Puluhan Ribu Jemaah Hadiri Pengajian Selasa Pon Rifa’iyah ke-328 di Sapuran Wonosobo: Simbol Kekuatan Tradisi dan Ukhuwah Islamiyah

Desa Bakalan Sengon, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, menjadi saksi bisu gelombang lautan manusia pada Selasa (8/9/2026). Puluhan ribu jemaah Rifa’iyah dari berbagai pelosok wilayah di Wonosobo dan sekitarnya tumpah ruah memadati area pengajian dalam rangka memperingati Pengajian Selasa Pon Rifa’iyah yang ke-328. Perhelatan akbar yang telah mengakar kuat sebagai tradisi spiritual dan sosial ini berlangsung dengan khidmat, menyatukan ribuan hati dalam untaian doa dan kajian ilmu keislaman yang mendalam.

Sejak subuh menyingsing, arus kendaraan dan rombongan jemaah sudah mulai terlihat memadati akses menuju Desa Bakalan Sengon. Kehadiran jemaah dalam jumlah yang fantastis ini tidak hanya menunjukkan besarnya antusiasme warga Rifa’iyah, tetapi juga menjadi bukti nyata betapa tradisi keilmuan yang dirintis oleh KH. Ahmad Rifa’i tetap relevan dan dicintai oleh generasi lintas zaman. Pengajian Selasa Pon bukan sekadar rutinitas mingguan atau bulanan, melainkan sebuah denyut nadi organisasi yang berfungsi sebagai perekat ukhuwah Islamiyah, wahana edukasi keagamaan, serta media dakwah yang moderat dan menyejukkan.

Peringatan ke-328 ini membawa pesan historis yang sangat kuat. Usia 328 tahun bukanlah rentang waktu yang pendek bagi sebuah komunitas untuk mempertahankan eksistensi dan konsistensinya. Hal ini mencerminkan betapa kuatnya akar ajaran KH. Ahmad Rifa’i yang menekankan pada pentingnya akhlakul karimah, ketajaman ilmu, serta keteguhan dalam beribadah (istiqamah). Di tengah gempuran arus modernisasi dan tantangan disrupsi informasi, jemaah Rifa’iyah di Wonosobo membuktikan bahwa mereka mampu menjaga marwah tradisi dengan cara yang elegan dan tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.

Puluhan Ribu Jemaah Hadiri Pengajian Selasa Pon Rifa’iyah ke-328 di Sapuran Wonosobo

Dalam rangkaian acara tersebut, para ulama dan tokoh-tokoh Rifa’iyah yang hadir menyampaikan pesan-pesan penting terkait urgensi menjaga persatuan umat. Di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern yang cenderung individualistis, ajaran KH. Ahmad Rifa’i yang tertuang dalam kitab-kitab karya beliau selalu mengingatkan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan sesama manusia (hablun minannas) dan hubungan vertikal dengan Sang Pencipta (hablun minallah). Tausiyah yang disampaikan menekankan agar jemaah tidak hanya menjadi pengikut yang pasif, tetapi menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Keberhasilan acara di Desa Bakalan Sengon ini juga tidak terlepas dari peran krusial panitia pelaksana dan keterlibatan aktif masyarakat setempat. Koordinasi yang apik, pengaturan lalu lintas, serta penyediaan fasilitas bagi puluhan ribu jemaah mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas warga Rifa’iyah. Masyarakat di sekitar lokasi pengajian menunjukkan sikap inklusif dan keramahan luar biasa dalam menyambut para tamu yang datang dari berbagai kecamatan. Hal ini menegaskan bahwa kegiatan keagamaan semacam ini memiliki dampak sosial yang positif, yakni mempererat tali persaudaraan antarwarga tanpa memandang sekat-sekat geografis.

Lebih jauh, Pengajian Selasa Pon ke-328 ini juga menjadi momentum konsolidasi organisasi. Di sela-sela pengajian, banyak diskusi informal yang terjadi antarjemaah mengenai pengembangan program-program pendidikan dan sosial di lingkungan Rifa’iyah. Hal ini sangat sejalan dengan visi organisasi untuk terus melakukan transformasi melalui pendidikan. Sebagaimana diketahui, organisasi Rifa’iyah memiliki perhatian besar terhadap dunia literasi dan pendidikan, termasuk upaya pelestarian manuskrip-manuskrip karya KH. Ahmad Rifa’i yang kini tengah didorong melalui berbagai program digitalisasi, seperti yang pernah dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga internasional untuk menjaga warisan intelektual ulama besar tersebut.

