0

MUSDA VII Rifaiyah Temanggung Berlangsung Dinamis, Shobikun Terpilih Pimpin PD Rifaiyah 2026–2031

Share

Musyawarah Daerah (MUSDA) VII Pimpinan Daerah (PD) Rifaiyah Kabupaten Temanggung yang dihelat pada 18–19 Juli 2026 di Aula Kantor Pemerintah Desa Purwosari, Kecamatan Wonoboyo, menjadi tonggak sejarah penting bagi perjalanan organisasi keagamaan ini di masa depan. Perhelatan yang berlangsung selama dua hari tersebut berjalan dengan suasana yang tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah momentum krusial untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus menentukan arah kebijakan strategis Rifaiyah di Temanggung untuk lima tahun mendatang, tepatnya periode 2026–2031.

Sebanyak 200 peserta yang merupakan delegasi resmi dari 42 ranting Rifaiyah se-Kabupaten Temanggung hadir dengan antusiasme tinggi untuk mengikuti seluruh rangkaian persidangan. Kehadiran para tokoh penting dalam pembukaan acara semakin mengukuhkan eksistensi Rifaiyah di mata publik dan pemerintah. Di antara tamu undangan yang hadir adalah Ketua Pimpinan Pusat Rifaiyah, Dr. KH. Mukhlisin Muzarie, M.A., Ketua Pimpinan Wilayah Rifaiyah Jawa Tengah, KH. Isrofi Mahfudz, perwakilan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Temanggung, serta jajaran pengurus daerah dan tokoh masyarakat setempat.

Penutupan MUSDA VII ini dilakukan secara khidmat oleh Bupati Temanggung, Agus Setiawan. Momen penutupan tersebut bertepatan dengan agenda selapanan rutin Ahad Pahing, yang memberikan nuansa spiritual dan kultural yang kental pada acara tersebut. Panitia juga menghadirkan akademisi terkemuka, Prof. Dr. Abdul Djamil, M.A., sebagai pembicara utama untuk memberikan wawasan mengenai tantangan dakwah dan keorganisasian di era modern.

Amin Rindoi, selaku penanggung jawab acara, mengungkapkan bahwa persiapan MUSDA sempat dibayangi oleh kekhawatiran mengenai adanya potensi ketegangan, terutama karena adanya transisi kepemimpinan. Hal ini dikarenakan Ketua PD Rifaiyah periode sebelumnya, K. Nur Yasin, tidak dapat mencalonkan kembali lantaran telah menjabat selama tiga periode berturut-turut, sebagaimana diatur dalam AD/ART organisasi. Namun, kekhawatiran tersebut sirna ketika melihat kedewasaan para peserta dalam berorganisasi. "Alhamdulillah MUSDA berjalan dengan sangat baik. Jika muncul perbedaan pendapat di ruang sidang, itu hanyalah dinamika yang wajar dan merupakan bagian dari proses pendewasaan berorganisasi, bukan perpecahan," ujar Amin Rindoi dengan nada lega.

MUSDA VII Rifaiyah Temanggung Berlangsung Dinamis, Shobikun Terpilih Pimpin PD Rifaiyah 2026–2031

Proses pemilihan ketua baru dilakukan melalui mekanisme rapat Dewan Formatur yang dipimpin oleh Imron Mujahidin. Keputusan diambil dengan semangat musyawarah mufakat, dengan tetap mempertimbangkan aspirasi dari seluruh perwakilan ranting. Hasilnya, K. Samsul Ma’arif ditetapkan sebagai Ketua Dewan Syuro, sementara Shobikun, S.Pd.I., terpilih sebagai Ketua Tanfidz PD Rifaiyah Kabupaten Temanggung untuk masa khidmat 2026–2031.

Sosok Shobikun, S.Pd.I., bukanlah orang baru di lingkungan Rifaiyah. Ia adalah seorang pendidik yang telah mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah naungan Kementerian Agama dan saat ini menjabat sebagai Kepala MI Rifaiyah Pateken. Pria kelahiran Temanggung, 18 Maret 1968 ini memiliki rekam jejak pendidikan yang sangat mumpuni. Ia memulai pendidikan dasarnya di MI Rifaiyah Pateken, kemudian melanjutkannya ke SMP Muhammadiyah Ngadirejo. Perjalanan intelektualnya berlanjut di MA YMI Wonopringgo sambil mendalami ilmu agama di Pondok Pesantren Paesan, Pekalongan. Haus akan ilmu, ia kemudian melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Cimohong, Brebes, dan memperdalam khazanah kitab kuning di Pondok Pesantren Tremas, Pacitan, Jawa Timur. Secara akademis, Shobikun menyelesaikan pendidikan tingginya di STAINU Temanggung dan melanjutkan ke Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM) pada Program Studi Pendidikan Agama Islam. Dengan pengalaman pengabdian selama lebih dari 30 tahun di kepengurusan Rifaiyah, Shobikun dianggap sebagai sosok yang tepat untuk menakhodai organisasi ini ke arah yang lebih progresif.

