0

Viral Blunder Reporter Korea: Bisik-bisik Ledek Son Heung-min, Eh Mic Nyala

Share

Insiden memalukan ini pertama kali terungkap melalui rekaman video yang dibagikan oleh Asiae.kr, yang bersumber dari tayangan JTBC di kanal YouTube. Dalam rekaman latihan terbuka yang diselenggarakan di Chivas Valle Verde, Guadalajara, Jalisco, Meksiko, pada tanggal 7 Juni lalu, terdengar jelas suara-suara yang diduga berasal dari para reporter. Mereka terdengar sedang membicarakan dan meledek gaya berlari Son Heung-min, seorang pemain yang telah menorehkan banyak prestasi dan dikenal luas di kancah sepak bola internasional, termasuk kiprahnya bersama Tottenham Hotspur. Komentar yang dilontarkan sungguh tidak pantas dan bernada merendahkan.

Salah satu suara pria dalam video tersebut terdengar menyindir, "Apakah kamu berlari seperti pemimpin peleton hanya karena kamu kapten?" Sindiran ini secara tersirat mengaitkan gaya berlari Son dengan sesuatu yang kaku dan kurang luwes, seolah-olah ia sedang memimpin barisan tentara. Lebih lanjut, suara yang sama menambahkan, "Dia berlari seolah-olah sedang di militer." Komentar ini semakin memperkuat kesan bahwa para reporter tersebut mencoba mengolok-olok cara Son bergerak di lapangan. Ejekan ini menunjukkan kurangnya pemahaman atau kesengajaan untuk meremehkan.

Tak berhenti di situ, suara pria lain ikut menimpali, mempertegas nada ejekan dan bahkan menyertakan ungkapan kasar. Ia berkata, "Orang-orang ini bahkan belum pernah masuk militer, sial," dan melanjutkan, "Orang-orang XX ini bahkan tidak tahu apa-apa tentang militer." Kalimat terakhir ini terdengar sangat kasar dan penuh penghinaan, menunjukkan betapa para reporter tersebut secara terang-terangan meremehkan pengetahuan atau pengalaman orang lain terkait wajib militer. Frasa "orang-orang XX" jelas merupakan bentuk umpatan yang sangat tidak profesional dan tidak etis.

Momen yang tidak profesional ini seketika menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak pengguna internet yang mengecam tindakan para reporter tersebut. Mereka berpendapat bahwa perkataan tersebut tidak hanya tidak sopan, tetapi juga merupakan bentuk perundungan (bullying) terhadap seorang atlet yang telah memberikan banyak kontribusi bagi negaranya. Sindiran mengenai wajib militer menjadi poin utama perdebatan, mengingat Son Heung-min memang memiliki cerita khusus terkait kewajiban tersebut di Korea Selatan.

Son Heung-min memang mendapatkan perlakuan istimewa terkait wajib militer di negaranya, Korea Selatan. Berbeda dengan kebanyakan warga negara pria yang diwajibkan menjalani wajib militer selama 21 bulan, Son hanya perlu menjalani pelatihan dasar selama tiga pekan. Keringanan ini ia peroleh sebagai apresiasi atas prestasinya yang gemilang, khususnya ketika ia berhasil membantu Tim Nasional Korea Selatan meraih medali emas di ajang sepak bola Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Indonesia. Prestasi tersebut menjadi salah satu momen bersejarah bagi sepak bola Korea Selatan.

Setelah video berisi bisik-bisik ejekan tersebut menjadi viral dan mendapatkan banyak perhatian negatif, stasiun televisi JTBC, yang diduga menjadi sumber rekaman, mengambil langkah cepat. Mereka mengubah pengaturan video aslinya menjadi "privat" di platform YouTube, sehingga tidak dapat diakses oleh publik lagi. Selain itu, JTBC juga mengunggah video baru yang telah diedit, di mana suara bisik-bisik ejekan tersebut telah dihilangkan atau disamarkan. Langkah ini diambil untuk meredam kontroversi dan menjaga citra stasiun televisi tersebut.

Dalam klarifikasi yang diberikan oleh JTBC, mereka menjelaskan bahwa rekaman tersebut memang menangkap suara-suara di sekitar dengan cukup keras karena sifat kamera yang digunakan. "Karena sifat kamera tersebut, suara-suara di sekitar terekam dengan cukup keras," ujar mereka. Mereka juga menambahkan bahwa sesi latihan tersebut bersifat terbuka, sehingga banyak orang hadir di lokasi, dan berbagai suara yang tidak dikenal ikut terekam sebagai suara latar. Hal ini menjadi alasan mengapa suara bisik-bisik tersebut tidak terdeteksi di lokasi saat kejadian berlangsung.

"Sesi tersebut merupakan latihan terbuka, sehingga ada banyak orang di lokasi, dan berbagai suara yang tidak dikenal terekam sebagai suara latar," lanjut penjelasan JTBC. Mereka mengakui bahwa masalah ini baru diketahui setelah mendapatkan banyak komentar dari publik. "Suara tersebut tidak terdeteksi di lokasi, tetapi setelah mengetahui masalah tersebut melalui komentar-komentar kemudian, kami mematikan bagian audio tersebut," demikian bunyi penjelasan resmi dari JTBC. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa tim di lapangan tidak menyadari adanya rekaman suara yang tidak pantas tersebut hingga akhirnya diangkat oleh publik.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para profesional di industri media mengenai pentingnya menjaga etika, profesionalisme, dan kesadaran akan teknologi yang mereka gunakan. Mikrofon yang menyala tanpa disadari bisa menjadi bumerang, mengungkap percakapan yang seharusnya tetap pribadi dan berpotensi merusak reputasi. Selain itu, insiden ini juga menyoroti bagaimana media sosial dapat dengan cepat menyebarkan informasi dan memberikan tekanan kepada pihak-pihak yang bersalah untuk bertanggung jawab.

Di sisi lain, para pemain Tim Nasional Korea Selatan, termasuk Son Heung-min, harus tetap fokus pada persiapan mereka untuk Piala Dunia 2026. Korea Selatan dijadwalkan akan melakoni pertandingan pembuka turnamen pada hari pertama gelaran akbar tersebut. Dalam laga perdana mereka, Son Heung-min dan rekan-rekannya akan menghadapi tim kuat Republik Ceko. Pertandingan ini akan dilangsungkan di Estadio Akron, Zapopan, pada Sabtu (12/7) pagi, sesuai dengan waktu Indonesia Barat. Fokus para pemain diharapkan tidak terganggu oleh insiden yang melibatkan reporter ini, dan mereka dapat memberikan performa terbaiknya di panggung dunia.