Rangkaian perjalanan dakwah Pengurus Pusat Angkatan Muda Rifa’iyah (PP AMRI) di Pulau Sumatera akhirnya sampai pada titik klimaks dengan suksesnya penyelenggaraan agenda di Kota Binjai, Sumatera Utara. Safari dakwah yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP AMRI, Abdul Kholiq, M.Pd., AH., ini bukan sekadar perjalanan rutin, melainkan langkah strategis dalam mewujudkan visi besar organisasi, yakni "2029 AMRI Go Nasional". Penutupan roadshow di Kota Binjai ini menjadi tonggak bersejarah dengan resminya pembentukan Pengurus Daerah (PD) AMRI Kota Binjai, yang diharapkan menjadi motor penggerak dakwah Rifa’iyah di tanah Sumatera.
Agenda penutup ini berlangsung dalam dua hari yang penuh khidmat. Pada Kamis, 18 Juni 2026, rombongan PP AMRI menyapa masyarakat di Yayasan Hj. Fauziah. Pertemuan ini dihadiri oleh sekitar 68 jemaah yang menyambut hangat kehadiran para pengurus pusat. Atmosfer kekeluargaan semakin terasa pada hari berikutnya, Jumat, 19 Juni 2026, saat PP AMRI menggelar Gebyar Muharram di Masjid Al-Huda, Binjai Timur. Kegiatan ini menarik perhatian lebih luas dengan kehadiran sekitar 100 jemaah dari berbagai latar belakang. Gebyar Muharram tersebut tidak hanya menjadi wadah syiar Islam, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi organisasi melalui Musyawarah Daerah (MUSDA) PD AMRI Kota Binjai. Dalam suasana musyawarah yang demokratis dan penuh ukhuwah, para peserta sepakat memberikan amanah kepada H. Hendrik untuk memimpin PD AMRI Kota Binjai sebagai ketua terpilih.
Dalam setiap ceramahnya selama rangkaian safari, Abdul Kholiq secara konsisten mengenalkan pemikiran dan ajaran KH Ahmad Rifa’i ibn Muhammad. Hal ini menjadi krusial mengingat audiens yang hadir mayoritas berasal dari masyarakat suku Karo dan komunitas Puja Kesuma (Putra Jawa Kelahiran Sumatera) yang memiliki semangat keagamaan tinggi namun masih awam terhadap literatur khas Rifa’iyah. Abdul Kholiq menekankan bahwa ajaran KH Ahmad Rifa’i yang tertuang dalam karya-karya beliau merupakan warisan intelektual yang sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman. Ia membedah tiga pilar utama dalam ajaran Tarajumah yang menjadi identitas keilmuan Rifa’iyah, yaitu kedalaman ushuluddin, ketepatan fikih, dan kelembutan tasawuf. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam membentuk pribadi Muslim yang kaffah.
Untuk mempermudah pemahaman masyarakat, PP AMRI memperkenalkan MPKT (Metode Pengajaran Kitab Tarajumah). Kitab ini merupakan hasil susunan para masyayikh Rifa’iyah dari Pati yang diterbitkan oleh PD UMRI Pati. MPKT berfungsi sebagai syarh atau penjelasan mendalam atas kitab Ri’ayatul Himmah karya besar KH Ahmad Rifa’i. Menariknya, meskipun banyak peserta yang bukan berasal dari latar belakang warga Rifa’iyah, antusiasme mereka untuk mempelajari MPKT sangat luar biasa. Mereka melihat kitab ini sebagai sarana sistematis untuk memahami Islam yang memadukan akidah yang lurus, syariat yang praktis, dan akhlak yang mulia. Respons positif ini menjadi indikator bahwa ajaran Rifa’iyah memiliki daya tarik universal bagi masyarakat di luar basis tradisionalnya.
