BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Kebahagiaan terpancar jelas di wajah Umi Pipik saat menghadiri resepsi pernikahan Nathalie Holscher dengan Arief Fadli, yang akrab disapa Aripat. Acara sakral tersebut dilangsungkan di Swasana Lippo Kuningan Grand Ballroom, Jakarta Selatan, pada Rabu, 22 Juli 2026. Bagi Umi Pipik, momen ini sarat makna dan penuh emosi, mengingat kedekatan emosional yang terjalin erat antara dirinya dengan Nathalie. Air mata tak terbendung membasahi pipinya tatkala menyaksikan Nathalie akhirnya menemukan pelabuhan terakhirnya. Perjalanan hidup Nathalie yang penuh liku telah ia ketahui secara mendalam, karena keduanya kerap berbagi cerita dan keluh kesah. "Alhamdulillah saya ikut senang. Saya mendoakan buat dia. Melihat dia hari ini bahagia, saya sampai nangis. Semoga tidak ada kesedihan lagi, hari ini menjadi awal kebahagiaan selamanya," ujar Umi Pipik dengan suara bergetar haru. Ia menambahkan, Nathalie pernah datang padanya di saat-saat terberat hidupnya, sebuah momen yang semakin mempererat ikatan batin mereka. "Saya tahu perjalanan Nathalie karena dia sering cerita. Di saat dia terpuruk, dia datang ke saya. Ketika hari ini dia menemukan imamnya, semoga ini menjadi kebahagiaan dia selamanya dan suaminya bisa membimbing Nathalie," lanjutnya. Saat bertemu dengan Arief Fadli, Umi Pipik hanya menitipkan satu pesan sederhana namun penuh makna. "Saya cuma bilang ke suaminya, ‘Titip adik saya. Disayangin, dibahagiain, dimuliain.’ Itu saja," ungkapnya dengan senyum tulus. Di matanya, Nathalie adalah sosok perempuan yang luar biasa kuat, mampu bangkit dan menyembuhkan luka-luka lamanya dengan caranya sendiri. "Dia kuat. Dia bisa menyembuhkan lukanya dengan caranya sendiri. Saya hanya bisa mendukung selama itu dalam kebaikan," tegas Umi Pipik. Momen paling membekas dan menyentuh hati Umi Pipik adalah ketika Adzam, putra Nathalie, menyampaikan pesan haru kepada ibundanya dan ayah sambungnya. "Yang bikin terharu ketika Adzam mengungkapkan perasaannya, berterima kasih kepada bundanya dan menitipkan pesan kepada ayah barunya untuk membahagiakan bunda. Mendengar kata-kata anak kecil seperti itu, saya langsung nangis," bebernya dengan mata berkaca-kaca. Umi Pipik menutup pesannya dengan doa tulus agar pernikahan Nathalie dan Arief menjadi pelayaran rumah tangga terakhir yang penuh kebahagiaan abadi. "Semoga ini pelayaran terakhir. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, diberikan ketenangan, kebahagiaan, mawaddah warahmah. Menjadi sebaik-baik pakaian satu sama lain, langgeng sampai maut memisahkan. Pokoknya bahagia selalu," pungkasnya, memancarkan harapan tulus untuk pasangan pengantin baru tersebut.
Pernikahan Nathalie Holscher dan Arief Fadli (Aripat) yang berlangsung meriah di Swasana Lippo Kuningan Grand Ballroom, Jakarta Selatan, pada Rabu, 22 Juli 2026, tidak hanya dihadiri oleh kerabat dan sahabat dekat, tetapi juga menjadi momen emosional bagi Umi Pipik. Kedekatan personal yang terjalin antara Umi Pipik dan Nathalie Holscher membuat sang pendakwah tak kuasa menahan air mata haru saat menyaksikan momen bahagia tersebut. Bagi Umi Pipik, melihat Nathalie akhirnya menemukan pasangan hidup yang dapat membimbing dan mencintainya adalah sebuah anugerah yang patut disyukuri. Ia telah menjadi saksi bisu perjalanan hidup Nathalie yang penuh dengan tantangan dan lika-liku. Keduanya kerap berbagi cerita, terutama saat Nathalie berada di titik terendahnya. "Alhamdulillah saya ikut senang. Saya mendoakan buat dia. Melihat dia hari ini bahagia, saya sampai nangis. Semoga tidak ada kesedihan lagi, hari ini menjadi awal kebahagiaan selamanya," ungkap Umi Pipik dengan suara yang sedikit bergetar karena emosi. Ia menegaskan bahwa kedekatan mereka bukan sekadar hubungan sosial biasa, melainkan ikatan batin yang kuat, terbangun dari saling pengertian dan dukungan. "Saya tahu perjalanan Nathalie karena dia sering cerita. Di saat dia terpuruk, dia datang ke saya. Ketika hari ini dia menemukan imamnya, semoga ini menjadi kebahagiaan dia selamanya dan suaminya bisa membimbing Nathalie," tambahnya, seraya menatap penuh harap ke arah kedua mempelai.
