0

Tour Religi AMRI Pantura Bersama PP AMRI Lahirkan Kepengurusan Baru Rifa’iyah dan AMRI Banyumas

Share

Semangat syiar, kaderisasi, dan pelestarian nilai-nilai perjuangan ulama kembali bergelora melalui momentum Tour Religi AMRI Pantura bersama Pengurus Pusat Angkatan Muda Rifa’iyah (PP AMRI). Perhelatan spiritual dan organisatoris yang dikoordinatori oleh Rekan Ahmad Haqi Hudanallah ini dilaksanakan pada Sabtu, 4 Juli 2026, bertempat di Masjid Al-Ittihad, Desa Bedakan, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen antar kader, melainkan sebuah manifestasi nyata dalam menjaga estafet dakwah Rifa’iyah di tanah Jawa.

Sebanyak 89 kader AMRI yang berasal dari berbagai daerah di wilayah Pantura, yakni Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang, menempuh perjalanan jauh demi mengikuti agenda ini. Kehadiran mereka disambut dengan hangat dan penuh khidmat oleh sekitar 200 jemaah lokal dari wilayah Sumpiuh dan sekitarnya. Suasana Masjid Al-Ittihad berubah menjadi titik temu yang sarat akan nuansa kekeluargaan, di mana lintas generasi berkumpul untuk meneguhkan komitmen keorganisasian.

Sejumlah tokoh sentral Rifa’iyah turut hadir memberikan dukungan moril dan spiritual. Tampak hadir Ketua Umum PP AMRI, Abdul Kholiq, M.Pd., AH., yang didampingi oleh sesepuh Rifa’iyah Banyumas, KH. Muhammad Hanafi. Kehadiran para dzuriyah (keturunan) KH. Baidlowi, yakni KH. Zaenal Abidin, Imron (menantu KH. Baidlowi), dan Sungaib (cucu KH. Baidlowi), memberikan legitimasi historis yang kuat bagi jalannya acara. Selain itu, hadir pula Ustadz Umam selaku Takmir Masjid Al-Ittihad serta sesepuh AMRI Pantura, KH. Abdul Aziz Tsani, yang memberikan nasihat-nasihat bijak bagi para kader muda.

Rangkaian kegiatan diawali dengan silaturahim dan pengajian umum di Masjid Al-Ittihad. Masjid ini bukanlah sekadar bangunan ibadah biasa, melainkan situs bersejarah yang didirikan oleh KH. Baidlowi, tokoh sentral dalam sejarah perkembangan Rifa’iyah di wilayah Banyumas. Sebagai ciri khas dalam setiap kunjungan kerja PP AMRI, kegiatan ini juga menjadi ruang transfer ilmu melalui pengenalan dan pembelajaran MPKT (Metode Pengajaran Kitab Tarajumah). MPKT merupakan kitab panduan untuk memahami ajaran Syaikhina KH. Ahmad Rifa’i yang merupakan penjelasan (syarh) dari kitab Ri’ayatul Himmah. Metode ini disusun oleh para Masyayikh Rifa’iyah dari Pati dan diterbitkan secara resmi oleh PD UMRI Pati, guna mempermudah kader dalam mengkaji ajaran-ajaran fundamental Syaikhina.

Selain pengajian, agenda utama yang menjadi titik balik organisasi adalah pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSDA) PD Rifa’iyah dan PD AMRI Kabupaten Banyumas. Dalam musyawarah tersebut, terpilih kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa angin segar bagi perkembangan organisasi. Terbentuknya struktur kepemimpinan baru ini diyakini akan memperkuat sendi-sendi dakwah, mempercepat proses kaderisasi, serta memetakan strategi pengembangan organisasi Rifa’iyah yang lebih progresif dan inklusif di Kabupaten Banyumas ke depannya.

Tour Religi AMRI Pantura Bersama PP AMRI Lahirkan Kepengurusan Baru Rifa’iyah dan AMRI Banyumas

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP AMRI, Abdul Kholiq, M.Pd., AH., mengajak seluruh kader untuk merefleksikan kembali sejarah perjuangan KH. Baidlowi. Beliau menekankan bahwa KH. Baidlowi adalah sosok pejuang yang tidak kenal lelah dalam menyebarkan ajaran Syaikhina KH. Ahmad Rifa’i di wilayah Banyumas. Peran KH. Baidlowi bahkan melampaui batas kewilayahan, di mana beliau menjadi salah satu tokoh kunci dalam misi pelacakan makam Syaikhina KH. Ahmad Rifa’i di masa lalu.

Jejak dakwah yang ditorehkan KH. Baidlowi terbukti memiliki dampak jangka panjang yang luar biasa. Berkat didikan beliau, muncul kader-kader tangguh yang membawa ajaran Tarajumah hingga ke luar Pulau Jawa. Salah satu murid beliau dari Wonosobo, yakni KH. Nurhadi, berhasil mendirikan Pondok Pesantren Ri’ayatul Himmah di Desa Lembak, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Pesantren tersebut hingga saat ini tetap tegak berdiri sebagai salah satu pusat dakwah Rifa’iyah yang menjadi mercusuar bagi umat di Pulau Sumatera.

Melihat sejarah besar tersebut, Abdul Kholiq menyampaikan komitmen tegasnya di hadapan seluruh peserta. "Bismillah, kami Pemuda Rifa’iyah berkomitmen akan meneruskan perjuangan KH. Baidlowi," ucap beliau dengan lantang. Pernyataan tersebut disambut dengan tepuk tangan meriah dan gemuruh semangat dari para hadirin, menandakan bahwa estafet perjuangan telah diterima oleh generasi penerus dengan penuh tanggung jawab.

Sebagai penutup rangkaian Tour Religi yang penuh makna ini, seluruh peserta melaksanakan ziarah ke makam KH. Baidlowi di Sumpiuh. Ziarah tersebut bukan hanya sekadar tradisi, melainkan bentuk penghormatan mendalam kepada ulama yang telah meletakkan fondasi dakwah Tarajumah di tanah Banyumas. Momen ini juga menjadi sarana bagi para kader muda untuk "mengambil berkah" (tabarruk) sekaligus pengingat agar mereka tetap menjaga kesinambungan perjuangan para masyayikh di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Kegiatan Tour Religi AMRI Pantura bersama PP AMRI ini secara keseluruhan telah mencapai tujuannya, yakni memperkuat tali silaturahim antarkader, memantapkan sistem kaderisasi, memperkenalkan metode pembelajaran yang efektif melalui MPKT, melakukan regenerasi kepemimpinan, dan yang terpenting, meneguhkan komitmen generasi muda Rifa’iyah untuk terus mengibarkan panji-panji dakwah serta keilmuan Syaikhina KH. Ahmad Rifa’i hingga ke berbagai penjuru Nusantara.

Keberhasilan kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi daerah lain untuk melakukan langkah serupa, yakni menggabungkan antara aspek ziarah (religiusitas) dengan penguatan manajerial organisasi. Dengan semangat "Sat Set Gas" dan dedikasi yang tinggi, AMRI terus bergerak memastikan bahwa ajaran-ajaran luhur Rifa’iyah tetap relevan, dipelajari dengan metode yang tepat, dan diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat oleh generasi yang lebih segar dan dinamis. (Penulis: Ahmad Zahid Ali, Editor: Yusril Mahendra)