Sementara itu, K. Nur Yasin, yang telah sukses menyelesaikan tiga periode kepemimpinan, kini mendapatkan amanah baru sebagai Ketua Dewan Syuro Pimpinan Wilayah Rifaiyah Jawa Tengah, mendampingi KH. Isrofi Mahfudz. Pergantian ini mencerminkan regenerasi yang sehat dan berkesinambungan di tubuh Rifaiyah.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Pimpinan Pusat Rifaiyah, Dr. KH. Mukhlisin Muzarie, memberikan penekanan penting mengenai adaptasi organisasi. Ia mengingatkan bahwa perubahan dunia terjadi sangat cepat, sehingga Rifaiyah harus mampu melakukan transformasi tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai dasar perjuangan. Mengutip teladan KH. Ahmad Rifa’i, ia menegaskan bahwa dakwah harus dilakukan secara adaptif sesuai dengan perkembangan zaman. "Doktrin Rifaiyah adalah metode dakwah yang menyentuh karakter masyarakat melalui pendekatan amar makruf nahi mungkar," tegasnya.

Lebih lanjut, KH. Mukhlisin mengutip pemikiran Khalifah Abdul Malik bin Marwan mengenai empat pilar peradaban: kejujuran sejak dini, kesabaran, literasi sastra dan bahasa, serta lingkungan sosial yang berintegritas. Ia menekankan bahwa kejujuran adalah fondasi utama peradaban. "Jika anak terbiasa berdusta, maka ia akan tumbuh menjadi pendusta. Begitu pula sebuah bangsa, jika kebohongan dianggap biasa, maka kehancuran hanyalah masalah waktu," ujarnya. Ia berharap MUSDA VII ini menjadi ajang bagi Rifaiyah untuk melahirkan program kerja yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu membentuk karakter warga yang jujur dan bertanggung jawab.

MUSDA VII Rifaiyah Temanggung Berlangsung Dinamis, Shobikun Terpilih Pimpin PD Rifaiyah 2026–2031

Di sisi lain, Bupati Temanggung, Agus Setiawan, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas suksesnya MUSDA VII ini. Dalam pidatonya, ia mengakui peran strategis Rifaiyah sebagai mitra Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam menjaga ukhuwah islamiyah dan memperkuat kerukunan antarumat beragama. Bupati menyadari bahwa selama ini perhatian pemerintah daerah terhadap organisasi Rifaiyah masih dirasa kurang optimal. Oleh karena itu, ia membawa angin segar dengan berkomitmen untuk memberikan dukungan anggaran operasional bagi PD Rifaiyah Temanggung mulai tahun 2026.

"Melalui kepemimpinan saya, Pemerintah Kabupaten Temanggung akan bersinergi lebih erat dengan PD Rifaiyah yang baru. Kami akan memberikan dukungan anggaran operasional agar program-program dakwah dan sosial yang dicanangkan organisasi dapat berjalan lebih maksimal," ungkap Agus Setiawan disambut tepuk tangan meriah peserta. Bupati juga berpesan agar keluarga besar Rifaiyah terus menjadi pelopor kerukunan di tengah masyarakat Temanggung yang heterogen.

MUSDA VII Rifaiyah Temanggung tahun 2026 ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan sebuah pernyataan komitmen bahwa Rifaiyah siap melangkah lebih jauh. Dengan kepemimpinan baru yang energik dan dukungan dari pemerintah daerah, diharapkan Rifaiyah dapat memberikan kontribusi yang lebih nyata bagi kemajuan pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, serta penguatan dakwah yang inklusif. Semangat "jujur dan berintegritas" yang digaungkan dalam musyawarah ini menjadi modal sosial yang besar bagi Rifaiyah untuk terus berkontribusi bagi nusa, bangsa, dan agama. Ke depan, tantangan yang lebih besar menanti, namun dengan pondasi yang telah dibangun selama puluhan tahun, Rifaiyah Temanggung optimis dapat menjadi pilar kebaikan yang kokoh di tengah arus perubahan zaman yang semakin menantang. Penutupan acara yang khidmat menjadi penanda bahwa babak baru telah dimulai, dan harapan besar diletakkan di pundak Shobikun beserta jajaran pengurus yang baru saja dilantik untuk membawa Rifaiyah Temanggung menjadi organisasi yang lebih modern, mandiri, dan bermanfaat bagi umat.