0

Praz Teguh Tegaskan Barter Konten dengan Hanania dan Tetap Bayar Umrah

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Komika Praz Teguh secara tegas membantah tudingan penipuan terkait perjalanan umrah yang melibatkan Hanania Group. Usai menjalani pemeriksaan intensif di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Praz membeberkan secara rinci skema pembayaran, diskon signifikan, serta mekanisme kerja sama konten yang dilakukannya dengan pihak travel tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh biaya perjalanan umrah untuk rombongan yang terdiri dari 24 orang, dengan total pengeluaran yang mencapai hampir Rp 1 miliar, telah sepenuhnya ditanggung olehnya.

"Barter konten kita, karena saya memberangkatkan 24 orang lo ini. Total sama saya bayar upgrade kamar dan segala macam itu Rp 948 juta ya. Ya, Rp 948 juta, hampir Rp 1 miliar," ungkap Praz Teguh di Polda Metro Jaya, pada Kamis (11/6/2026). Penegasan ini disampaikan Praz untuk memberikan klarifikasi menyeluruh mengenai perannya dalam kasus yang sedang diselidiki. Ia ingin publik memahami bahwa posisinya adalah sebagai pihak yang telah mengeluarkan dana besar, bukan sebagai pihak yang melakukan penipuan.

Lebih lanjut, Praz menjelaskan bahwa dalam perjanjian kerja sama tersebut, terdapat skema potongan biaya yang cukup substansial untuk empat orang jamaah. Potongan ini merupakan bagian integral dari kesepakatan barter konten. "Jadi ya begitu, karena saya diberangkatkan 4 orangnya, barter, jadi kita tukar konten di sana. Sesimple itu," jelas Praz, menekankan bahwa mekanisme ini adalah bentuk kerja sama yang transparan dan telah disepakati bersama.

Besaran nilai potongan yang ia terima dalam kerja sama ini pun diungkapkan secara gamblang oleh Praz. Setiap orang dari empat jamaah yang masuk dalam skema barter mendapatkan diskon sebesar Rp 40 jutaan. "Potongan harganya berapa ya? Sekitar Rp 48 juta ya? Ada di sini semua ya. Iya, Rp 40 juta satu orang buat berangkat gitu. Berarti sekitar Rp 150 juta totalnya ya, betul," paparnya, memberikan angka yang konkret untuk mengilustrasikan besaran keuntungan yang ia dapatkan dalam bentuk potongan biaya. Angka ini menunjukkan bahwa diskon yang diberikan Hanania Group kepada Praz Teguh cukup signifikan, dan menjadi bagian dari nilai kesepakatan barter konten.

Dalam kesempatan yang sama, Praz kembali menegaskan bahwa bentuk kerja sama yang terjalin dengan Hanania Group bukanlah sekadar endorsement biasa, melainkan murni berupa barter konten. Ia bertugas untuk memproduksi dan menyebarkan konten terkait perjalanan umrahnya, dan sebagai imbalannya, ia mendapatkan fasilitas perjalanan gratis untuk sebagian anggota rombongannya serta potongan biaya untuk yang lainnya. Mekanisme ini merupakan praktik yang umum dalam industri kreatif, di mana sebuah layanan atau produk ditukar dengan karya atau promosi.

Praz juga memberikan tanggapan terkait isu pengembalian uang saku yang sebelumnya ia terima dari pihak Hanania. Ia dengan tegas menyatakan bahwa langkah pengembalian dana tersebut merupakan inisiatif murni dari dirinya sendiri, bukan atas permintaan atau tekanan dari pihak penyidik. "Murni dari kita. Karena dari awal kita juga sebenarnya nggak tahu ini duitnya nanti berasal dari mana. Jadi untuk memudahkan penyidikan, kita kembalikan uang sakunya," ungkap Praz. Keputusan ini diambil untuk memastikan bahwa proses penyidikan berjalan lancar dan untuk menghindari adanya kesalahpahaman lebih lanjut mengenai aliran dana.

Ia menambahkan bahwa proses pemeriksaan yang dijalaninya berlangsung cukup lama, memakan waktu sekitar tiga jam. Selama kurun waktu tersebut, ia memberikan penjelasan sedetail mungkin kepada penyidik mengenai seluruh rangkaian perjalanan, mulai dari persiapan sebelum keberangkatan hingga seluruh aktivitas yang dilakukan di Makkah. "Banyak sekali ya. Selama 3 jam kita di dalam. Kita jelaskan sedetail-detailnya dari sebelum berangkat sampai di Makkah juga kita ceritakan," ujar Praz. Keterangan rinci ini diharapkan dapat membantu penyidik dalam memahami seluruh kronologi dan memastikan tidak ada unsur penipuan yang dilakukannya.

