadap kondisi keberislaman masyarakat Jawa pada zamannya. Mengutip catatan pengamat Belanda, Kiai Khairuddin menjelaskan bahwa saat itu praktik keislaman masyarakat cenderung terjebak pada ritual permukaan belaka. Syekh Ahmad Rifa’i, yang hidup sezaman dengan era perjuangan Pangeran Diponegoro, mengemban visi besar: ngesahna iman lan ibadahe wong Jawa (menyahihkan keimanan dan ibadah orang Jawa). Kitab Tahsinah lahir sebagai instrumen teknis untuk memperbaiki rukun qauli dalam salat, memastikan bahwa setiap muslim tidak hanya sekadar melafalkan bacaan, tetapi benar-benar menunaikan hak setiap huruf yang diucapkan dalam menghadap Allah SWT.

Sebelum masuk ke teknis tajwid, Kiai Khairuddin memberikan landasan teologis yang kokoh. Beliau mengutip Surah Al-Hujurat ayat 14 tentang perbedaan antara sekadar mengaku beriman dengan keimanan yang telah meresap ke dalam hati. Iman yang sah, menurut Syekh Ahmad Rifa’i, harus mencakup attaslimu wal inqiyadu—ketundukan dan kepatuhan mutlak. Hal ini diperkuat dengan kutipan Surah An-Nisa ayat 65, yang menegaskan bahwa seseorang belum dikatakan beriman jika ia masih memiliki rasa keberatan dalam menerima ketetapan Allah dan Rasul-Nya. Dari fondasi akidah inilah, Kiai Khairuddin mengajak jemaah untuk melihat bahwa membenahi bacaan salat adalah bagian dari bentuk ketundukan total seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Did you know ...

Jadi Pembawa Baki Upacara 17 Agustus 2026, Celina Olivia Akui Bangga
Jadi Pembawa Baki Upacara…

In the news

Qur’an yang Berdebu di Rak
Qur’an yang Berdebu di Rak

On this day

August 21

Punya 4 Anak dari Elon Musk, Shivon Zilis Ceritakan Donasi Sperma di Pengadilan
Punya 4 Anak dari Elon…

Today's featured article from Olahraga

Doa Punggawa Timnas Indonesia untuk HUT Kemerdekaan ke-81 RI: Harapan untuk Bangsa yang Lebih Maju dan Berjaya
Doa Punggawa Timnas Indonesia untuk HUT Kemerdekaan ke-81 RI: Harapan untuk Bangsa yang Lebih Maju dan Berjaya — Olahraga

Doa Punggawa Timnas Indonesia untuk HUT Kemerdekaan ke-81 RI: Harapan untuk Bangsa yang Lebih Maju dan Berjaya

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Di tengah semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, semangat patriotisme membuncah di seluruh penjuru negeri. Tak terkecuali para punggawa Tim Nasional Sepak Bola Indonesia, Skuad Garuda, yang turut serta dalam merayakan momen bersejarah ini dengan doa dan harapan tulus untuk kemajuan bangsa. Melalui akun Instagram resmi @timnasindonesia, sejumlah pemain berbagi pesan menyentuh yang merefleksikan kecintaan mereka pada tanah air dan impian untuk Indonesia yang lebih baik di masa depan.

Deretan pemain bintang seperti Nadeo Argawinata, Saddil Ramdani, Ivar Jener, Justin Hubner, Emil Audero, dan Beckham Putra turut ambil bagian dalam menyampaikan ucapan dan doa mereka. Momen ini menjadi sarana bagi para atlet kebanggaan bangsa ini untuk menunjukkan bahwa cinta tanah air tidak hanya terpancar di lapangan hijau, tetapi juga dalam setiap helaan napas dan untaian doa. Pesan-pesan yang disampaikan pun senada, menyerukan persatuan, semangat juang, dan optimisme untuk menghadapi tantangan serta meraih kejayaan di masa mendatang.

Saddil Ramdani, salah satu pemain yang dikenal dengan semangat juangnya yang tinggi, dalam video yang diunggah menyampaikan pesan yang lugas namun penuh makna, "Mari maju bersama untuk kemerdekaan Indonesia yang lebih baik." Kalimat singkat ini mengandung ajakan untuk bergerak serentak, bersatu padu, dan berkolaborasi demi menciptakan Indonesia yang lebih unggul dan sejahtera. Semangat kolektif inilah yang menjadi fondasi utama dalam setiap pencapaian, baik di bidang olahraga maupun aspek kehidupan lainnya.

Senada dengan Saddil, Justin Hubner juga menyuarakan aspirasinya, "Mari terus maju, terus berjuang bersama-sama demi masa depan Indonesia yang lebih baik." Pesan ini menegaskan pentingnya konsistensi dalam perjuangan. Kemerdekaan bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk terus berinovasi, beradaptasi, dan mengatasi segala rintangan demi mewujudkan cita-cita bangsa. Semangat juang yang tertanam dalam diri para atlet sepak bola ini menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk tidak pernah menyerah dalam membangun negeri.

(Full article...)

Other areas of Bahas Gadgets dan Teknologi