Madrasah Diniyah (Madin) dan TPQ Al Hikmah yang berlokasi di Desa Surodadi, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, resmi menginjak usia ke-54 tahun tepat pada 1 September 2026. Perjalanan panjang selama lebih dari lima dekade ini bukan sekadar catatan waktu, melainkan sebuah epik perjuangan panjang dalam merawat tradisi pendidikan Islam di tengah masyarakat pedesaan. Sejak didirikan pada tahun 1972, lembaga ini telah menjadi mercusuar bagi anak-anak di Surodadi untuk mengenal dan mendalami agama Islam, membentuk karakter generasi yang berakhlakul karimah, serta membentengi mereka dengan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah arus modernisasi yang kian deras.
Sejarah berdirinya Madrasah Diniyah Al Hikmah berakar dari semangat sederhana namun mendalam dari para tokoh masyarakat setempat. Pada masa-masa awal, pendidikan agama tidak diselenggarakan di gedung mewah. Para santri saat itu belajar dengan memanfaatkan rumah-rumah warga secara bergantian. Suasana kekeluargaan yang kental dan semangat gotong royong menjadi fondasi utama. Meskipun fasilitas sangat terbatas, antusiasme masyarakat untuk memberikan pendidikan agama bagi anak-anak mereka tidak pernah surut. Inilah periode "peletakan batu pertama" secara moral yang menjadi napas bagi perkembangan madrasah di masa depan.
Memasuki tahun 1980, kebutuhan akan ruang belajar yang lebih memadai mulai mendesak seiring dengan bertambahnya jumlah santri. Masyarakat Surodadi dengan swadaya bahu-membahu mendirikan bangunan permanen sederhana, yakni bangunan tembok setengah badan. Pembangunan ini menjadi simbol transisi penting bagi Madin Al Hikmah. Dari yang awalnya "menumpang" di rumah warga, kini mereka memiliki rumah sendiri untuk belajar. Bangunan ini adalah bukti nyata bahwa komitmen masyarakat terhadap pendidikan Islam mampu melampaui keterbatasan ekonomi pada zamannya.

Evolusi fisik terus berlanjut. Pada tahun 1993, seiring dengan tuntutan perkembangan zaman dan jumlah murid yang terus meningkat, bangunan madrasah dipugar secara total dan dikembangkan menjadi gedung bertingkat dua lantai. Pembangunan gedung ini bukan hanya sekadar menambah luas ruang kelas, tetapi juga menjadi tonggak kemandirian institusional. Gedung tersebut menjadi saksi bisu bagaimana generasi demi generasi santri ditempa dengan berbagai disiplin ilmu agama, mulai dari fiqih, akidah, hingga akhlak.
Memasuki era milenium, tepatnya pada tahun 2006, Madin Al Hikmah melakukan langkah strategis dengan bergabung ke dalam Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Demak. Langkah ini membuka akses lebih luas bagi madrasah untuk mengikuti perkembangan kurikulum dan standar pendidikan diniyah secara nasional. Di tahun yang sama, didirikan pula Lembaga Pendidikan Islam Al Hikmah sebagai payung besar yang menaungi unit-unit pendidikan lainnya, memperkuat struktur organisasi, dan memberikan kepastian arah bagi masa depan pendidikan di lingkungan Desa Surodadi.
Komitmen untuk terus berbenah tidak berhenti. Setelah gedung tersebut digunakan selama lebih dari dua dekade, pada tahun 2019, dilakukan renovasi besar-besaran kembali. Pemugaran ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan standar kenyamanan dan keamanan sarana pendidikan modern, sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif bagi santri. Fasilitas yang memadai ini terbukti menjadi daya tarik sekaligus sarana pendukung utama bagi peningkatan kualitas pengajaran.
Transformasi tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga substansi pendidikan. Pada tahun 2021, lembaga ini mendirikan TPQ Al Hikmah dengan mengadopsi metode Qiroati yang menginduk pada BUQ Betengan, Demak. Pemilihan metode Qiroati merupakan langkah progresif untuk memastikan bahwa setiap santri tidak hanya bisa membaca Al-Qur’an, tetapi mampu membacanya dengan tartil, tajwid yang benar, dan kefasihan yang terjaga. Kehadiran TPQ ini melengkapi ekosistem pendidikan di Al Hikmah, di mana santri mendapatkan pendidikan agama secara komprehensif dari jenjang dasar hingga tingkat lanjut.

