BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Menjelang gelaran akbar Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara tuan rumah, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Timnas Spanyol kini tengah menjadi sorotan utama dan diprediksi sebagai salah satu unggulan kuat untuk meraih gelar juara. Prediksi ini tidak datang tanpa dasar yang kuat, melainkan berdasarkan performa impresif mereka, terutama setelah keberhasilan menjuarai Euro 2024. Namun, di tengah pujian dan ekspektasi yang tinggi, skuad La Furia Roja menunjukkan sikap yang patut dicontoh: tetap membumi dan fokus pada persiapan matang.
Salah satu sumber yang menyoroti status unggulan Spanyol adalah Reuters. Melalui survei yang melibatkan ratusan ekonom dari 160 negara di berbagai benua, Reuters merilis prediksi mereka untuk Piala Dunia 2026. Dalam survei tersebut, Prancis menempati posisi teratas dengan peluang juara mencapai 35 persen. Namun, yang menarik perhatian adalah posisi kedua yang ditempati oleh Spanyol dengan perolehan angka yang tidak kalah signifikan, yaitu 31 persen. Angka ini menunjukkan bahwa Spanyol dipandang memiliki potensi besar untuk bersaing di level tertinggi dan bahkan berpeluang untuk mengangkat trofi juara dunia untuk pertama kalinya sejak tahun 2010. Keberhasilan ini juga dikaitkan dengan perkembangan sepak bola di level klub Spanyol yang terus melahirkan talenta-talenta muda berbakat yang siap meneruskan estafet kejayaan.
Status Spanyol sebagai unggulan juara semakin menguat dengan keberhasilan mereka menjuarai Euro 2024. Gelar ini menjadi bukti nyata bahwa tim asuhan Luis de la Fuente memiliki komposisi pemain yang solid, taktik yang efektif, dan mental juara yang kuat. Momentum positif dari Euro 2024 ini tentu menjadi modal berharga bagi Spanyol dalam menghadapi turnamen sekelas Piala Dunia. Namun, alih-alih larut dalam euforia dan merasa superior, para pemain Spanyol justru menunjukkan sikap rendah hati dan fokus pada proses. Mikel Oyarzabal, salah satu penggawa kunci timnas, dengan tegas menyatakan bahwa timnya tidak merasa lebih baik dari tim lain meskipun memiliki status sebagai favorit.
"Kami merasa percaya diri dan sangat siap untuk beraksi. Kami tidak merasa lebih baik dari siapa pun. Kami tetap membumi, tetapi kami percaya pada diri kami sendiri. Itu adalah sesuatu yang selalu ditekankan oleh bos, dan saya rasa itu sangat penting bagi kesuksesan kami di EURO dua tahun lalu," ujar Oyarzabal dalam kutipan yang dilansir oleh situs FIFA. Pernyataan ini mencerminkan kedewasaan tim dan pemahaman yang mendalam tentang betapa ketatnya persaingan di level internasional. Pengalaman menjuarai Euro dua tahun sebelumnya menjadi pelajaran berharga bagi mereka untuk tidak pernah meremehkan lawan dan selalu menjaga fokus serta determinasi.
Lebih lanjut, Oyarzabal menekankan pentingnya dukungan dari seluruh elemen tim, baik pemain inti maupun pengganti. "Kami harus mendukung diri kami sendiri, memercayai orang-orang di sekitar kami, dan mengingat bahwa pemain inti maupun pengganti akan memberikan segalanya untuk tim. Saya pikir itu adalah kuncinya waktu itu, dan bisa jadi akan seperti itu lagi sekarang," tambahnya. Filosofi ini sangat krusial dalam sebuah turnamen panjang seperti Piala Dunia, di mana kedalaman skuad dan kemampuan untuk merotasi pemain menjadi faktor penentu. Spanyol menyadari bahwa setiap pemain memiliki peran penting, dan semangat kolektivitas serta saling mendukung adalah kunci untuk mencapai puncak.
Dalam persiapannya menuju Piala Dunia 2026, Spanyol tergabung dalam Grup H bersama tim-tim yang memiliki karakteristik berbeda. Lawan-lawan mereka di fase grup adalah Tanjung Verde, Arab Saudi, dan Uruguay. Meskipun secara teori Spanyol diunggulkan untuk lolos dari grup ini, mereka tetap menyikapi setiap pertandingan dengan serius. Pertandingan pertama Spanyol akan dilakoni pada 16 Juni dini hari WIB melawan Tanjung Verde di Mercedes-Benz Stadium. Pertandingan ini akan menjadi ujian awal bagi Spanyol untuk menunjukkan konsistensi permainan dan menerapkan strategi yang telah disiapkan oleh pelatih Luis de la Fuente.
Sejarah menunjukkan bahwa Spanyol memiliki tradisi kuat di pentas sepak bola internasional. Mereka pernah meraih gelar Piala Dunia pada tahun 2010 di Afrika Selatan, sebuah pencapaian bersejarah yang dipimpin oleh generasi emas seperti Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Iker Casillas. Sejak saat itu, meskipun mengalami pasang surut, Spanyol selalu menjadi tim yang diperhitungkan. Kehadiran pemain-pemain muda berbakat yang kini telah berkembang menjadi pemain kelas dunia, seperti Pedri, Gavi, Ansu Fati, dan Nico Williams, memberikan optimisme baru bagi para penggemar Spanyol. Mereka membawa energi, kecepatan, dan kreativitas yang diharapkan dapat membawa Spanyol kembali ke tahta tertinggi sepak bola dunia.
Selain itu, faktor Luis de la Fuente sebagai pelatih juga menjadi elemen penting. De la Fuente berhasil mentransformasi timnas Spanyol menjadi tim yang lebih dinamis, solid, dan efektif. Pendekatannya yang mengedepankan penguasaan bola, permainan pressing yang intens, dan transisi cepat telah terbukti berhasil. Kepercayaannya pada pemain muda dan kemampuannya untuk menciptakan ikatan kuat di dalam tim menjadi modal berharga dalam membangun skuad yang solid dan bermental juara.
Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi pertama yang diikuti oleh 48 tim, sebuah format baru yang diharapkan akan meningkatkan persaingan dan memberikan kesempatan lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk berpartisipasi. Tiga negara tuan rumah, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, akan menjadi tuan rumah bersama, menciptakan sebuah perayaan sepak bola global yang meriah. Stadion-stadion megah di ketiga negara tersebut siap menyambut para pesepakbola terbaik dunia dan jutaan penggemar dari seluruh penjuru bumi.
Dengan segala potensi yang dimiliki, Spanyol memang layak disebut sebagai salah satu unggulan juara. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh Mikel Oyarzabal, kunci sukses mereka di masa lalu dan di masa depan adalah sikap membumi, kerja keras, dan kepercayaan pada kemampuan diri sendiri serta rekan satu tim. Fokus pada setiap pertandingan, menghormati setiap lawan, dan terus belajar dari setiap pengalaman akan menjadi formula bagi Spanyol untuk mewujudkan impian mereka meraih gelar juara dunia kedua di Piala Dunia 2026. Perjalanan masih panjang, namun dengan mentalitas yang tepat, La Furia Roja memiliki kans besar untuk kembali mengukir sejarah.