Umi Pipik mengenang momen-momen ketika Nathalie mencurahkan isi hatinya. Saat itu, Nathalie tengah menghadapi berbagai permasalahan dalam hidupnya, dan Umi Pipik hadir sebagai sosok yang memberikan sandaran dan kekuatan. Perasaan lega dan bahagia yang dirasakan Umi Pipik saat ini adalah cerminan dari doa dan harapan yang selalu ia panjatkan untuk kebaikan Nathalie. "Dia datang ke saya saat sedang terpuruk, itu adalah bukti kepercayaan yang luar biasa. Dan hari ini, melihatnya berdiri di pelaminan bersama imamnya, adalah kebahagiaan yang tak ternilai harganya," tutur Umi Pipik. Ia percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan kebahagiaan, dan pernikahan ini adalah babak baru yang penuh dengan harapan. Ketika ditanya mengenai pesannya kepada Arief Fadli, suami Nathalie, Umi Pipik memberikan sebuah amanat yang tulus. "Saya cuma bilang ke suaminya, ‘Titip adik saya. Disayangin, dibahagiain, dimuliain.’ Itu saja," katanya dengan senyum mengembang. Pesan ini bukan hanya sekadar kata-kata, melainkan sebuah pengingat akan tanggung jawab besar yang diemban oleh Arief Fadli sebagai suami. Umi Pipik melihat Nathalie sebagai sosok perempuan yang memiliki kekuatan luar biasa untuk bangkit dari berbagai luka yang pernah menghampirinya. "Dia kuat. Dia bisa menyembuhkan lukanya dengan caranya sendiri. Saya hanya bisa mendukung selama itu dalam kebaikan," puji Umi Pipik, menunjukkan kekagumannya pada ketangguhan Nathalie.
Salah satu momen yang paling menyentuh hati Umi Pipik adalah ketika Adzam, putra semata wayang Nathalie dari pernikahan sebelumnya, menyampaikan perasaannya. Adzam mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada sang ibunda dan juga menitipkan pesan kepada ayah sambungnya untuk selalu membahagiakan bundanya. Kata-kata polos namun penuh makna dari seorang anak kecil itu berhasil membuat Umi Pipik kembali meneteskan air mata. "Yang bikin terharu ketika Adzam mengungkapkan perasaannya, berterima kasih kepada bundanya dan menitipkan pesan kepada ayah barunya untuk membahagiakan bunda. Mendengar kata-kata anak kecil seperti itu, saya langsung nangis," ungkapnya, dengan air mata yang kembali menggenang. Perasaan haru ini semakin menguatkan keyakinan Umi Pipik bahwa Nathalie telah menemukan keluarga yang ideal, di mana kasih sayang dan perhatian akan selalu hadir. Doa Umi Pipik untuk rumah tangga Nathalie dan Arief sangat mendalam. Ia berharap agar pernikahan ini menjadi babak akhir dari segala perjuangan dan menjadi awal dari kehidupan yang penuh berkah. "Semoga ini pelayaran terakhir. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, diberikan ketenangan, kebahagiaan, mawaddah warahmah. Menjadi sebaik-baik pakaian satu sama lain, langgeng sampai maut memisahkan. Pokoknya bahagia selalu," tutup Umi Pipik, dengan harapan yang tulus untuk kebahagiaan abadi pasangan pengantin baru tersebut. Kehadiran Umi Pipik di pernikahan ini tidak hanya sebagai tamu undangan, tetapi juga sebagai sosok ibu yang turut merasakan kebahagiaan dan kesedihan, serta memberikan restu dan doa terbaik bagi Nathalie Holscher dan Arief Fadli. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa persahabatan dan dukungan emosional dapat menjadi sumber kekuatan yang luar biasa dalam menghadapi perjalanan hidup.
