Sebanyak 45 pengurus Pengurus Daerah (PD) Rifaiyah Kabupaten Temanggung periode 2026–2031 resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh jajaran Pimpinan Pusat (PP) Rifaiyah pada Ahad (23/8/2026). Prosesi sakral ini diselenggarakan di halaman Masjid At-Taqwa, Ranting Rifaiyah Wonorejo, Kecamatan Wonoboyo, yang bertepatan dengan agenda rutin Selapanan Ahad Pahing. Pemilihan lokasi dan waktu tersebut bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah strategis efisiensi anggaran sekaligus memastikan roda organisasi tetap berputar tanpa jeda transisi yang panjang.

Kepengurusan baru yang mengemban mandat lima tahun ke depan ini dinahkodai oleh K. Samsul Maarif sebagai Ketua Dewan Syuro dan K. Shobikun sebagai Ketua Dewan Tanfidz. Komposisi pengurus ini merupakan hasil keputusan mutlak dari Musyawarah Daerah (Musda) VII Rifaiyah yang sebelumnya telah sukses digelar di Ranting Rifaiyah Senet, Desa Purwosari, Kecamatan Wonoboyo. Secara legalitas, pelantikan ini menjadi penanda resmi pergantian kepemimpinan periode sebelumnya, merujuk pada Surat Keputusan Pimpinan Pusat Rifaiyah Nomor SK: 035/SK.B/PP Rifaiyah/XII/2026.

Suasana khidmat menyelimuti area pelantikan yang dihadiri oleh sekitar 2.000 jamaah Rifaiyah dari berbagai penjuru ranting di Kabupaten Temanggung. Kehadiran ribuan massa ini menunjukkan loyalitas dan soliditas yang tinggi terhadap organisasi. Sejumlah tokoh penting turut hadir menyaksikan pelantikan, di antaranya Ketua Dewan Syuro PP Rifaiyah KH. Afif Afadol, Wakil Sekretaris Dewan Syuro PP Rifaiyah KH. Afan Dzulfadol, serta jajaran pengurus pusat lainnya seperti KH. Imbuh Jumali dan K. Ahmad Ripangie. Dari tingkat wilayah, hadir pula K. Nur Yasin selaku Ketua Dewan Syuro PW Rifaiyah Jawa Tengah dan KH. Asrofi Makfud selaku Ketua Dewan Tanfidz PW Rifaiyah Jawa Tengah. Selain tokoh internal, prosesi ini juga dihadiri oleh KH. Syihabudin selaku Pimpinan Pondok Pesantren Al Hadist Wonorejo, serta jajaran Forkopimcam Wonoboyo dan Kepala Desa Kebonsari.

Pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh KH. Afif Afadol yang mewakili Ketua Umum PP Rifaiyah. Dalam sambutannya, koordinator kegiatan, Budi Utomo, menekankan bahwa pelantikan yang dirangkaikan dengan kegiatan rutin selapanan adalah langkah taktis agar tidak terjadi kekosongan kepengurusan. Menurutnya, transisi yang terlalu lama dapat menghambat koordinasi dan agenda-agenda penting yang telah disusun oleh pengurus sebelumnya. Dengan pelantikan yang segera, tanggung jawab organisasi kini telah memiliki penanggung jawab yang definitif sehingga pelayanan kepada umat dapat terus berlanjut tanpa hambatan.

Usai prosesi serah terima jabatan, K. Nuryasin, mewakili pengurus periode 2021–2026, menyampaikan pesan mendalam terkait esensi berorganisasi. Ia menegaskan bahwa meskipun estafet kepemimpinan telah berpindah, pengurus lama tetap memiliki kewajiban moral untuk mengawal dan memberikan pemikiran demi kemajuan Rifaiyah. "Organisasi harus disengkuyung (didukung) semua pihak. Kita harus menjaga adat dan budaya Rifaiyah agar tidak luntur di tengah derasnya arus modernisasi," ujar Nuryasin. Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi pengurus baru agar mereka memiliki bekal kompetensi yang memadai dalam mengelola dinamika organisasi di tingkat akar rumput.

Ketua Dewan Tanfidz PD Rifaiyah Temanggung, K. Shobikun, dalam pidato perdananya menegaskan bahwa jabatan dalam Rifaiyah bukanlah ajang untuk mencari prestise atau kehormatan duniawi, melainkan sebuah amanah berat yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Ia membagi struktur organisasi ke dalam tiga pilar utama: Dewan Syuro sebagai pemberi fatwa dan penasihat, unsur manajerial sebagai perancang strategi, dan pengurus sebagai pelaksana lapangan.

Shobikun menggarisbawahi pentingnya sikap zuhud dalam berorganisasi. Menurutnya, seorang pengurus sejati tidak akan jumawa saat memegang jabatan dan tidak akan merasa rendah diri saat harus melepaskannya. "Pimpinan harus memiliki mental yang kuat, tidak boleh tinggi hati saat dipuji dan harus lapang dada saat dikritik. Kita bekerja untuk mengharap ridho Allah, bukan pengakuan manusia," tegasnya. Baginya, ketenangan dalam beribadah dan keikhlasan dalam berkhidmah adalah kunci utama agar organisasi dapat berjalan dengan berkah.