Praz Teguh berharap dengan klarifikasi yang telah diberikannya, masyarakat dapat memahami duduk perkara yang sebenarnya. Ia berkomitmen untuk terus bersikap kooperatif dalam proses hukum yang sedang berjalan dan siap memberikan informasi tambahan jika diperlukan. Pernyataannya ini menegaskan posisinya sebagai korban sekaligus pihak yang dirugikan dalam kasus ini, sambil tetap berupaya menjaga nama baiknya sebagai seorang profesional di dunia hiburan.

Perjalanan umrah yang dibiayai Praz melibatkan 24 orang, sebuah jumlah yang cukup besar dan menunjukkan keseriusannya dalam pelaksanaan agenda ini. Total biaya hampir Rp 1 miliar ini mencakup tidak hanya tiket pesawat dan akomodasi standar, tetapi juga biaya upgrade kamar dan berbagai fasilitas tambahan lainnya yang dipesan oleh Praz untuk kenyamanan rombongannya. Besarnya dana yang dikeluarkan ini menjadi bukti kuat bahwa Praz memiliki komitmen finansial yang besar terhadap perjalanan tersebut, dan bukan sekadar memanfaatkan program promosi tanpa mengeluarkan biaya.

Potongan harga sebesar Rp 40 juta per orang untuk empat jamaah, yang totalnya mencapai sekitar Rp 150 juta, merupakan insentif yang menarik dari Hanania Group. Potongan ini, jika dibandingkan dengan biaya perjalanan umrah pada umumnya, tergolong sangat besar dan memberikan keuntungan finansial yang signifikan bagi Praz Teguh. Diskon ini secara otomatis mengurangi beban biaya yang harus ditanggung Praz untuk rombongannya, yang kemudian ia konversikan menjadi nilai tambah dalam kesepakatan barter konten.

Mekanisme barter konten yang diusung Praz Teguh dalam kasus ini sangatlah krusial. Alih-alih menerima bayaran tunai untuk promosi, ia memilih untuk menukar jasanya dalam pembuatan konten visual dan naratif dengan fasilitas perjalanan umrah. Bentuk kerja sama seperti ini memang lazim dilakukan, terutama oleh figur publik yang memiliki basis penggemar atau follower yang besar. Konten yang dihasilkan Praz diharapkan dapat memberikan exposure yang luas bagi Hanania Group, sekaligus mempromosikan paket-paket perjalanan umrah yang mereka tawarkan kepada khalayak yang lebih luas.

Praz menyadari bahwa dalam konteks hukum, aliran dana dan skema pembayaran perlu dijelaskan secara transparan. Oleh karena itu, pengembalian uang saku yang ia terima sebelum adanya kejelasan mengenai sumber dana merupakan langkah proaktif yang diambilnya. Hal ini menunjukkan bahwa Praz tidak ingin ada kesan bahwa ia menerima keuntungan finansial yang tidak jelas sumbernya. Dengan mengembalikan dana tersebut, ia memberikan sinyal bahwa fokusnya adalah pada penyelesaian masalah dan pencarian kebenaran, bukan pada keuntungan pribadi yang berpotensi menimbulkan masalah hukum.

Pemeriksaan yang berlangsung selama tiga jam di Polda Metro Jaya menjadi saksi bisu dari upaya Praz untuk membersihkan namanya. Ia dengan sabar menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh penyidik, memberikan informasi yang akurat dan terperinci. Penjelasan mengenai seluruh tahapan perjalanan, mulai dari persiapan hingga pengalaman selama di tanah suci, menjadi bagian penting dari kesaksiannya. Hal ini membuktikan bahwa Praz memiliki rekam jejak yang jelas dan transparan terkait perjalanannya, yang seharusnya dapat mempermudah proses investigasi.

Secara keseluruhan, Praz Teguh telah memberikan klarifikasi yang komprehensif mengenai perannya dalam kasus dugaan penipuan umrah yang melibatkan Hanania Group. Ia menegaskan bahwa seluruh biayanya telah dibayar, kerja sama yang terjalin adalah barter konten, dan ia telah bersikap proaktif dalam mengembalikan uang saku untuk memudahkan penyidikan. Pernyataannya ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang utuh dan objektif mengenai keterlibatannya, serta membantu menyingkap tabir misteri yang menyelimuti kasus ini.