Pernikahan Nathalie Holscher dan Arief Fadli (Aripat) yang diselenggarakan pada Rabu, 22 Juli 2026, di Swasana Lippo Kuningan Grand Ballroom, Jakarta Selatan, menjadi momen yang sangat emosional bagi Umi Pipik. Kedekatan personal yang terjalin antara Umi Pipik dan Nathalie Holscher membuat sang pendakwah tak kuasa menahan air mata kebahagiaan. Umi Pipik mengaku turut berbahagia menyaksikan Nathalie akhirnya menemukan sosok pendamping hidup. Ia telah menyaksikan sendiri perjalanan hidup Nathalie yang penuh dengan cobaan dan perjuangan. Kerap berbagi cerita, Umi Pipik memahami betapa beratnya masa-masa yang telah dilalui Nathalie. "Alhamdulillah saya ikut senang. Saya mendoakan buat dia. Melihat dia hari ini bahagia, saya sampai nangis. Semoga tidak ada kesedihan lagi, hari ini menjadi awal kebahagiaan selamanya," ujar Umi Pipik dengan suara bergetar. Ia mengungkapkan bahwa Nathalie pernah datang kepadanya di saat-saat terpuruk, sebuah momen yang semakin mempererat ikatan mereka. "Saya tahu perjalanan Nathalie karena dia sering cerita. Di saat dia terpuruk, dia datang ke saya. Ketika hari ini dia menemukan imamnya, semoga ini menjadi kebahagiaan dia selamanya dan suaminya bisa membimbing Nathalie," tambahnya.
Umi Pipik menitipkan pesan sederhana namun penuh makna kepada Arief Fadli, suami Nathalie. "Saya cuma bilang ke suaminya, ‘Titip adik saya. Disayangin, dibahagiain, dimuliain.’ Itu saja," ungkapnya. Pesan ini mencerminkan harapan Umi Pipik agar Nathalie selalu mendapatkan cinta, kasih sayang, dan perlindungan dari suaminya. Di mata Umi Pipik, Nathalie adalah sosok perempuan yang sangat kuat dan tangguh. Ia mampu bangkit dari berbagai luka dalam hidupnya dan menemukan kembali kebahagiaan. "Dia kuat. Dia bisa menyembuhkan lukanya dengan caranya sendiri. Saya hanya bisa mendukung selama itu dalam kebaikan," puji Umi Pipik. Momen paling menyentuh hati Umi Pipik adalah ketika Adzam, putra Nathalie, menyampaikan pesannya kepada ibunda dan ayah sambungnya. Adzam berterima kasih kepada bundanya dan berpesan kepada ayah barunya untuk selalu membahagiakan bundanya. Kata-kata polos namun penuh makna dari Adzam membuat Umi Pipik tak kuasa menahan tangis. "Yang bikin terharu ketika Adzam mengungkapkan perasaannya, berterima kasih kepada bundanya dan menitipkan pesan kepada ayah barunya untuk membahagiakan bunda. Mendengar kata-kata anak kecil seperti itu, saya langsung nangis," bebernya. Umi Pipik berharap pernikahan Nathalie dan Arief menjadi pernikahan yang terakhir dan penuh kebahagiaan. "Semoga ini pelayaran terakhir. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, diberikan ketenangan, kebahagiaan, mawaddah warahmah. Menjadi sebaik-baik pakaian satu sama lain, langgeng sampai maut memisahkan. Pokoknya bahagia selalu," pungkasnya.