Para jemaah yang hadir, baik dari kalangan sepuh maupun generasi muda, tampak antusias menyimak setiap poin tausiyah yang disampaikan. Kehadiran generasi milenial dan Gen Z di tengah barisan jemaah menjadi indikator bahwa estafet dakwah Rifa’iyah akan terus berlanjut. Mereka melihat bahwa pengajian ini bukan hanya soal mendengarkan ceramah, tetapi tentang menemukan jati diri sebagai muslim yang berwawasan luas namun tetap memegang teguh akidah yang diwariskan oleh para pendahulu.

Puluhan Ribu Jemaah Hadiri Pengajian Selasa Pon Rifa’iyah ke-328 di Sapuran Wonosobo

Dalam konteks yang lebih luas, pengajian rutin di Wonosobo ini juga menjadi magnet ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran puluhan ribu orang memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di desa tersebut. Perputaran roda ekonomi rakyat selama acara berlangsung menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan yang dikelola dengan baik dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Ini adalah bentuk nyata dari dakwah yang tidak hanya menyentuh aspek rohani, tetapi juga aspek kemaslahatan duniawi.

Salah satu poin penting yang ditegaskan dalam pengajian kali ini adalah pentingnya literasi keagamaan. Mengingat KH. Ahmad Rifa’i dikenal sebagai ulama yang sangat produktif dalam menulis kitab-kitab berbahasa Jawa dengan aksara pegon, maka jemaah didorong untuk terus mempelajari kitab-kitab tersebut. Literasi adalah kunci agar umat tidak mudah terombang-ambing oleh pemahaman keagamaan yang dangkal atau radikal. Dengan kembali kepada khazanah pemikiran pendiri, warga Rifa’iyah diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dengan solusi yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan akhlak yang mulia.

Kegiatan ini pun ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara. Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nasionalisme, Rifa’iyah selalu menempatkan kecintaan kepada tanah air sebagai bagian dari iman. Suasana syahdu saat doa dipanjatkan menjadi puncak dari seluruh rangkaian acara, di mana puluhan ribu jemaah menengadahkan tangan, memohon agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, kemajuan, dan keberkahan bagi seluruh rakyatnya.

Peringatan Pengajian Selasa Pon ke-328 ini bukan sekadar angka. Ia adalah simbol daya tahan, keteguhan, dan keistiqamahan sebuah komunitas dalam menjaga warisan ulama besar. Wonosobo, melalui Desa Bakalan Sengon, telah memberikan contoh bagaimana sebuah tradisi keagamaan yang dikelola dengan manajemen yang baik, semangat keikhlasan, dan koordinasi yang solid dapat menghadirkan dampak yang luar biasa besar bagi umat. Ke depan, diharapkan tradisi ini akan terus lestari, menginspirasi daerah-daerah lain untuk terus menghidupkan majelis-majelis ilmu, serta memperkuat ikatan silaturahmi yang menjadi fondasi utama keutuhan umat Islam di Indonesia.

Puluhan Ribu Jemaah Hadiri Pengajian Selasa Pon Rifa’iyah ke-328 di Sapuran Wonosobo

Kehadiran jemaah yang melampaui ekspektasi ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh elemen organisasi untuk terus melakukan evaluasi dan inovasi dalam pelayanan kepada umat. Tantangan di masa depan tentu akan semakin kompleks, namun dengan modal semangat ukhuwah yang terpancar dari wajah-wajah puluhan ribu jemaah di Sapuran, optimisme untuk terus mengembangkan dakwah Rifa’iyah tetap menyala terang. Semangat "Rifa’iyah untuk Indonesia" akan terus bergema dari setiap pengajian rutin, membawa pesan kedamaian, kasih sayang, dan keilmuan yang menembus batas waktu dan generasi.

Sebagai penutup, keberhasilan ini adalah bukti bahwa kekuatan terbesar sebuah organisasi keagamaan terletak pada jamaahnya yang solid dan komitmennya pada ajaran yang lurus. Mari kita jadikan momentum ini sebagai pemacu untuk terus berkhidmat, terus belajar, dan terus berkontribusi bagi kemaslahatan masyarakat luas, sebagaimana teladan yang telah ditunjukkan oleh KH. Ahmad Rifa’i sepanjang hayatnya. Pengajian Selasa Pon telah usai, namun gema semangatnya akan terus menetap di hati para jemaah, menunggu waktu untuk kembali berkumpul dalam barisan yang lebih besar dan lebih kuat di kesempatan mendatang.

Penulis: Samsul Rozikin
Editor: Yusril Mahendra

Rifan Muazin Ar-Rifai

Penulis aktif di HypePress yang membagikan konten inspiratif, informasi terkini, dan gaya hidup untuk generasi muda.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tinggalkan Komentar