45 Pengurus PD Rifaiyah Temanggung Dilantik, Siap Jalankan Amanah dan Majukan Organisasi

Dalam tausiah utamanya, KH. Afan Dzulfadhol membawa pesan spiritual yang mendalam, terutama berkaitan dengan momentum bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ia mengajak seluruh jamaah dan pengurus baru untuk tidak sekadar merayakan maulid sebagai seremoni, melainkan menjadikannya momentum untuk memperbarui kecintaan kepada Rasulullah. Afan menekankan bahwa cinta kepada Nabi harus dibuktikan dengan ketaatan mutlak terhadap ajaran-ajarannya, yang diimplementasikan melalui akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.

"Kecintaan kepada Nabi harus melahirkan ketaatan yang nyata. Ketaatan itu tidak hanya terlihat di masjid, tapi dalam cara kita berbicara, berpakaian, dan berinteraksi dengan sesama," ujar KH. Afan. Ia juga memberikan nasihat praktis mengenai pentingnya etika komunikasi. Ia mengingatkan warga Rifaiyah agar membiasakan diri mengucapkan salam sebagai simbol ukhuwah. Selain itu, ia berpesan agar setiap orang tidak terburu-buru mengambil kesimpulan jika belum memahami inti persoalan orang lain, guna menghindari fitnah dan kesalahpahaman.

Selain masalah internal organisasi, KH. Afan juga menyentuh aspek bakti kepada orang tua. Ia mengingatkan bahwa pengabdian tidak hanya berhenti pada orang tua yang masih hidup, tetapi juga berlanjut bagi mereka yang telah tiada. Hal ini mencakup mendoakan, memohonkan ampunan, hingga melanjutkan kebaikan-kebaikan yang pernah ditanamkan oleh orang tua. Pesan ini menjadi pengingat bagi para pengurus baru bahwa jabatan organisasi adalah sarana untuk memperluas manfaat bagi umat, yang pada akhirnya akan menjadi amal jariyah bagi mereka sendiri dan orang tua mereka.

Optimisme tampak jelas dari jajaran pengurus yang baru saja dilantik. Amin Rindhoi, seorang senior yang kembali dipercaya masuk dalam kepengurusan, menyatakan bahwa kombinasi antara pengalaman pengurus lama dan semangat muda para pengurus baru adalah kekuatan utama PD Rifaiyah Temanggung. "Kita akan melakukan evaluasi menyeluruh atas program kerja sebelumnya. Fokus utama kita adalah pada peningkatan kualitas pelayanan ranting dan penguatan disiplin organisasi," katanya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris I, Dimyatie Nur Asikin, menegaskan komitmennya untuk bekerja secara maksimal. Sebagai representasi generasi muda, ia bertekad untuk membawa inovasi dalam tata kelola administrasi organisasi. "Kita tidak boleh tertinggal oleh organisasi keagamaan lain. Tantangan zaman semakin berat, maka kita harus bekerja lebih keras, lebih cepat, dan lebih disiplin," ujarnya. Ia menyadari bahwa amanah yang diberikan umat adalah tanggung jawab besar yang memerlukan loyalitas tinggi.

Sementara itu, Rofik Zainur Usman menambahkan bahwa tantangan nyata di depan mata adalah kedisiplinan dalam manajemen waktu. Ia menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap jadwal undangan dan kegiatan rutin sebagai cermin profesionalisme organisasi. Menurutnya, dengan kedisiplinan yang tinggi, kepercayaan warga terhadap pengurus akan meningkat, yang pada gilirannya akan memperkuat basis massa Rifaiyah di Kabupaten Temanggung.

Pelantikan ini secara keseluruhan tidak hanya menjadi seremoni pergantian pengurus, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi besar-besaran bagi keluarga besar Rifaiyah di Temanggung. Dengan semangat baru yang dipadukan dengan nilai-nilai tradisional yang dijaga ketat, PD Rifaiyah Temanggung periode 2026–2031 diharapkan mampu menjadi lokomotif dakwah yang progresif, inklusif, dan tetap berpegang teguh pada tuntunan Rasulullah SAW. Langkah-langkah strategis yang akan diambil dalam waktu dekat, termasuk pelatihan pengurus dan penguatan ranting, diharapkan mampu menjawab tantangan umat di masa depan dan membawa Rifaiyah ke arah kemajuan yang lebih signifikan.

Sebagai penutup rangkaian acara, para pengurus yang baru dilantik bersama jamaah melakukan doa bersama untuk kelancaran tugas-tugas organisasi ke depan. Semangat "Sengkuyung" atau gotong royong yang digaungkan sepanjang acara mencerminkan bahwa Rifaiyah bukanlah organisasi yang berjalan atas perintah satu orang saja, melainkan hasil kolaborasi kolektif dari seluruh lapisan masyarakat yang mencintai ajaran Islam sesuai manhaj Rifaiyah. Harapan besar kini tertumpu pada pundak 45 pengurus ini untuk terus merawat ukhuwah, menjaga marwah organisasi, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat luas di wilayah Temanggung dan sekitarnya. Dengan visi yang jelas dan komitmen yang kuat, PD Rifaiyah Temanggung siap menapaki babak baru perjuangan organisasi yang lebih dinamis dan penuh berkah.