BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Didier Drogba kerap dianggap sebagai penyerang terhebat yang pernah mengenakan seragam Chelsea sepanjang sejarah klub. Pengakuan ini diutarakan langsung oleh mantan rekan setimnya, Petr Cech, yang merupakan kiper legendaris The Blues. Namun, Cech menambahkan sebuah catatan penting, mengingatkan bahwa kehadiran Hernan Crespo di lini serang Chelsea pada masanya juga tak bisa diabaikan begitu saja, terutama dalam hal ketajaman sebagai seorang finisher.
Ketiga pemain bintang ini, Didier Drogba, Petr Cech, dan Hernan Crespo, pernah berbagi ruang ganti di Stamford Bridge dalam kurun waktu antara tahun 2003 hingga 2008. Meskipun demikian, peran dan durasi bakti mereka di Chelsea memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Hernan Crespo, misalnya, harus menjalani dua periode peminjaman ke klub Italia, AC Milan dan Inter Milan, karena kesulitan untuk menembus tim utama dan bersaing dengan penyerang lain yang lebih mapan. Sementara itu, Didier Drogba dan Petr Cech memiliki masa bakti yang jauh lebih panjang dan menjadi pilar penting bagi kesuksesan Chelsea.
Peran Didier Drogba di lini depan Chelsea memang tak tergantikan. Ia menjelma menjadi ikon klub berkat gol-gol krusialnya, terutama dalam pertandingan-pertandingan penting. Hernan Crespo, di sisi lain, lebih sering berperan sebagai pemain pengganti atau menghadapi tantangan adaptasi yang tidak mudah terhadap kerasnya kompetisi Liga Primer Inggris. Akibatnya, catatan gol Crespo untuk Chelsea terbilang tidak sefantastis yang diharapkan banyak orang, dengan total hanya mengemas 25 gol dari 73 penampilan. Namun, pandangan sebelah mata yang mungkin diberikan oleh banyak pihak terhadap kontribusi Crespo tidak berlaku bagi Petr Cech.

Dalam sebuah episode podcast "The Good, The Bad, & The Football" yang dipandunya bersama dua mantan rekan Chelsea lainnya, Joe Cole dan Ashley Cole, Cech dengan tegas menyatakan pandangannya ketika ditanya mengenai striker dengan kemampuan finishing terbaik di Chelsea. Ashley Cole sempat menyebut nama ‘Drogba’, namun Cech dengan sigap menambahkan, "Jangan lupa Hernan Crespo." Cech menggambarkan Crespo sebagai sosok penyerang yang bagaikan "cambuk" di lini depan, mampu memberikan ancaman konstan bagi pertahanan lawan.
Petr Cech meyakini bahwa jika teknologi Video Assistant Referee (VAR) sudah diterapkan sejak era mereka bermain, jumlah gol yang dicetak oleh Hernan Crespo untuk Chelsea akan jauh lebih banyak. Menurut pengamatan Cech, Crespo seringkali dihukum offside secara keliru oleh wasit, padahal dalam banyak situasi ia berada dalam posisi yang sah. "Jika sudah ada VAR sejak dulu, maka dia akan punya tambahan 30 gol," ujar Cech penuh keyakinan. Ia menjelaskan bahwa Crespo memiliki timing yang luar biasa dalam memanfaatkan umpan dan menyambar bola, yang terkadang membuatnya terlihat sedikit berada di depan garis pertahanan, padahal kenyataannya tidak demikian. "Orang-orang menilai dia offside padahal tidak, dia masih dua meter di belakang," papar Cech, menekankan kejeniusan Crespo dalam membaca permainan dan posisinya. "Dia punya timing yang brilian saat menyambar bola, yang membuat dirinya seolah offside," tegas Cech, menggarisbawahi salah satu keunggulan utama Crespo.
Bahkan, Ashley Cole, yang awalnya menyebut Drogba, ikut memberikan apresiasi terhadap kualitas Crespo. "Saat saya masih main di Arsenal, Crespo memang merepotkan. Kaki kanan, kaki kiri, dan sundulannya wow," timpal Ashley Cole, mengakui betapa berbahayanya Crespo sebagai ancaman di kotak penalti.
Hernan Crespo memang merupakan striker legendaris di era sepak bola tahun 2000-an. Meskipun masa baktinya di Chelsea terbilang singkat dan diwarnai berbagai tantangan, ia tetap berhasil mempersembahkan gelar Premier League untuk The Blues. Namun, kilau kariernya lebih bersinar di Serie A Italia, di mana ia mengukir sejarah dengan meraih tiga gelar Serie A bersama Inter Milan. Selain itu, ia juga sukses memenangkan trofi Liga Europa dan Coppa Italia bersama Parma, serta mengoleksi lima gelar Piala Super Italia, membuktikan statusnya sebagai salah satu penyerang paling mematikan di generasinya. Perdebatan mengenai striker terbaik Chelsea mungkin akan terus berlanjut, namun pengakuan dari Petr Cech ini memberikan dimensi baru terhadap apresiasi terhadap talenta luar biasa Hernan Crespo.