Kehadiran Umi Pipik di pernikahan Nathalie Holscher dan Arief Fadli (Aripat) bukan sekadar sebagai tamu undangan, melainkan sebagai sosok yang memiliki ikatan emosional mendalam. Pernikahan yang digelar di Swasana Lippo Kuningan Grand Ballroom, Jakarta Selatan, pada Rabu, 22 Juli 2026, menjadi saksi bisu kebahagiaan yang terpancar dari wajah Umi Pipik, namun tak lepas dari genangan air mata haru. Baginya, melihat Nathalie menemukan pasangan hidup adalah sebuah pencapaian yang patut disyukuri. Ia telah menemani Nathalie melewati berbagai fase kehidupan yang penuh tantangan. "Alhamdulillah saya ikut senang. Saya mendoakan buat dia. Melihat dia hari ini bahagia, saya sampai nangis. Semoga tidak ada kesedihan lagi, hari ini menjadi awal kebahagiaan selamanya," ujar Umi Pipik, mengungkapkan perasaannya yang campur aduk antara suka cita dan haru. Ia menambahkan bahwa Nathalie pernah datang padanya di saat-saat terberat, sebuah pengakuan yang menunjukkan betapa kuatnya jalinan persahabatan mereka. "Saya tahu perjalanan Nathalie karena dia sering cerita. Di saat dia terpuruk, dia datang ke saya. Ketika hari ini dia menemukan imamnya, semoga ini menjadi kebahagiaan dia selamanya dan suaminya bisa membimbing Nathalie," tuturnya dengan nada penuh harapan.
Saat bertemu dengan Arief Fadli, Umi Pipik tak lupa menyampaikan pesan yang tulus. "Saya cuma bilang ke suaminya, ‘Titip adik saya. Disayangin, dibahagiain, dimuliain.’ Itu saja," ungkapnya. Pesan ini adalah sebuah amanat yang sarat makna, mengingatkan Arief Fadli akan tanggung jawabnya untuk menjaga dan membahagiakan Nathalie. Umi Pipik memandang Nathalie sebagai sosok perempuan yang luar biasa kuat. Ia mampu bangkit dari keterpurukan dan menemukan kembali cahaya kehidupannya. "Dia kuat. Dia bisa menyembuhkan lukanya dengan caranya sendiri. Saya hanya bisa mendukung selama itu dalam kebaikan," tegas Umi Pipik. Momen yang paling mengharukan bagi Umi Pipik adalah ketika Adzam, putra Nathalie, menyampaikan pesan menyentuh untuk ibundanya dan ayah sambungnya. Adzam mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada sang ibu dan meminta ayah barunya untuk selalu membahagiakan bundanya. "Yang bikin terharu ketika Adzam mengungkapkan perasaannya, berterima kasih kepada bundanya dan menitipkan pesan kepada ayah barunya untuk membahagiakan bunda. Mendengar kata-kata anak kecil seperti itu, saya langsung nangis," bebernya dengan mata berkaca-kaca. Umi Pipik mendoakan agar pernikahan Nathalie dan Arief menjadi akhir dari segala perjuangan dan awal dari kehidupan yang penuh kebahagiaan. "Semoga ini pelayaran terakhir. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, diberikan ketenangan, kebahagiaan, mawaddah warahmah. Menjadi sebaik-baik pakaian satu sama lain, langgeng sampai maut memisahkan. Pokoknya bahagia selalu," pungkasnya, memancarkan doa tulus untuk pasangan pengantin baru.
Pernikahan Nathalie Holscher dan Arief Fadli (Aripat) yang diselenggarakan pada Rabu, 22 Juli 2026, di Swasana Lippo Kuningan Grand Ballroom, Jakarta Selatan, menjadi momen yang penuh kebahagiaan dan haru bagi Umi Pipik. Sebagai sosok yang dekat dengan Nathalie, Umi Pipik tak kuasa menahan tangis saat menyaksikan momen sakral tersebut. "Alhamdulillah saya ikut senang. Saya mendoakan buat dia. Melihat dia hari ini bahagia, saya sampai nangis. Semoga tidak ada kesedihan lagi, hari ini menjadi awal kebahagiaan selamanya," ujar Umi Pipik dengan nada bergetar. Ia mengungkapkan bahwa ia mengetahui perjalanan hidup Nathalie yang penuh liku karena mereka kerap berbagi cerita. "Saya tahu perjalanan Nathalie karena dia sering cerita. Di saat dia terpuruk, dia datang ke saya. Ketika hari ini dia menemukan imamnya, semoga ini menjadi kebahagiaan dia selamanya dan suaminya bisa membimbing Nathalie," tambahnya. Umi Pipik berpesan kepada Arief Fadli untuk menjaga Nathalie. "Saya cuma bilang ke suaminya, ‘Titip adik saya. Disayangin, dibahagiain, dimuliain.’ Itu saja," ungkapnya. Di mata Umi Pipik, Nathalie adalah perempuan yang kuat dan mampu bangkit dari luka. "Dia kuat. Dia bisa menyembuhkan lukanya dengan caranya sendiri. Saya hanya bisa mendukung selama itu dalam kebaikan," katanya. Momen paling menyentuh adalah ketika Adzam, putra Nathalie, menyampaikan pesannya kepada ibunda dan ayah sambungnya. "Yang bikin terharu ketika Adzam mengungkapkan perasaannya, berterima kasih kepada bundanya dan menitipkan pesan kepada ayah barunya untuk membahagiakan bunda. Mendengar kata-kata anak kecil seperti itu, saya langsung nangis," bebernya. Umi Pipik mendoakan agar pernikahan ini menjadi yang terakhir dan penuh kebahagiaan. "Semoga ini pelayaran terakhir. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, diberikan ketenangan, kebahagiaan, mawaddah warahmah. Menjadi sebaik-baik pakaian satu sama lain, langgeng sampai maut memisahkan. Pokoknya bahagia selalu," pungkasnya.
