BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang semakin dekat, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Bapak Erick Thohir, menyampaikan pesan penting kepada seluruh anggota Gerakan Pramuka Indonesia. Pesan ini disampaikan dalam momentum Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 yang juga bertepatan dengan pelaksanaan Jambore Nasional XII. Dalam amanat yang dibacakan oleh Menpora Erick Thohir, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, menekankan pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam menjaga persatuan bangsa dan mempersiapkan generasi muda untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Peringatan Hari Pramuka tahun ini memiliki makna ganda, karena berdekatan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI yang jatuh pada tanggal 17 Agustus. Hal ini menjadi pengingat bahwa Gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler yang bersifat seremonial, melainkan sebuah wadah strategis dalam pembentukan karakter bangsa. Menpora Erick Thohir menegaskan, "Indonesia Emas 2045 adalah masa depan kalian. Bapak Presiden berpesan agar adik-adik Pramuka terus belajar, berlatih, berkarya, dan menjaga persatuan bangsa." Pernyataan ini menggarisbawahi tanggung jawab besar yang diemban oleh generasi muda Pramuka dalam mewujudkan cita-cita besar bangsa.
Lebih lanjut, Menpora Erick Thohir memaparkan tiga karakter fundamental yang dinilai krusial bagi pemuda Indonesia untuk dapat berkontribusi secara optimal dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ketiga karakter tersebut adalah patriotik, gigih, dan berempati. Ketiga nilai luhur ini telah dirumuskan dan dimasukkan ke dalam Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia yang disusun oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Desain ini menjadi panduan komprehensif dalam upaya pengembangan potensi dan karakter generasi muda di seluruh tanah air.
Menpora Erick Thohir juga menekankan bahwa pembentukan karakter yang kokoh tidak dapat dicapai hanya melalui pembelajaran di dalam kelas semata. Pengalaman nyata, latihan yang konsisten, keteladanan dari para pembina dan pemimpin, serta lingkungan yang kondusif merupakan elemen-elemen penting yang harus diintegrasikan dalam proses pendidikan karakter. "Karakter tidak terbentuk dalam satu hari dan tidak cukup hanya melalui pelajaran di dalam kelas. Pembentukan karakter terjadi melalui latihan, pengalaman, keteladanan, dan lingkungan yang baik sejak bangku sekolah hingga perguruan tinggi," tegas Menpora. Pernyataan ini menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam membina generasi muda, yang melibatkan berbagai aspek kehidupan mereka.
Dalam menghadapi era modern yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, tantangan dalam membentuk karakter pemuda menjadi semakin kompleks. Menpora Erick Thohir mendorong Gerakan Pramuka untuk senantiasa beradaptasi dengan perubahan zaman, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur kepramukaan. Nilai-nilai seperti disiplin, semangat gotong royong, dan kepedulian sosial harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap kegiatan pembinaan generasi muda. Kemampuan adaptasi ini penting agar Pramuka tetap relevan dan efektif dalam menjawab tantangan masa depan.
Upaya strategis dalam pembentukan karakter pemuda melalui Gerakan Pramuka juga membutuhkan sinergi yang kuat antar berbagai kementerian. Khususnya, kolaborasi antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menjadi sangat vital. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan karakter pemuda secara menyeluruh, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
Dengan demikian, Gerakan Pramuka diharapkan tidak hanya berhenti sebagai organisasi kepanduan semata, melainkan berkembang menjadi sebuah ruang yang dinamis bagi generasi muda untuk membangun karakter yang kuat, menumbuhkan keterampilan yang relevan, dan mempersiapkan diri secara optimal untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Pesan Menpora Erick Thohir yang disampaikan menjelang HUT ke-81 RI ini menegaskan kembali bahwa generasi muda, khususnya anggota Pramuka, adalah aset berharga dan kunci utama dalam upaya mewujudkan cita-cita besar bangsa, yaitu Indonesia Emas 2045.
