BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Penyanyi Vicky Shu membagikan kisah perjuangannya yang tak banyak diketahui publik, terkait kondisi kesehatannya yang mengalami penurunan drastis pasca melahirkan beberapa tahun lalu. Ia mengaku sempat kehilangan suara, sebuah kenyataan pahit yang membuatnya tidak mampu lagi menjangkau nada-nada tinggi yang selama ini menjadi ciri khasnya di atas panggung. Penurunan kualitas vokal yang dirasakan begitu signifikan, dengan jangkauan nada yang jauh menurun dibandingkan sebelum ia menjadi seorang ibu. Kondisi ini sempat menjadi beban berat, mengingat profesi utamanya adalah sebagai penyanyi.
"Aku setelah melahirkan sempat hilang suara. Suaraku tuh biasa nada tinggi nyanyi, ini benar-benar kayak turun gitu loh suaranya, jadi turun kualitasnya juga. Gak tahu mungkin ya setahunlah suaranya sempat gak bisa nyanyi," ungkap Vicky Shu saat ditemui di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, pada Selasa, 5 Mei 2026. Pengalaman kehilangan suara ini tentu saja memberikan pukulan telak bagi seorang penyanyi yang hidup dari kemampuannya bernyanyi. Nada-nada tinggi yang dulu dengan mudah ia raih kini terasa begitu jauh, seperti terenggut. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mendalam mengenai masa depan kariernya di dunia tarik suara yang telah ia bangun dengan kerja keras. Ia tak bisa membayangkan bagaimana ia akan tetap eksis di industri musik jika suara emasnya tak lagi mampu bersuara seperti sedia kala. Perjuangan ini tidak hanya berdampak pada kariernya, tetapi juga pada kepercayaan dirinya sebagai seorang penampil.
Namun, di balik cobaan tersebut, Vicky Shu menemukan solusi yang tak terduga. Pemulihan suaranya ternyata berkat hobi ekstrem yang ia tekuni, yaitu freediving. Olahraga menyelam bebas ini, dengan segala teknik pernapasan dan ketenangannya, secara tidak langsung melatih kembali otot-otot pernapasan dan pita suaranya yang sempat melemah akibat masa pemulihan pasca melahirkan. "Baliknya karena rajin latihan freediving. Freediving itu mengajarkan napas dan ketenangan. Gak boleh panik soalnya kalau freediving itu," jelas Vicky Shu, menguraikan bagaimana olahraga yang menuntut kontrol diri tinggi ini justru menjadi kunci kesembuhannya. Teknik pernapasan dalam freediving, yang fokus pada penguasaan diafragma, ternyata memberikan latihan yang intensif dan terarah bagi organ-organ vokal.
Vicky Shu menjelaskan lebih lanjut bahwa freediving memberikan ruang untuk melatih diafragma secara lebih mendalam. Diafragma, otot utama yang berperan dalam proses pernapasan, memiliki peran krusial dalam produksi suara. Dengan melatih diafragma secara lebih kuat dan terkontrol melalui freediving, pita suara yang sebelumnya melemah pun mendapatkan dukungan yang dibutuhkan untuk kembali berfungsi optimal. Proses ini tidak instan, membutuhkan konsistensi dan dedikasi, namun hasilnya terbukti nyata. Ia merasakan perbedaannya secara bertahap, di mana nada-nada yang tadinya sulit dijangkau kini mulai kembali terkuasai. Pengalaman ini tidak hanya memulihkan kemampuan vokalnya, tetapi juga memberinya perspektif baru tentang kekuatan tubuh dan pikiran manusia.
Pelantun lagu "Mari Bercinta 2" ini mengapresiasi bagaimana freediving memberinya kesempatan untuk "menemukan kembali" suaranya. Latihan-latihan pernapasan yang ia lakukan di bawah air, di mana setiap tarikan napas harus dioptimalkan, secara langsung mentransfer manfaatnya pada kemampuan bernyanyinya. Ketenangan yang diajarkan dalam freediving juga berperan penting. Di saat ia harus menahan napas dalam waktu lama, ia belajar untuk mengendalikan kepanikan dan fokus pada relaksasi, sebuah kemampuan yang juga sangat dibutuhkan oleh seorang penyanyi untuk tampil maksimal di atas panggung. Ketegangan emosional seringkali memengaruhi kualitas suara, dan freediving membantu Vicky Shu untuk mengatasi hal tersebut.
Meskipun sempat vakum cukup lama dari olahraga ini karena fokus mengurus anak-anaknya yang masih kecil, Vicky Shu menyatakan kesiapannya untuk kembali menekuni olahraga ekstrem yang telah menyelamatkan karier bernyanyinya. Ia rindu dengan sensasi berada di bawah air dan tantangan yang ditawarkan oleh freediving. Prioritasnya memang bergeser kepada keluarga, namun ia menyadari bahwa menjaga kesehatan fisik dan mentalnya, termasuk melalui hobinya, adalah hal penting agar ia bisa terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi keluarganya.
"Mau mulai lagi freediving. Freediving itu terakhir belasan, 16 meter lah kayaknya sampai dasar," pungkasnya, dengan semangat yang kembali membara. Kesiapannya untuk kembali berlatih menandakan bahwa ia telah menemukan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesionalnya. Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa di balik sorotan panggung dan popularitas, para artis juga manusia biasa yang memiliki perjuangan dan kerentanan. Kisah Vicky Shu ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama para ibu, yang mungkin mengalami perubahan fisik dan emosional pasca melahirkan, bahwa selalu ada jalan untuk bangkit dan menemukan kembali potensi diri.
Perjalanan Vicky Shu dari kehilangan suara hingga kembali bernyanyi dengan penuh percaya diri berkat freediving adalah bukti ketahanan dan semangat pantang menyerah. Ia tidak hanya berhasil memulihkan kemampuan vokalnya, tetapi juga menemukan cara baru untuk menjaga kesehatan fisiknya melalui olahraga yang menantang. Keputusannya untuk kembali menekuni freediving menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan diri dan hasratnya yang masih membara di dunia musik. Dengan kedalaman penyelaman terakhirnya yang mencapai 16 meter, Vicky Shu menunjukkan bahwa ia siap untuk menyelam lebih dalam lagi, baik dalam arti harfiah maupun kiasan, dalam perjalanan hidupnya. Pengalaman ini juga mengajarkannya tentang pentingnya keseimbangan, baik antara karier dan keluarga, maupun antara tantangan fisik dan ketenangan batin. Ia kini lebih menghargai setiap tarikan napas dan setiap nada yang ia keluarkan, sebuah pelajaran berharga yang ia dapatkan dari kedalaman laut.