Kehadiran Umi Pipik di resepsi pernikahan Nathalie Holscher dan Arief Fadli (Aripat) pada Rabu, 22 Juli 2026, di Swasana Lippo Kuningan Grand Ballroom, Jakarta Selatan, dipenuhi dengan emosi yang mendalam. Kedekatan Umi Pipik dengan Nathalie membuat momen tersebut terasa sangat personal. "Alhamdulillah saya ikut senang. Saya mendoakan buat dia. Melihat dia hari ini bahagia, saya sampai nangis. Semoga tidak ada kesedihan lagi, hari ini menjadi awal kebahagiaan selamanya," ujar Umi Pipik, mengungkapkan kebahagiaan sekaligus harunya. Ia menambahkan bahwa Nathalie sering berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya, terutama di saat-saat sulit. "Saya tahu perjalanan Nathalie karena dia sering cerita. Di saat dia terpuruk, dia datang ke saya. Ketika hari ini dia menemukan imamnya, semoga ini menjadi kebahagiaan dia selamanya dan suaminya bisa membimbing Nathalie," katanya. Pesan Umi Pipik kepada Arief Fadli sangat sederhana namun penuh makna. "Saya cuma bilang ke suaminya, ‘Titip adik saya. Disayangin, dibahagiain, dimuliain.’ Itu saja," ungkapnya. Umi Pipik memuji ketangguhan Nathalie. "Dia kuat. Dia bisa menyembuhkan lukanya dengan caranya sendiri. Saya hanya bisa mendukung selama itu dalam kebaikan," katanya. Momen yang paling mengharukan bagi Umi Pipik adalah ketika Adzam, putra Nathalie, menyampaikan pesan kepada ibundanya dan ayah sambungnya. "Yang bikin terharu ketika Adzam mengungkapkan perasaannya, berterima kasih kepada bundanya dan menitipkan pesan kepada ayah barunya untuk membahagiakan bunda. Mendengar kata-kata anak kecil seperti itu, saya langsung nangis," bebernya. Umi Pipik mendoakan agar pernikahan ini menjadi yang terakhir dan penuh kebahagiaan. "Semoga ini pelayaran terakhir. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, diberikan ketenangan, kebahagiaan, mawaddah warahmah. Menjadi sebaik-baik pakaian satu sama lain, langgeng sampai maut memisahkan. Pokoknya bahagia selalu," pungkasnya.
