0

Dewi Perssik Meradang Dikabarkan Meninggal, Penyebar Hoax Live di Medsos

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pedangdut ternama Dewi Perssik tak mampu lagi menahan amarahnya. Kali ini, pemilik "Goyang Gergaji" ini dibuat berang oleh ulah oknum netizen di media sosial TikTok yang menyebarkan kabar hoaks bahwa dirinya telah meninggal dunia melalui siaran langsung (live streaming). Dewi Perssik menilai aksi para penyebar hoaks tersebut sudah sangat keterlaluan dan melewati batas kewajaran dibandingkan dengan konten hoaks pada umumnya. Perbedaan mendasar yang membuatnya geram adalah sifat siaran langsung yang masif dan dilakukan secara bergantian oleh belasan akun sekaligus, bukan sekadar unggahan video biasa.

"Kalau teman-teman yang lain kan paling bikinin konten, mobilnya apa kecelakaan, ringsek. Kalau aku tuh nggak kayak gitu gitu," ujar Dewi Perssik dengan nada kesal saat ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Sabtu (2/5/2026). Sebelumnya, Dewi Perssik mengaku masih bisa bersikap tenang jika hanya diisukan meninggal dunia melalui konten video singkat. Namun, kali ini para pelaku menggunakan fitur live secara bergantian untuk menyebarkan narasi palsu mengenai kematiannya dengan detail yang mencekam.

"Coba kemarin sih kalau bikin konten sih gak apa-apa. Cuma kalau di-live-in kan kesal. Udah gitu aku di-invite lagi coba. Kan kurang ajar banget," lanjutnya, mengungkapkan rasa frustrasinya atas cara penyebaran hoaks yang sangat pribadi dan menyerang. Kejadian ini terasa semakin menyakitkan baginya karena para pelaku tidak hanya sekadar mengunggah kabar bohong, tetapi juga membangun sebuah kronologi palsu yang sangat mendetail, seolah-olah kejadian tersebut benar-benar terjadi. Mereka bahkan secara terus-menerus selama tiga hari berturut-turut menyertakan foto mobil yang ringsek dan narasi duka cita dalam siaran langsung tersebut, menciptakan ilusi keparahan dan realitas yang menyesatkan bagi penonton.

"Mau diberitakan hoax ya terserah. Tapi kalau di-live-in sampai live-nya itu bilang kronologi kejadian kecelakaan itu kan seolah-olah benar," tegas Dewi Perssik, menekankan betapa berbahayanya penyebaran hoaks melalui format siaran langsung yang lebih interaktif dan meyakinkan. Ia merasa bahwa para pelaku sengaja menciptakan kepanikan dan kesedihan di kalangan penggemarnya dengan detail yang dibuat-buat.

Dalam upaya mengklarifikasi keadaan dirinya yang sebenarnya, Dewi Perssik bahkan sempat mencoba masuk ke dalam salah satu siaran langsung tersebut. Ia berharap kehadirannya dapat segera menghentikan penyebaran informasi palsu tersebut dan para pelaku dapat segera menyadari kesalahannya. Namun, bukannya mendapatkan permintaan maaf atau pengakuan, ia justru disambut dengan ejekan dan penghinaan yang sangat tidak pantas dari para pemilik akun.

"Aku masuk, aku bilang, ‘Mbak, eh ini aku lho! Masa ini Dewi Perssik?’, katanya. Mereka itu ngetawain aku, mereka itu menghina aku. Maksudnya, ‘Lah ini Kuntilanak ini, bukan Dewi Perssik’," terangnya dengan nada miris, menceritakan bagaimana kehadirannya justru dijadikan bahan tertawaan dan dihina dengan sebutan yang sangat tidak manusiawi. Perlakuan ini tentu saja semakin menambah luka dan kekecewaan Dewi Perssik terhadap oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Merasa dirugikan dan nama baiknya dicemarkan, Dewi Perssik tidak tinggal diam. Ia telah mengambil langkah serius untuk menindaklanjuti kasus ini. Saat ini, Dewi Perssik telah mengantongi bukti rekaman dari sekitar 16 akun TikTok yang teridentifikasi terlibat dalam aksi penyebaran hoaks tersebut. Bukti-bukti ini menjadi dasar kuat untuk membuktikan perbuatan para pelaku.

Lebih lanjut, Dewi Perssik juga telah berkoordinasi dengan kuasa hukumnya, Sandy Arifin, untuk membawa masalah ini ke ranah hukum. Langkah ini diambil demi memberikan efek jera yang signifikan kepada para pelaku penyebar berita bohong, serta untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari. Dewi Perssik berharap agar penegakan hukum dapat memberikan keadilan baginya dan juga menjadi peringatan keras bagi siapa saja yang berniat menyebarkan informasi palsu yang dapat merugikan orang lain.

Kasus ini menyoroti semakin maraknya penyebaran hoaks di media sosial, terutama melalui fitur siaran langsung yang memiliki jangkauan dan dampak yang lebih luas. Dewi Perssik sendiri, sebagai figur publik, seringkali menjadi sasaran empuk penyebaran informasi yang tidak benar. Namun, kali ini, ia memilih untuk melawan dan tidak membiarkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab merusak reputasi dan ketenangan hidupnya. Tindakannya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi korban hoaks lainnya untuk berani bersuara dan menempuh jalur hukum.

Pihak kepolisian nantinya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut berdasarkan bukti-bukti yang telah dikumpulkan oleh Dewi Perssik dan tim kuasa hukumnya. Proses hukum ini diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan keadilan yang sepadan bagi Dewi Perssik. Penggunaan media sosial, khususnya fitur siaran langsung, seharusnya digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Menyebarkan berita bohong, apalagi yang bersifat fitnah dan mencemarkan nama baik, merupakan tindakan pidana yang dapat berujung pada sanksi hukum yang berat.

Dewi Perssik, yang dikenal dengan kepribadiannya yang kuat dan vokal, kali ini menunjukkan sisi ketegasannya dalam menghadapi ancaman dan kebohongan. Ia tidak hanya sekadar marah, tetapi juga mengambil tindakan nyata untuk memberantas penyebaran hoaks. Hal ini menjadi bukti bahwa figur publik pun memiliki hak untuk dilindungi dari serangan-serangan negatif di dunia maya. Harapannya adalah agar insiden ini menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh pengguna media sosial mengenai pentingnya verifikasi informasi sebelum dibagikan dan dampak buruk dari penyebaran berita bohong.

Penyebaran hoaks mengenai kematian seseorang adalah salah satu bentuk penyalahgunaan media sosial yang paling keji. Hal ini tidak hanya merugikan individu yang menjadi korban, tetapi juga dapat menimbulkan kesedihan dan kepanikan bagi keluarga, kerabat, dan penggemarnya. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk bersama-sama memerangi penyebaran hoaks dan menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat dan aman. Dengan adanya tindakan hukum yang tegas, diharapkan dapat tercipta efek jera yang kuat dan kesadaran akan pentingnya menjaga etika bermedia sosial.

Kasus ini juga memunculkan diskusi mengenai regulasi yang lebih ketat terkait penyebaran konten di platform media sosial, terutama pada fitur siaran langsung. Perlu ada mekanisme yang lebih efektif untuk memantau dan menindak akun-akun yang kerap menyalahgunakan fitur tersebut untuk tujuan negatif. Kolaborasi antara platform media sosial, aparat penegak hukum, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih bertanggung jawab dan bebas dari hoaks. Dewi Perssik telah mengambil langkah penting, dan kini publik menantikan bagaimana proses hukum selanjutnya akan berjalan untuk memberikan keadilan dan memberikan contoh yang baik.