Puncak dari penguatan kelembagaan terjadi pada tahun 2025 dengan berdirinya YASIKA (Yayasan Sumber Ilmu Kanugerahan). Kehadiran yayasan ini menjadi payung hukum dan wadah strategis bagi keberlangsungan jangka panjang Madrasah Diniyah dan TPQ Al Hikmah. Dengan adanya yayasan, pengelolaan madrasah menjadi lebih profesional, terencana, dan memiliki visi misi yang jelas untuk menjawab tantangan zaman di masa depan.
Saat ini, Madrasah Diniyah TPQ Al Hikmah telah menjadi rumah bagi sekitar 100 santri yang antusias menimba ilmu setiap harinya. Proses pembelajaran mereka didampingi oleh 19 tenaga pendidik yang berdedikasi tinggi. Di bawah kepemimpinan Bp. Ky. Moh. Imdadin selaku Kepala Madrasah dan Bpk. Ky. Mustain sebagai Kepala TPQ, lembaga ini terus menjaga kualitas dengan menerapkan perpaduan kurikulum yang holistik. Kurikulum FKDT digunakan untuk memperkuat dasar-dasar syariat, metode Qiroati untuk penguatan bacaan Al-Qur’an, dan metode Tarajumah untuk pemahaman mendalam akan makna teks-teks keislaman.
Secara legalitas, lembaga ini pun telah memiliki pijakan yang kuat dengan terdaftar resmi di Kemenkumham melalui Nomor Statistik 211233210407. Berlokasi di Gang Damai, Desa Surodadi RT 03/RW 03, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, madrasah ini telah bertransformasi menjadi pusat peradaban lokal yang diakui eksistensinya.
Peringatan Harlah ke-54 tahun ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah momen refleksi mendalam bagi seluruh keluarga besar Al Hikmah untuk menengok ke belakang, menghargai jasa para pendahulu yang telah merintis madrasah dari nol, dan menatap masa depan dengan optimisme yang besar. Perjalanan 54 tahun yang penuh dengan jatuh bangun, pengorbanan tenaga, waktu, dan harta, telah membuahkan hasil yang nyata. Dari sebuah pengajian di rumah warga, kini Al Hikmah telah menjelma menjadi lembaga pendidikan yang memiliki gedung yang layak, sistem yang tertata, dan kepercayaan masyarakat yang begitu tinggi.

Tantangan di masa depan tentu tidak akan lebih mudah. Perkembangan teknologi informasi dan degradasi moral generasi muda menjadi PR besar bagi lembaga pendidikan agama. Namun, dengan pondasi yang telah dibangun selama 54 tahun, pengurus dan tenaga pendidik di Madrasah Diniyah TPQ Al Hikmah memiliki keyakinan kuat bahwa pendidikan agama tetap menjadi benteng utama dalam membentuk karakter bangsa. Semangat untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan tradisi salaf yang baik menjadi kunci utama.
Ke depan, diharapkan Madrasah Diniyah TPQ Al Hikmah tidak hanya sekadar menjadi tempat belajar membaca kitab atau Al-Qur’an, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan umat yang mampu melahirkan kader-kader pemimpin masa depan yang berwawasan luas dan berakar kuat pada nilai-nilai keislaman. Semoga di usianya yang ke-54, lembaga ini senantiasa diberikan keberkahan, kemajuan, dan keistiqomahan dalam menjalankan amanah suci mendidik generasi penerus bangsa. Selamat Harlah ke-54, Madrasah Diniyah TPQ Al Hikmah Surodadi. Teruslah bersinar, menjadi cahaya bagi umat, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas.