Pernikahan Nathalie Holscher dan Arief Fadli (Aripat) yang berlangsung pada Rabu, 22 Juli 2026, di Swasana Lippo Kuningan Grand Ballroom, Jakarta Selatan, turut dihadiri oleh Umi Pipik yang menunjukkan kedekatan emosionalnya. Umi Pipik tak kuasa menahan tangis bahagia melihat Nathalie akhirnya menemukan pasangan hidup. "Alhamdulillah saya ikut senang. Saya mendoakan buat dia. Melihat dia hari ini bahagia, saya sampai nangis. Semoga tidak ada kesedihan lagi, hari ini menjadi awal kebahagiaan selamanya," ujarnya. Ia mengungkapkan bahwa ia mengetahui perjalanan hidup Nathalie karena mereka sering berbagi cerita, terutama saat Nathalie sedang terpuruk. "Saya tahu perjalanan Nathalie karena dia sering cerita. Di saat dia terpuruk, dia datang ke saya. Ketika hari ini dia menemukan imamnya, semoga ini menjadi kebahagiaan dia selamanya dan suaminya bisa membimbing Nathalie," tambahnya. Umi Pipik menyampaikan pesan sederhana kepada Arief Fadli, "Saya cuma bilang ke suaminya, ‘Titip adik saya. Disayangin, dibahagiain, dimuliain.’ Itu saja." Ia memuji ketangguhan Nathalie yang mampu bangkit dari luka. "Dia kuat. Dia bisa menyembuhkan lukanya dengan caranya sendiri. Saya hanya bisa mendukung selama itu dalam kebaikan," katanya. Momen paling mengharukan adalah ketika Adzam, putra Nathalie, menyampaikan pesan menyentuh kepada ibundanya dan ayah sambungnya. "Yang bikin terharu ketika Adzam mengungkapkan perasaannya, berterima kasih kepada bundanya dan menitipkan pesan kepada ayah barunya untuk membahagiakan bunda. Mendengar kata-kata anak kecil seperti itu, saya langsung nangis," bebernya. Umi Pipik mendoakan agar pernikahan ini menjadi yang terakhir dan penuh kebahagiaan. "Semoga ini pelayaran terakhir. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, diberikan ketenangan, kebahagiaan, mawaddah warahmah. Menjadi sebaik-baik pakaian satu sama lain, langgeng sampai maut memisahkan. Pokoknya bahagia selalu," pungkasnya.
Umi Pipik ikut berbahagia menghadiri resepsi pernikahan Nathalie Holscher dan Arief Fadli (Aripat) yang digelar di Swasana Lippo Kuningan Grand Ballroom, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026). Kedekatannya dengan Nathalie membuat momen tersebut begitu emosional baginya. Umi Pipik sempat menangis saat melihat Nathalie akhirnya menemukan pasangan hidup. Menurutnya, ia mengetahui perjalanan hidup Nathalie karena selama ini keduanya kerap berbagi cerita. "Alhamdulillah saya ikut senang. Saya mendoakan buat dia. Melihat dia hari ini bahagia, saya sampai nangis. Semoga tidak ada kesedihan lagi, hari ini menjadi awal kebahagiaan selamanya," ujar Umi Pipik. Ia mengatakan, Nathalie pernah datang kepadanya di masa-masa sulit dan sejak itu hubungan mereka menjadi sangat dekat. "Saya tahu perjalanan Nathalie karena dia sering cerita. Di saat dia terpuruk, dia datang ke saya. Ketika hari ini dia menemukan imamnya, semoga ini menjadi kebahagiaan dia selamanya dan suaminya bisa membimbing Nathalie," katanya. Saat bertemu dengan mempelai pria, Umi Pipik mengaku hanya menyampaikan satu pesan sederhana. "Saya cuma bilang ke suaminya, ‘Titip adik saya. Disayangin, dibahagiain, dimuliain.’ Itu saja," ungkapnya. Di mata Umi Pipik, Nathalie merupakan sosok perempuan yang kuat dan mampu bangkit dari berbagai luka dalam hidupnya. "Dia kuat. Dia bisa menyembuhkan lukanya dengan caranya sendiri. Saya hanya bisa mendukung selama itu dalam kebaikan," katanya. Momen yang paling membekas baginya adalah ketika putra Nathalie, Adzam, menyampaikan pesan menyentuh untuk sang ibu dan ayah sambungnya. "Yang bikin terharu ketika Adzam mengungkapkan perasaannya, berterima kasih kepada bundanya dan menitipkan pesan kepada ayah barunya untuk membahagiakan bunda. Mendengar kata-kata anak kecil seperti itu, saya langsung nangis," bebernya. Menutup pesannya, Umi Pipik berharap pernikahan Nathalie dan Arief menjadi perjalanan rumah tangga terakhir yang penuh kebahagiaan. "Semoga ini pelayaran terakhir. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, diberikan ketenangan, kebahagiaan, mawaddah warahmah. Menjadi sebaik-baik pakaian satu sama lain, langgeng sampai maut memisahkan. Pokoknya bahagia selalu," pungkasnya.

