0

Veda Ega Pratama Senang Pulang ke Indonesia, Bisa Makan Soto Lagi

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Kepulangan Veda Ega Pratama ke tanah air disambut suka cita, terutama oleh dirinya sendiri. Setelah sekian lama berjuang di kancah balap internasional, kerinduan akan masakan Indonesia, khususnya soto, akhirnya terobati. Pebalap muda yang tengah meniti karier di Moto3 ini mengungkapkan rasa senangnya dapat kembali menikmati hidangan khas Indonesia setelah menjalani masa tinggal yang cukup panjang di Eropa. "Senang sudah bisa balik, sudah bisa ngerasain masakan Indonesia lagi. Kemarin makan soto, ya senang," ujar Veda dengan raut wajah ceria saat ditemui awak media di Jakarta pada Selasa, 9 Juni 2026.

Perjalanan Veda di dunia balap internasional memang menuntutnya untuk beradaptasi dengan lingkungan yang sangat berbeda. Sejak pertama kali menjejakkan kaki di Eropa pada tahun 2024, ia harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perbedaan cuaca yang dingin, selera makanan yang asing, hingga kendala bahasa dan budaya. Namun, seiring berjalannya waktu, Veda menunjukkan ketangguhannya dalam beradaptasi. "Tapi sekarang sudah mulai terbiasa karena sudah dua tahun setengah di Spanyol," tuturnya, menunjukkan bahwa ia telah menemukan ritme hidupnya di Negeri Matador.

Selama berada di Eropa, tim Honda Team Asia telah menyediakan berbagai pilihan makanan untuk mendukung kebutuhan nutrisi Veda selama masa balapan. Menu yang disajikan umumnya adalah makanan khas Eropa seperti pasta, steak, dan salad. Hidangan-hidangan ini tentu saja memiliki cita rasa yang berbeda dengan makanan Indonesia yang biasa ia santap. Namun, Veda tidak sepenuhnya terlepas dari sentuhan kuliner nusantara. Ia mengungkapkan bahwa ketika tidak sedang dalam jadwal balapan yang padat, ia seringkali memasak sendiri di apartemen yang ia tinggali bersama rekan-rekannya sesama pebalap, seperti Mario Aji.

Kegemarannya memasak sendiri menjadi salah satu cara baginya untuk mengobati kerinduan akan rasa masakan rumah. "Cuma kalau waktu (harian) kan saya tinggal di apartemen sama Mas Mario (Aji) dan rider lainnya, saya biasanya masak sendiri," jelas Veda. Ia bahkan tak ragu untuk mencoba membuat hidangan-hidangan favoritnya dari nol. "Sempat masak bakso sendiri, bikin dagingnya giling sendiri. Terus sempat masak opor juga." Pengalaman ini menunjukkan kemandirian Veda dalam mengelola asupan makanannya, bahkan ketika jauh dari rumah.

Meskipun memiliki kebebasan dalam memilih makanan sehari-hari, Veda tetap memperhatikan anjuran dari timnya. Ia memastikan bahwa makanannya tidak terlalu banyak mengandung gula dan minyak. "Jadi sebenarnya ya bebas sih, karena kita makanannya juga nggak yang benar-benar diatur, yang penting nggak terlalu banyak gula dan minyak aja. Jadi ya bebas-bebas aja," terangnya. Fleksibilitas ini memungkinkan Veda untuk tetap menikmati makanan yang ia suka, sambil tetap menjaga kondisi fisiknya agar prima untuk kompetisi.

Di antara berbagai macam masakan Indonesia, hidangan yang berkuah dan hangat menjadi favorit Veda saat berada di Eropa. Kehangatan dan kuah segar dari makanan tersebut seolah menjadi pengingat akan kenyamanan rumah. "Kayak bakso, soto, dan mungkin mie kuah," sebut Veda, menyebutkan beberapa menu yang paling sering ia rindukan. Meskipun begitu, ia juga memiliki makanan favorit lainnya yang tak kalah penting, meskipun tidak menjadi prioritas utama untuk dirindukan. "Gudeg juga salah satu yang saya sukai, cuma nggak pengin banget," tambahnya, menunjukkan bahwa gudeg tetap menjadi pilihan yang menyenangkan namun tidak sepenting hidangan berkuah baginya saat itu.

Kisah Veda Ega Pratama di dunia balap memang patut diacungi jempol. Ia merupakan putra dari mantan pebalap, Sudarmono, yang juga berperan sebagai mentor utamanya sejak Veda masih kecil. Didikan dan bimbingan dari ayahnya menjadi pondasi kuat bagi karier balapnya. Sebelum akhirnya terjun ke ajang Moto3, Veda telah menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai Asia Talent Cup 2023. Kemenangan ini menjadi gerbang awal bagi kiprahnya di kancah internasional.

Perjalanannya semakin mulus setelah ia terpilih sebagai pebalap reguler di Red Bull Rookies Cup. Kompetisi bergengsi ini menjadi ajang pembuktian bakat Veda yang sesungguhnya. Ia berhasil menunjukkan performa impresif dan keluar sebagai runner-up Red Bull Rookies Cup 2025. Pencapaian ini semakin mengasah kemampuannya dan membuka peluang lebih besar di dunia balap motor profesional.

Puncaknya, Veda Ega Pratama berhasil menorehkan sejarah sebagai pebalap Indonesia pertama yang mampu naik podium di ajang Moto3. Prestasi ini tidak hanya membanggakan bagi dirinya sendiri dan keluarganya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia yang bermimpi untuk meraih kesuksesan di kancah balap dunia. Kepulangannya ke Indonesia kali ini bukan hanya sekadar momen untuk menikmati makanan favorit, tetapi juga menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang yang telah ia lalui, serta persiapan untuk menghadapi tantangan-tantangan berikutnya di dunia balap yang semakin kompetitif. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan dukungan yang tepat, impian untuk bersaing di level tertinggi dapat terwujud, bahkan bagi seorang pemuda dari Gunungkidul, Yogyakarta.