0

Shandy Sjariff: Ayah Tegas dan Keras, Namun Tetap Asyik dan Penuh Kasih Sayang untuk Kedua Putrinya

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Aktor Shandy Sjariff, yang dikenal publik melalui berbagai peran di layar kaca, baru-baru ini membagikan pandangannya yang mendalam mengenai filosofi pengasuhan yang ia terapkan kepada kedua putri tercintanya. Di balik citranya sebagai figur publik yang kerap tampil memesona, Shandy ternyata adalah seorang ayah yang memegang teguh prinsip keseimbangan dalam mendidik anak. Ia percaya bahwa ketegasan dan keasyikan dapat berjalan beriringan, menciptakan ikatan yang kuat dan harmonis dalam keluarga.

Dalam sebuah kesempatan wawancara yang hangat di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Shandy Sjariff membuka diri tentang dinamika hubungannya dengan kedua putrinya. Ia menggambarkan relasi tersebut sebagai sebuah hubungan ayah dan anak yang pada umumnya, penuh dengan tawa, canda, dan momen kebersamaan yang berharga. "Disiplin dan lain-lain, kita happy-happy bareng-bareng, quality time. Normal aja sih," ungkap Shandy, menekankan bahwa inti dari pengasuhannya adalah menciptakan lingkungan yang positif dan penuh kehangatan. Baginya, kebersamaan dan kualitas waktu yang dihabiskan bersama anak-anak adalah pondasi utama dalam membentuk karakter mereka. Ia tidak hanya fokus pada pencapaian akademis atau kedisiplinan semata, namun juga pada pembangunan emosional dan mental anak-anaknya.

Namun, di balik keasyikan dan kehangatan tersebut, Shandy tidak ragu untuk menunjukkan sisi tegasnya sebagai seorang ayah. Pria berusia 45 tahun ini dengan lugas menyatakan bahwa ketika situasi menuntut, ia akan bertindak lebih tegas, bahkan sedikit lebih keras, demi kebaikan anak-anaknya. "Tapi kalau aku sebagai seorang ayah, memang di saat aku butuh aku lebih tegas atau sedikit lebih keras, ya itu akan aku lakukan," tegasnya. Sikap ini bukanlah bentuk kemarahan atau kekerasan, melainkan sebuah kesadaran akan tanggung jawabnya sebagai orang tua untuk memberikan batasan yang jelas dan mengajarkan konsekuensi dari setiap tindakan. Ia meyakini bahwa ketegasan yang disertai dengan cinta dan pemahaman akan membantu anak-anaknya tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan memiliki moral yang kuat.

Lebih lanjut, Shandy Sjariff menyoroti pentingnya perlakuan yang adil dan setara terhadap kedua putrinya. Ia dengan tegas menegaskan bahwa tidak ada perbedaan perlakuan yang ia berikan, meskipun terdapat perbedaan usia di antara keduanya, yaitu lima tahun. Shandy berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan perhatian, kasih sayang, dan memenuhi kebutuhan kedua putrinya dengan cara yang sama. "Jadi sama. Bentuk kasih sayang, perhatian, apa yang mereka butuhkan, kita usahakan untuk sama. Jadi nggak ada sih perbedaan sama hal-hal itu," jelasnya. Prinsip kesetaraan ini sangat penting bagi Shandy untuk mencegah rasa iri atau kecemburuan di antara saudara kandung, serta memastikan bahwa setiap anak merasa dihargai dan dicintai secara individual. Ia memahami bahwa setiap anak memiliki keunikan dan kebutuhan yang berbeda, namun dalam hal kasih sayang dan perhatian mendasar, keduanya harus mendapatkan porsi yang sama.

Kehadiran putri sulungnya, Diva, dalam wawancara tersebut semakin memperkuat narasi tentang sosok ayah Shandy Sjariff. Diva dengan penuh rasa sayang memberikan penilaian positif terhadap ayahnya, menggambarkannya sebagai sosok ayah yang sangat perhatian terhadap kebutuhan dan keinginan anak-anaknya. "Sebenarnya Papa kalau soal caring sama anak-anak dari kedua anak itu bagus. Soalnya Papa tuh sering perhatiin kebutuhan atau keinginan anak-anaknya," ungkap Diva dengan tulus. Pengakuan ini menunjukkan bahwa ketegasan Shandy tidak pernah mengesampingkan kepeduliannya terhadap tumbuh kembang emosional anak-anaknya. Ia mampu membaca dan merespon apa yang dibutuhkan oleh buah hatinya, baik itu dalam bentuk dukungan moral, material, maupun sekadar kehadiran.

Namun, seperti yang telah diutarakan oleh Shandy, Diva juga tidak menampik sisi tegas sang ayah ketika ia atau adiknya melakukan kesalahan. "Kalau semisal ada salah aku, ya akan tegas gitu. Papa akan tegas sama kita berdua," akunya. Pernyataan ini membuktikan bahwa ketegasan Shandy bukanlah sebuah ancaman kosong, melainkan sebuah bagian integral dari proses pendidikannya. Ia mengajarkan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, dan bahwa penting untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang diperbuat. Ketegasan ini juga disampaikan dengan cara yang mendidik, bukan menghukum secara membabi buta. Shandy berusaha agar anak-anaknya memahami alasan di balik ketegasan tersebut, sehingga mereka dapat belajar dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Dalam mendefinisikan "asyik" sebagai seorang ayah, Shandy Sjariff tampaknya mengacu pada kemampuannya untuk menjadi teman sekaligus pemimpin bagi anak-anaknya. Ia menciptakan ruang di mana anak-anak merasa nyaman untuk berbagi cerita, tawa, dan bahkan kekhawatiran mereka. Kualitas waktu yang dihabiskan bersama bukan hanya sekadar kehadiran fisik, tetapi juga keterlibatan emosional yang mendalam. Ia mungkin meluangkan waktu untuk bermain bersama, menonton film favorit, atau sekadar mengobrol santai tentang hari mereka. Momen-momen inilah yang membentuk kenangan indah dan memperkuat ikatan keluarga.

Pola asuh yang diterapkan Shandy Sjariff bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang tua di luar sana. Ia menunjukkan bahwa menjadi orang tua yang tegas tidak berarti harus menjadi sosok yang dingin atau jauh dari anak-anak. Sebaliknya, ketegasan yang dibalut dengan cinta, perhatian, dan keasyikan dapat menciptakan generasi muda yang tidak hanya disiplin dan bertanggung jawab, tetapi juga memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan orang tua mereka. Dalam dunia yang serba cepat dan penuh tantangan ini, keseimbangan antara ketegasan dan kehangatan dalam pengasuhan anak menjadi semakin krusial. Shandy Sjariff membuktikan bahwa kedua aspek tersebut dapat dijalin dengan harmonis, menghasilkan anak-anak yang tangguh, bahagia, dan berkarakter mulia. Ia adalah contoh nyata bahwa seorang ayah bisa menjadi pelindung yang tegas, sekaligus sahabat yang selalu ada, menciptakan lingkungan keluarga yang ideal untuk tumbuh kembang buah hati.