0

Angkot di Depok Bakal Mengaspal dengan Armada Mobil Listrik, Wuling Mitra EV Siap Jadi Angkutan Umum Ramah Lingkungan

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Depok semakin memantapkan langkahnya menuju masa depan transportasi yang lebih hijau dan berkelanjutan. Pemerintah Kota Depok, melalui Dinas Perhubungan, kini tengah gencar menyiapkan program ambisius untuk mengkonversi armada angkutan perkotaan (angkot) menjadi kendaraan listrik. Langkah ini bukan sekadar tren semata, melainkan sebuah komitmen nyata untuk mengurangi jejak karbon dan menciptakan lingkungan udara yang lebih bersih di salah satu kota penyangga ibu kota tersebut.

Secara resmi, Dinas Perhubungan Kota Depok telah mengumumkan bahwa angkot bertenaga listrik ini akan menggunakan model Wuling Mitra EV. Mobil listrik komersial ini sedang dalam proses penyesuaian dan modifikasi di karoseri untuk memenuhi standar dan kebutuhan operasional sebagai angkutan umum di Depok. Perencanaan ini disambut antusias oleh berbagai pihak, mengingat potensi besar kendaraan listrik dalam mentransformasi wajah transportasi perkotaan. Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Aan Syurahman, menyatakan optimisme terhadap implementasi armada baru ini. "Kita sekarang sedang menyiapkan beberapa pengecekan dengan Wuling Mitra EV dengan kapasitas yang besar. Mudah-mudahan ke depannya akan lebih nyaman digunakan oleh masyarakat. Inilah bentuk mobil yang kita siapkan untuk pengganti D10A," ujarnya, merujuk pada trayek angkot yang akan menjadi pilot project. Penggantian armada konvensional dengan kendaraan listrik ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman berkendara yang lebih baik bagi penumpang, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap kualitas udara kota.

Inisiatif Depok ini sejalan dengan semangat global untuk mengadopsi teknologi ramah lingkungan. Armada baru berbasis kendaraan listrik (EV) ini dirancang dengan konsep Go Green, yang secara eksplisit mendukung terciptanya sistem transportasi yang tidak hanya efisien tetapi juga sangat peduli terhadap lingkungan dan bebas dari emisi polusi. Hal ini sangat krusial mengingat Depok merupakan salah satu kota dengan tingkat mobilitas tinggi, sehingga potensi pencemaran udara dari kendaraan konvensional menjadi perhatian utama. Dengan mengganti angkot bermesin pembakaran internal dengan mobil listrik, Depok selangkah lebih maju dalam mewujudkan visi kota yang berkelanjutan dan sehat bagi warganya. Konsep ini bukan hanya tentang mengganti sumber energi, tetapi juga tentang perubahan paradigma dalam pengelolaan transportasi publik yang mengutamakan keberlanjutan jangka panjang.

Lebih dari sekadar ramah lingkungan, angkutan umum listrik ini juga dirancang dengan pendekatan yang sangat inklusif dan berorientasi pada kenyamanan pengguna. Akun Instagram resmi Dinas Perhubungan Kota Depok menegaskan bahwa armada baru ini akan dilengkapi dengan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas, serta menyediakan kursi prioritas yang diperuntukkan bagi ibu hamil dan lansia. Desain yang mempertimbangkan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat ini menunjukkan komitmen Depok untuk menciptakan transportasi publik yang dapat diakses dan nyaman bagi semua orang. "Tak hanya ramah lingkungan, angkutan ini juga dirancang lebih inklusif dan ramah pengguna dengan menyediakan fasilitas khusus disabilitas serta kursi prioritas untuk ibu hamil. Menariknya lagi, tarif operasionalnya diproyeksikan akan lebih terjangkau," demikian keterangan yang diunggah, menandakan bahwa aspek ekonomis juga menjadi pertimbangan penting dalam program ini. Potensi penurunan tarif operasional ini diharapkan dapat meringankan beban biaya transportasi bagi masyarakat Depok.

Wuling Mitra EV, yang terpilih sebagai tulang punggung armada angkot listrik Depok, merupakan kendaraan komersial yang telah dikenal memiliki kapabilitas dan efisiensi yang baik. Mobil ini bukan sekadar kendaraan penumpang biasa, melainkan sebuah platform yang dirancang untuk berbagai kebutuhan bisnis dan transportasi. Secara harga, Wuling Mitra EV ditawarkan mulai dari Rp 348 juta untuk model Minibus, sebuah investasi yang diharapkan akan memberikan pengembalian positif dalam jangka panjang melalui efisiensi operasional dan potensi subsidi pemerintah untuk kendaraan listrik. Harga ini mencerminkan kualitas dan teknologi yang ditawarkan, menjadikannya pilihan yang menarik untuk armada komersial yang mengedepankan keberlanjutan.