Presiden Prabowo Subianto, melalui amanat yang dibacakan oleh Menpora Erick Thohir, juga menyoroti pentingnya Gerakan Pramuka sebagai garda terdepan dalam menggembleng generasi muda agar memiliki jiwa patriotik yang tinggi. Jiwa patriotik ini akan menjadi perekat kebangsaan dan modal utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menpora menambahkan, "Semangat cinta tanah air yang tertanam sejak dini melalui kegiatan Pramuka akan membentuk generasi muda yang bangga menjadi bangsa Indonesia dan siap membela serta memajukan negerinya."
Pesan mengenai pentingnya persatuan bangsa juga dikumandangkan dengan kuat. Dalam konteks Indonesia yang majemuk, persatuan adalah kunci utama kemajuan. Menpora Erick Thohir menekankan bahwa Pramuka, dengan semboyan "Satu Pramuka, Satu Indonesia," memiliki peran strategis untuk merajut kembali kebhinekaan dan menumbuhkan rasa persaudaraan di antara sesama anak bangsa. "Di tengah perbedaan yang ada, Pramuka mengajarkan kita untuk saling menghargai, saling membantu, dan bersatu padu demi kepentingan bersama. Ini adalah modal sosial yang tak ternilai harganya untuk menghadapi berbagai tantangan global," ujar Menpora.
Lebih jauh lagi, Menpora Erick Thohir mengaitkan pesan ini dengan upaya Kemenpora dalam menyusun Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia. Desain ini tidak hanya berfokus pada nilai-nilai luhur seperti patriotisme, kegigihan, dan empati, tetapi juga mencakup pengembangan kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan di era digital. "Kita ingin generasi muda kita tidak hanya berkarakter baik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, melek teknologi, dan mampu bersaing di kancah internasional," jelas Menpora.
Peran Pramuka dalam mengembangkan kegigihan juga disorot. Menpora Erick Thohir mengibaratkan kegigihan seperti proses pendakian gunung yang penuh tantangan. "Setiap rintangan yang dihadapi Pramuka dalam kegiatan di alam terbuka mengajarkan mereka untuk tidak mudah menyerah, pantang putus asa, dan terus berusaha mencapai puncak. Semangat inilah yang kita butuhkan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045," tuturnya. Kegigihan ini akan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa dan meraih cita-cita.
Aspek empati, atau kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain, juga menjadi fokus utama. Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa empati adalah pondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan peduli. "Melalui kegiatan bakti sosial, Pramuka diajak untuk merasakan penderitaan sesama, memberikan bantuan, dan menumbuhkan rasa kasih sayang. Ini adalah bentuk nyata dari pengamalan Pancasila dan menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki hati yang mulia," imbuhnya.
Menpora juga menyentil tentang pentingnya peran teknologi dalam kepramukaan. "Kita tidak bisa menutup mata terhadap kemajuan teknologi. Pramuka harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk belajar, berkomunikasi, dan menyebarkan nilai-nilai positif. Namun, jangan sampai teknologi justru menjauhkan kita dari nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan," pesan Menpora.
Komitmen pemerintah dalam mendukung Gerakan Pramuka juga dipertegas. Menpora Erick Thohir menyatakan bahwa Kemenpora akan terus berupaya menciptakan program-program yang inovatif dan relevan bagi Pramuka. Selain itu, sinergi dengan kementerian lain seperti Kementerian Pendidikan diharapkan semakin kuat. "Kita ingin memastikan bahwa Pramuka menjadi wadah yang efektif dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing, siap menyambut masa depan yang gemilang," pungkas Menpora.
Pesan Menpora Erick Thohir ini merupakan refleksi dari komitmen kuat pemerintah untuk menempatkan generasi muda, khususnya anggota Gerakan Pramuka, sebagai subjek utama dalam pembangunan bangsa. Dengan fokus pada pembentukan karakter, penguatan persatuan, dan peningkatan kapasitas, Indonesia optimis dapat mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Semangat kepramukaan yang telah teruji waktu diharapkan akan terus membimbing generasi penerus bangsa untuk menjadi pribadi yang unggul dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
