BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pertarungan sengit nan dramatis tersaji di Olimpico, Senin (2/3/2026), saat AS Roma menjamu Juventus dalam lanjutan Liga Italia. Laga ini benar-benar menyajikan hiburan enam gol yang memukau, di mana Juventus berhasil bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk memaksakan hasil imbang 3-3 yang menegangkan. Hasil ini membuat kedua tim harus berbagi poin, namun tetap bersaing ketat di papan klasemen.
Roma mengawali pertandingan dengan determinasi tinggi, nyaris membuka keunggulan saat laga baru berjalan tiga menit. Niccolo Pisilli melepaskan tembakan keras yang masih mampu dibendung oleh kiper Juventus, Mattia Perin. Bola liar yang kemudian disambar oleh Lorenzo Pellegrini pun sayangnya masih melambung di atas mistar gawang. Tekanan dari tim tuan rumah terus berlanjut. Donyell Malen mendapatkan kesempatan emas setelah memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti. Ia melepaskan sepakan keras yang memaksa Perin bekerja ekstra keras, bahkan harus menggunakan wajahnya untuk meredam bola. Keberuntungan akhirnya berpihak pada Roma di menit ke-39. Wesley, dengan tendangan melengkungnya dari tepi kotak penalti, berhasil merobek gawang Perin dan membawa timnya unggul 1-0. Keunggulan ini bertahan hingga peluit babak pertama dibunyikan.
Memasuki babak kedua, Juventus menunjukkan respons yang luar biasa. Hanya berselang dua menit setelah jeda, mereka berhasil menyamakan kedudukan. Francisco Conceicao, menerima sodoran bola dari Bremer, langsung menyambarnya dengan sepakan voli yang keras dan terarah, tak mampu dijangkau oleh kiper Roma. Namun, kebahagiaan Juventus tidak berlangsung lama. Roma kembali unggul di menit ke-54. Berawal dari skema sepak pojok, Lorenzo Pellegrini melepaskan umpan silang yang membelah pertahanan. Bola yang tak berhasil ditanduk oleh pemain lain jatuh tepat di kaki Evan Ndicka, yang tanpa ragu langsung menyambarnya menjadi gol kedua bagi Roma. Keunggulan Roma semakin melebar di menit ke-65. Manu Kone melepaskan umpan terobosan yang berhasil dikejar oleh Donyell Malen. Dengan tenang, Malen melakukan sontekan sebelum Perin sempat menyergap bola, menambah keunggulan Roma menjadi 3-1.
Namun, Juventus membuktikan mental baja mereka. Mereka tidak pernah menyerah dan terus berjuang untuk memperkecil ketertinggalan. Di menit ke-78, sebuah umpan silang dari sisi kanan pertahanan Roma gagal dihalau dengan sempurna oleh lini belakang tuan rumah. Bola liar jatuh ke arah Jeremie Boga, yang langsung melepaskan tembakan keras untuk memperdayai kiper Roma, Mile Svilar. Gol ini membangkitkan semangat Bianconeri. Upaya mereka untuk menyamakan kedudukan membuahkan hasil di menit-menit akhir yang krusial. Pada menit ke-90+2, sebuah tendangan bebas dikirimkan ke dalam kotak penalti. Weston McKennie berhasil menanduk bola, mengarahkannya kepada Federico Gatti yang berdiri di depan gawang. Gatti mampu mengontrol bola dengan baik sebelum melepaskan sepakan keras yang merobek gawang Roma untuk kali ketiga, sekaligus mengunci skor imbang 3-3.
Drama enam gol ini mengakhiri laga dengan skor kacamata yang sangat dramatis. Hasil imbang ini menempatkan AS Roma di posisi keempat klasemen sementara dengan mengoleksi 53 poin. Sementara itu, Juventus berada di posisi keenam dengan raihan 46 angka. Pertandingan ini menjadi bukti ketatnya persaingan di papan atas Serie A dan kualitas kedua tim yang patut diperhitungkan. Keduanya menunjukkan semangat juang yang tinggi, saling balas serangan, dan memberikan tontonan yang menghibur bagi para penggemar sepak bola.
Jalannya Pertandingan yang Penuh Ketegangan
Sejak menit awal, kedua tim menunjukkan intensitas tinggi. Roma hampir saja unggul di menit ketiga melalui tembakan Niccolo Pisilli yang berhasil dimentahkan Mattia Perin. Bola muntah yang disambar Lorenzo Pellegrini sayangnya masih melebar. Serangan Roma terus menghujani pertahanan Juventus. Donyell Malen kembali menjadi ancaman serius dengan sepakan kerasnya di dalam kotak penalti yang lagi-lagi mampu diamankan oleh Perin, kali ini dengan menggunakan tubuhnya.
Akhirnya, gol pembuka tercipta di menit ke-39. Wesley, dengan tendangan melengkungnya yang indah dari luar kotak penalti, sukses menempatkan bola di sudut kiri gawang Perin. Gol tersebut menjadi pembeda di babak pertama yang berakhir dengan keunggulan 1-0 untuk Roma.
Babak kedua dimulai dengan tempo yang lebih cepat. Dua menit setelah kembali dari ruang ganti, Juventus berhasil menyamakan kedudukan. Francisco Conceicao, menerima umpan matang dari Bremer, melepaskan tendangan voli yang tak terbendung ke gawang Roma. Gol ini membangkitkan semangat tim tamu.
Namun, Roma tidak tinggal diam dan kembali mengambil inisiatif serangan. Di menit ke-54, berawal dari situasi sepak pojok, Lorenzo Pellegrini mengirimkan umpan silang yang berhasil disambut oleh Evan Ndicka. Tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti kembali membawa Roma unggul. Tak berhenti sampai di situ, Roma semakin menjauh di menit ke-65. Manu Kone memberikan umpan terobosan yang mampu dikejar oleh Donyell Malen. Sontekan terukur dari Malen melewati jangkauan Perin, membuat skor menjadi 3-1 untuk keunggulan Roma.
Pertarungan belum berakhir. Juventus menunjukkan mental juara mereka. Di menit ke-78, umpan silang dari sisi kanan pertahanan Roma berhasil dikonversi menjadi gol oleh Jeremie Boga setelah lini belakang Roma gagal melakukan blok sempurna. Gol ini semakin memperkecil ketertinggalan Juventus. Di menit-menit akhir yang menegangkan, Juventus berhasil menyamakan kedudukan. Tendangan bebas yang dieksekusi dengan baik disambut sundulan Weston McKennie, yang kemudian diteruskan dengan kontrol apik oleh Federico Gatti. Sepakan keras Gatti dari jarak dekat mengakhiri perlawanan Roma dan memastikan pertandingan berakhir dengan skor imbang 3-3.
Susunan Pemain:
Roma: Svilar; Celik, Mancini, Ndicka; Rensch, Cristante, Kone, Wesley; Pisilli, Pellegrini; Malen.
Juventus: Perin; Kalulu, Bremer, Kelly; Cambiaso, Thuram, Koopmeiners; Conceicao, McKennie, Yildiz; David.
Pertandingan ini tidak hanya menyajikan gol-gol indah dan momen-momen dramatis, tetapi juga menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Serie A musim ini. Kedua tim telah memberikan segalanya di lapangan, menghasilkan laga yang tak terlupakan bagi para penggemar. Hasil imbang ini mungkin sedikit mengecewakan bagi kedua tim yang mengincar kemenangan, namun mereka harus puas dengan satu poin dan fokus pada pertandingan selanjutnya.

