BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Keputusan mengejutkan datang dari Megawati Hangestri Pertiwi, opposite andalan Timnas voli Indonesia, yang memilih untuk mundur dari skuad Merah Putih. Keputusan ini diambil demi fokus pada pengembangan karier profesionalnya di kancah voli internasional. Pernyataan ini tentu menimbulkan tanya, mengingat Timnas merupakan salah satu puncak pencapaian bagi setiap atlet nasional. Namun, Megawati, yang akrab disapa "Megatron", tampaknya memiliki perhitungan tersendiri. Surat resmi pengunduran dirinya telah dilayangkan kepada Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) pada tanggal 27 April lalu. Keputusan ini semakin mengejutkan lantaran namanya telah terdaftar dalam daftar pemain yang dipanggil untuk pemusatan latihan nasional (Pelatnas) sebagai persiapan menghadapi berbagai ajang internasional.
"Keputusan ini saya ambil dengan pertimbangan yang matang, termasuk fokus pada pengembangan karier profesional, kondisi fisik, serta rencana pribadi ke depan," demikian bunyi pernyataan Megawati yang dikutip dari akun sosial media Indonesian Volleyball. Kehadiran Megawati dalam Timnas voli Indonesia sejatinya sangat diharapkan, mengingat kualitas dan pengalamannya yang mumpuni. Tak dapat dipungkiri, kontribusinya kerap memberikan dampak positif bagi pencapaian Timnas di berbagai ajang internasional. Pertanyaannya kini, seperti apa rekam jejak Megawati sebelum akhirnya ia memutuskan untuk mengambil langkah berani ini?
Perjalanan karier Megawati Hangestri Pertiwi dimulai dari kota kelahirannya, Jember, pada 20 September 1999. Kecintaannya pada dunia voli mulai tumbuh sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia memulai perjalanannya dari nol, mengikuti pembinaan yang intensif bersama klub Bank Jatim. Secara resmi, ia bergabung dengan klub Surabaya Bank Jatim pada Agustus 2013. Kiprahnya di Livoli Divisi Utama pun tak luput dari perhatian, ia berhasil masuk dalam kompetisi bergengsi tersebut pada tahun 2015 dan kembali pada tahun 2022, masih bersama klub yang sama. Tak berhenti di situ, kesempatan untuk berlaga di kompetisi tertinggi bola voli Indonesia, Proliga, pun menghampirinya, meski ia berpindah ke klub lain. Puncaknya, ia bahkan menorehkan pengalaman berharga bermain di luar negeri, memperkuat tim Jungkwanjang Red Sparks di Korea Selatan, sebuah pencapaian yang jarang diraih atlet voli putri Indonesia.

Selain berkarier di liga domestik dan internasional, Megawati juga sempat menjajal peruntungannya bersama klub BBSK pada Agustus 2015. Namun, kerja sama tersebut tidak berlangsung lama, dan pada Oktober tahun yang sama, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerjasama. Sepanjang perjalanan kariernya di level klub, Megawati tak jarang mendapatkan panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia. Ia telah membuktikan kemampuannya di berbagai ajang, baik single event seperti Asian Challenge Cup, ASEAN Grand Prix, maupun VTV Cup, serta multievent bergengsi seperti SEA Games.
Bersama Timnas, pemain berpostur 185 cm ini telah berhasil mengumpulkan sembilan medali, baik perak maupun perunggu. Debutnya di Timnas terjadi pada SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, di mana ia berhasil mempersembahkan medali perak. Sejak saat itu, ia hampir selalu menjadi langganan Timnas di ajang SEA Games, hingga edisi terakhir di SEA Games Thailand 2025, di mana ia dan rekan-rekannya harus puas dengan medali perunggu. Pencapaian serupa juga diraih Timnas voli putri pada SEA Games 2019, 2021, dan 2023. Di ajang single event, Megawati dan timnya meraih medali perak di ASEAN Grand Prix 2019, dan kembali meraih medali perunggu pada tiga tahun setelahnya. Prestasi individunya pun tak kalah mentereng; ia berhasil menyabet predikat sebagai Best Opposite Hitter dalam 2nd ASEAN Grand Prix yang diselenggarakan pada tahun 2022.
Kini, dengan keputusannya untuk mundur dari Timnas, Megawati memilih untuk menapaki babak baru dalam kariernya. Keputusan ini diambil di tengah jadwal padat yang menanti Timnas voli Indonesia. Beberapa kejuaraan besar seperti AVC Nation’s Cup for Women 2026, 6th SEA V League for Women, dan AVC Continental Cup for Women telah menanti. Selain itu, multievent seperti Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, serta SEA Games 2027 di Malaysia juga menjadi agenda penting. Meski demikian, Megawati menegaskan keyakinannya atas langkah yang diambilnya. "Saya percaya ini adalah langkah terbaik yang dapat saya ambil saat ini," ujarnya, menandakan komitmennya untuk fokus pada pengembangan diri dan karier profesionalnya di masa depan. Keputusan ini tentu menjadi sebuah titik balik penting bagi Megawati, yang diharapkan dapat membawa namanya semakin bersinar di kancah voli dunia.