Dari segi dimensi, Wuling Mitra EV menawarkan ruang yang cukup lega untuk operasional angkutan umum. Kendaraan ini memiliki panjang 5.010 mm, lebar 1.800 mm, dan tinggi 1.975 mm, dengan jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 3.050 mm. Dimensi yang proporsional ini memungkinkan konfigurasi interior yang optimal untuk menampung penumpang dengan nyaman, sekaligus tetap lincah saat bermanuver di jalanan perkotaan yang terkadang padat. Desain eksteriornya yang modern juga memberikan citra baru bagi angkutan umum di Depok, menjadikannya lebih menarik dan representatif. Kemampuannya dalam mengakomodasi jumlah penumpang yang cukup banyak menjadikannya pilihan ideal untuk rute-rute angkutan umum yang membutuhkan kapasitas lebih besar.

Aspek krusial dari kendaraan listrik adalah teknologi baterainya. Wuling Mitra EV dibekali dengan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dikenal memiliki keandalan dan keamanan yang baik. Ada dua pilihan kapasitas baterai yang ditawarkan, yaitu baterai berkapasitas 41,9 kWh untuk model Minibus Long Range dan baterai yang lebih besar 56,2 kWh untuk model Minibus Premium Range. Pilihan kapasitas baterai ini memberikan fleksibilitas bagi operator angkutan untuk memilih konfigurasi yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional dan jarak tempuh rute yang akan dilayani. Kapasitas baterai yang lebih besar tentu akan menawarkan jangkauan yang lebih jauh, mengurangi frekuensi pengisian daya dan meningkatkan efisiensi operasional harian.

Daya jangkau menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pemilihan kendaraan operasional. Dalam kondisi baterai penuh, Wuling Mitra EV dengan baterai 41,9 kWh mampu menempuh jarak hingga 300 km. Sementara itu, versi dengan baterai 56,2 kWh dapat menjangkau jarak yang lebih impresif, yaitu hingga 400 km. Jarak tempuh ini sudah lebih dari cukup untuk melayani sebagian besar rute angkutan umum di Depok, bahkan untuk operasional seharian penuh tanpa perlu khawatir kehabisan daya. Fleksibilitas jarak tempuh ini menjadi nilai tambah yang signifikan bagi efektivitas operasional angkot listrik.

Selain daya jangkau, efisiensi pengisian daya juga menjadi faktor penting. Wuling Mitra EV mendukung pengisian daya cepat menggunakan charger CCS2. Dengan teknologi ini, baterai dapat diisi dari kondisi 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Kecepatan pengisian daya ini sangat krusial untuk meminimalkan waktu henti operasional kendaraan. Dalam konteks angkot yang beroperasi secara intensif, kemampuan untuk mengisi daya dengan cepat akan memastikan kendaraan dapat kembali beroperasi di jalan dalam waktu singkat, sehingga memaksimalkan pendapatan dan pelayanan kepada masyarakat. Efisiensi pengisian daya ini menjadi salah satu keunggulan utama teknologi kendaraan listrik modern.

Dari sisi performa, Wuling Mitra EV yang akan menjadi armada angkot di Depok ini ditenagai oleh motor listrik yang cukup bertenaga. Motor listriknya mampu menghasilkan daya 75 kW dengan torsi maksimal mencapai 180 Nm. Tenaga dan torsi ini disalurkan untuk menggerakkan roda belakang, memberikan akselerasi yang responsif dan kemampuan manuver yang baik di berbagai kondisi jalan. Kendaraan ini juga menawarkan tiga mode berkendara yang dapat dipilih, yaitu Eco, Normal, dan Sport. Mode Eco akan mengoptimalkan efisiensi energi untuk jarak tempuh maksimal, mode Normal untuk keseimbangan antara performa dan efisiensi, sementara mode Sport akan memberikan respons akselerasi yang lebih sigap. Kecepatan tertingginya mencapai 115 km/jam, yang sudah lebih dari memadai untuk operasional di jalan perkotaan. Implementasi Wuling Mitra EV ini tidak hanya akan merevolusi cara masyarakat Depok bertransportasi, tetapi juga menjadi contoh inspiratif bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mengadopsi solusi transportasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.