Kehadiran sosok H. Hendrik sebagai Ketua PD AMRI Kota Binjai membawa angin segar bagi masa depan organisasi di Sumatera Utara. Dalam pidato perdananya, H. Hendrik menegaskan komitmen untuk memperkuat kaderisasi dan memperluas jangkauan dakwah. Ia melihat ada celah dakwah yang sangat luas di daerah-daerah yang penduduk Muslimnya masih minoritas, seperti di wilayah Pulau Nias, Tapanuli, hingga Simalungun. Menurutnya, Rifa’iyah memiliki potensi besar untuk hadir di tengah masyarakat tersebut, baik melalui jalur dakwah kultural, pendidikan Islam, maupun pemberdayaan ekonomi umat. Sinergi antara PD AMRI Kota Binjai dan PP AMRI akan difokuskan untuk membangun pusat-pusat pembinaan bagi generasi muda di wilayah-wilayah strategis tersebut.

Kerja sama yang direncanakan oleh pengurus daerah di Sumatera Utara ini sejalan dengan misi nasional PP AMRI. Dengan membuka pintu dakwah di wilayah minoritas, Rifa’iyah tidak hanya memperluas jangkauan organisasinya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menjaga moderasi beragama dan penguatan literasi keislaman di tengah masyarakat yang beragam. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin, yang mengedepankan persaudaraan di atas segala perbedaan.
Berakhirnya rangkaian roadshow di Kota Binjai ini menandai selesainya safari dakwah PP AMRI di Pulau Sumatera untuk periode ini. Sepanjang perjalanan, tim PP AMRI telah berhasil melakukan pemetaan wilayah, mempererat silaturahim dengan tokoh-tokoh lokal, serta melantik berbagai kepengurusan baru di tingkat wilayah maupun daerah. Keberhasilan ini membuktikan bahwa semangat untuk menyebarkan ajaran KH Ahmad Rifa’i semakin diterima dengan tangan terbuka di berbagai penjuru Nusantara.
PP AMRI kini memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk melangkah menuju tahun 2029. Visi "AMRI Go Nasional" bukan lagi sekadar slogan, melainkan realitas yang sedang dibangun di atas komitmen kader-kader muda yang militan dan berwawasan luas. Dengan semakin tumbuhnya jaringan organisasi di daerah-daerah luar Jawa, PP AMRI optimis dapat terus berkontribusi dalam pembangunan karakter bangsa melalui pendidikan Islam yang bersumber pada kitab-kitab Tarajumah.
Ke depan, tantangan yang dihadapi tentu tidak mudah. Namun, dengan semangat persatuan, silaturahim yang terus dijaga, dan metode dakwah yang adaptif terhadap kearifan lokal, AMRI yakin dapat terus tumbuh. Kesuksesan di Binjai menjadi bukti bahwa dakwah yang dilakukan dengan tulus dan sistematis akan selalu menemukan tempat di hati umat. Para pengurus yang baru dilantik diharapkan segera bekerja secara taktis dalam menjalankan program kerja, terutama dalam penguatan basis kaderisasi di tingkat akar rumput.
Sebagai penutup dari rangkaian safari yang panjang ini, PP AMRI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memfasilitasi kegiatan dakwah ini, mulai dari yayasan, pengurus masjid, hingga masyarakat setempat yang sangat ramah dalam menyambut rombongan. Hubungan baik yang telah terjalin ini adalah aset berharga yang harus terus dipelihara. Safari dakwah ini telah meninggalkan kesan mendalam dan harapan besar bagi kebangkitan gerakan muda Rifa’iyah di Sumatera Utara. Dengan doa dan kerja keras, visi besar untuk membumikan ajaran Islam yang diajarkan oleh KH Ahmad Rifa’i akan terus bergema dari Sumatera hingga pelosok Nusantara lainnya, membawa keberkahan bagi umat dan bangsa.
Keberhasilan pembentukan PD AMRI Kota Binjai ini diharapkan dapat memicu munculnya PD AMRI di kabupaten/kota lainnya di Sumatera Utara. Keberadaan struktur organisasi yang kuat di daerah akan memastikan bahwa dakwah yang dilakukan tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan berkelanjutan melalui kajian-kajian rutin dan aksi sosial yang bermanfaat. Dengan demikian, visi 2029 bukan hanya tentang angka, tetapi tentang sejauh mana kehadiran AMRI dapat dirasakan manfaatnya oleh umat di seluruh pelosok Indonesia.

