0

Anandito Dwis Ungkap Suasana Chaos Ketika Rumah Anisa Rahma Kebakaran

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Situasi yang mencekam dan penuh kepanikan terjadi saat api mulai menjalar di rumah Anisa Rahma dan Anandito Dwis. Anandito menceritakan detik-detik menegangkan ketika ia terbangun dan mendapati rumahnya telah diselimuti asap tebal. Kejadian tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Teriakan histeris dari ibunda Anisa Rahma menjadi alarm paling awal yang membangunkan seluruh penghuni rumah dari tidur lelap mereka. "Kita di atas di lantai dua. Mama nyalakan lilin, ketiduran, setengah 3 Mama bangun, teriak kebakaran, Mama sadar, kita bangun dan sigap," tutur Anandito, menggambarkan kekacauan yang terjadi.

Di tengah kobaran api yang semakin membesar, prioritas utama Anandito dan Anisa Rahma adalah menyelamatkan buah hati mereka. Asap yang pekat menyulitkan pandangan dan mempersempit ruang gerak, namun insting orang tua mengambil alih. Anandito menjelaskan bahwa ia dan Anisa tidak sempat menyelamatkan banyak barang berharga. Fokus utama mereka adalah memastikan anak-anak aman. Anisa Rahma dengan sigap menggendong dua anak mereka, sementara pengasuh juga berusaha menyelamatkan satu anak lainnya. Terdapat anak berusia lima tahun yang posisinya cukup dekat dengan sumber api, serta bayi kembar yang masih sangat rentan. Situasi ini tentu saja menciptakan momen-momen penuh ketegangan dan perjuangan untuk keluar dari rumah yang terkepung api.

Kebakaran yang melanda rumah Anisa Rahma tidak hanya menghanguskan bangunan fisik, tetapi juga memusnahkan sebagian besar kenangan berharga yang tersimpan di dalamnya. Bagi Anisa, rumah tersebut bukan sekadar tempat tinggal, melainkan sebuah kapsul waktu yang menyimpan jejak-jejak masa kecilnya. Foto-foto lama yang menjadi saksi perjalanan hidupnya kini tinggal puing-puing. "Foto masa kecil hangus semua, padahal itu saya suka lihatin," ungkap Anisa dengan mata berkaca-kaca. Pengalaman ini tentu memberikan pukulan emosional yang mendalam, mengingatkannya akan kerapuhan materi dan pentingnya menjaga apa yang paling berharga.

Anandito Dwis menambahkan detail mengenai kronologi kejadian yang sangat menegangkan. Ia mengungkapkan bahwa saat api mulai membesar, mereka sekeluarga sedang tertidur di lantai dua. Ibunda Anisa Rahma, yang diduga tertidur setelah menyalakan lilin, terbangun karena api dan segera berteriak memperingatkan semua orang. "Mama nyalakan lilin, ketiduran, setengah 3 Mama bangun, teriak kebakaran, Mama sadar, kita bangun dan sigap," jelas Anandito. Teriakan tersebut sontak membuat seluruh penghuni rumah terbangun dan panik. Dalam hitungan detik, situasi berubah dari ketenangan malam menjadi kengerian kebakaran.

Fokus utama Anandito dan Anisa Rahma adalah keselamatan anak-anak mereka. "Waktu kejadian teriak, sampai pada bangun, Anisa bawa dua anak, pengasuh sama satu anak lagi," cerita Anandito. Ia menggambarkan betapa cepatnya situasi berubah dan bagaimana mereka harus bertindak sigap. Anak sulung mereka yang berusia lima tahun berada di dekat sumber api, sementara bayi kembar mereka juga harus segera dievakuasi. Perjuangan untuk menyelamatkan anak-anak dari kepungan asap dan api tentu menjadi momen yang paling dramatis dan penuh risiko. Keberanian dan ketangguhan kedua orang tua dalam situasi genting tersebut patut diacungi jempol.

Meskipun berhasil menyelamatkan semua anggota keluarga, kerugian materi yang dialami cukup signifikan. Anandito mengakui bahwa dalam situasi panik tersebut, ia tidak sempat menyelamatkan banyak barang berharga. Fokus utama adalah nyawa. Bangunan rumah yang terbakar sebagian besar menandakan kerusakan yang parah, yang tentu membutuhkan upaya pemulihan yang tidak sedikit. Kejadian ini menjadi pengingat bagi banyak orang akan pentingnya memiliki kesiapan menghadapi bencana, baik dari segi fisik maupun mental.

Anisa Rahma, yang dikenal publik sebagai salah satu anggota girlband Cherrybelle, kini harus menghadapi kenyataan pahit pasca kebakaran ini. Rumah yang ia tinggali bersama suami dan anak-anaknya, yang juga merupakan rumah masa kecilnya, kini menjadi saksi bisu tragedi. Ia mengungkapkan rasa tidak percaya dengan apa yang menimpanya. "Ini tempat masa kecil, lihat situasinya sekarang berasa mimpi, ini bener gak sih, gak nyangka," ujarnya, mencoba mencerna realitas yang baru saja dihadapinya. Kesedihan atas hilangnya foto-foto masa kecilnya pun terasa begitu dalam, karena bagi Anisa, foto-foto tersebut adalah artefak berharga yang menghubungkannya dengan masa lalu.

Anandito Dwis, sebagai suami dan ayah, berperan penting dalam mengendalikan situasi panik tersebut. Ia berusaha tetap tenang dan memimpin keluarganya untuk keluar dari rumah dengan selamat. Pengalamannya menceritakan kejadian tersebut memberikan gambaran yang jelas mengenai betapa chaotic dan mencekamnya situasi saat kebakaran terjadi. Kehadiran ibunda Anisa Rahma yang sigap memberikan peringatan dini juga menjadi faktor krusial dalam mencegah korban jiwa yang lebih besar.

Kisah kebakaran rumah Anisa Rahma dan Anandito Dwis ini menjadi sorotan publik, tidak hanya karena status Anisa sebagai figur publik, tetapi juga karena pelajaran berharga yang dapat dipetik dari kejadian ini. Peristiwa ini mengingatkan kita semua tentang pentingnya kesadaran akan keselamatan kebakaran, seperti memiliki alat pemadam api ringan, memastikan jalur evakuasi aman, dan yang terpenting, menjaga komunikasi yang baik antar anggota keluarga, terutama saat tidur.

Meskipun rumah dan sebagian besar isinya telah hangus, harapan untuk bangkit dan membangun kembali tetap ada. Dukungan dari keluarga, teman, dan penggemar tentu akan sangat berarti bagi Anisa Rahma dan Anandito Dwis dalam melewati masa sulit ini. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa materi bisa hilang, namun keselamatan dan kebersamaan keluarga adalah hal yang paling berharga dan tidak ternilai harganya. Semangat untuk Anisa Rahma dan Anandito Dwis dalam proses pemulihan dan pembangunan kembali rumah mereka. Kejadian ini, meskipun menyakitkan, semoga dapat menjadi pelajaran dan penguat bagi mereka untuk terus melangkah maju.