0

Bukan Bariatrik, Vicky Shu Jelaskan Diet Versinya yang Menurunkan Berat Badan hingga 5 Kilogram dalam Waktu Singkat

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Penyanyi dangdut Vicky Shu tampil memukau dengan penampilan yang semakin langsing, memicu spekulasi di kalangan publik mengenai metode penurunan berat badannya. Menanggapi beragam anggapan, Vicky Shu dengan tegas membantah telah menjalani operasi potong lambung atau bariatrik. Sebaliknya, ia membeberkan bahwa perubahan drastis pada tubuhnya merupakan hasil dari penerapan pola diet ketat dan rutinitas olahraga yang konsisten.

"Gak (bariatrik), aku jaga makan, terus yang penting setiap hari itu jalan 30 menit ya kan," ungkap Vicky Shu dalam sebuah kesempatan yang ditayangkan di acara Rumpi: No Secret, Trans TV, pada Sabtu, 2 Maret 2026. Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa ia memilih jalur alami untuk mencapai bentuk tubuh idealnya, menekankan pentingnya disiplin dalam menjaga pola makan dan aktivitas fisik.

Vicky Shu mengaku telah mengadopsi beberapa kebiasaan baru yang sangat mendukung proses dietnya. Salah satu kebiasaan utama yang ia terapkan adalah berjalan kaki selama minimal 30 menit setiap hari. Ia menganggap metode ini sangat praktis dan tidak memerlukan alokasi waktu yang berlebihan, sehingga mudah diintegrasikan dalam kesibukan sehari-harinya. Fleksibilitas menjadi kunci, karena jika kondisi tidak memungkinkan untuk berjalan di luar ruangan, ia tidak ragu untuk tetap aktif dengan berjalan kaki di dalam pusat perbelanjaan (mal) selama durasi yang sama.

"Di mall pakai hak kalau gak sempat, 30 menit muterin mall. Tetap ya (jalan), yang penting setiap hari harus jalan 30 menit non stop," tegas Vicky Shu. Bahkan, ia menunjukkan komitmennya yang luar biasa dengan tetap berjalan kaki di mal meskipun mengenakan sepatu hak tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak menjadikan alasan apapun sebagai penghalang untuk mencapai target kesehatannya. Rutinitas 30 menit berjalan kaki non-stop setiap hari menjadi prinsip yang tak dapat ditawar dalam program dietnya.

Selain komitmen pada olahraga, Vicky Shu juga memberikan perhatian serius pada pola makannya. Ia secara drastis mengurangi atau bahkan menghilangkan konsumsi gula sama sekali dari menu hariannya. Perubahan ini merupakan transisi signifikan dari kebiasaan lamanya yang sangat menyukai makanan manis dan olahan tepung.

"Makan itu yang jelas no sugar sama sekali, no tepung. Aku dulu (sering mengkonsumsi) roti-rotian, cake, daripada makan, lebih suka yang manis-manis," papar Vicky Shu, mengenang kebiasaan masa lalunya yang kini telah ia tinggalkan demi kesehatan. Keputusannya untuk menghindari gula dan tepung bukan tanpa alasan. Ia menyadari bahwa kedua jenis asupan ini merupakan kontributor utama kenaikan berat badan dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Untuk tetap menjaga energi dan memenuhi kebutuhan tubuh tanpa mengorbankan prinsip dietnya, Vicky Shu memanfaatkan pemanis alami non-kalori yang berasal dari ekstrak tanaman Stevia. Pemanis alami ini menjadi solusi cerdas baginya untuk tetap dapat menikmati rasa manis dalam minumannya tanpa menambah asupan kalori yang tidak diinginkan. Penggunaan Stevia ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya melakukan pembatasan, tetapi juga mencari alternatif yang sehat dan efektif.

Saat ini, Vicky Shu telah berhasil mencapai berat badan 63 kilogram. Namun, ia tidak berpuas diri dan berencana untuk terus melanjutkan program dietnya hingga mencapai target berat badan idealnya, yaitu 58 kilogram. Dengan selisih 5 kilogram lagi, ia optimis dapat mencapai bentuk tubuh yang lebih ramping dan sehat.

Proses penurunan berat badan yang dijalani Vicky Shu ini menjadi inspirasi bagi banyak orang yang ingin menurunkan berat badan dengan cara yang sehat dan alami. Ia membuktikan bahwa dengan disiplin, konsistensi, dan pemilihan metode yang tepat, impian memiliki tubuh ideal dapat terwujud tanpa harus melalui intervensi medis yang invasif. Pendekatan Vicky Shu yang mengedepankan gaya hidup sehat, yaitu kombinasi antara pola makan bergizi seimbang dan olahraga teratur, merupakan kunci keberhasilannya. Ia tidak hanya fokus pada angka di timbangan, tetapi juga pada peningkatan kualitas kesehatan secara keseluruhan.

Lebih lanjut, Vicky Shu juga berbagi pandangannya mengenai pentingnya mendengarkan tubuh sendiri dalam proses diet. Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki kebutuhan dan respons tubuh yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk menemukan metode diet yang paling sesuai dan berkelanjutan bagi diri sendiri. Baginya, berjalan kaki 30 menit setiap hari adalah bentuk aktivitas fisik yang sangat mudah diakses dan memberikan manfaat kardiovaskular yang signifikan. Ditambah lagi dengan penghindaran gula dan tepung, serta penggunaan pemanis alami, dietnya menjadi lebih terarah dan minim risiko efek samping.

Keberhasilan Vicky Shu ini juga dapat dilihat sebagai cerminan dari kesadaran masyarakat yang semakin meningkat terhadap pentingnya kesehatan. Di era di mana informasi mengenai gaya hidup sehat begitu mudah diakses, banyak orang mulai beralih dari solusi instan menuju perubahan gaya hidup yang berkelanjutan. Vicky Shu, dengan transparansi dan keterbukaannya, turut berkontribusi dalam mengedukasi publik mengenai cara-cara diet yang aman dan efektif. Ia menepis anggapan bahwa penurunan berat badan drastis selalu identik dengan prosedur medis yang mahal dan berisiko.

Strategi diet Vicky Shu yang tidak mengonsumsi gula dan tepung juga sejalan dengan rekomendasi para ahli gizi. Gula tambahan dan tepung olahan dikenal sebagai sumber kalori kosong yang minim nutrisi dan dapat memicu resistensi insulin serta penambahan berat badan. Dengan menggantinya dengan makanan utuh dan alami, tubuh mendapatkan nutrisi yang lebih baik dan metabolisme yang lebih efisien. Pemanis Stevia yang dipilihnya juga merupakan alternatif yang aman karena tidak memengaruhi kadar gula darah.

Perjalanan Vicky Shu dalam mencapai berat badan idealnya menunjukkan bahwa kesabaran dan ketekunan adalah kunci utama. Ia tidak terburu-buru dan fokus pada proses jangka panjang. Hal ini penting agar hasil yang dicapai tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga dapat dipertahankan. Dengan target 58 kilogram, ia memperlihatkan bahwa ia memiliki pandangan yang realistis mengenai apa yang dianggap sebagai berat badan sehat dan proporsional baginya.

Dalam konteks industri hiburan yang seringkali menuntut penampilan fisik yang prima, Vicky Shu memberikan contoh positif. Ia tidak hanya peduli pada estetika, tetapi juga pada kesehatan dan kesejahteraan dirinya. Sikapnya yang terbuka mengenai metode dietnya juga membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai pentingnya edukasi kesehatan bagi masyarakat luas. Melalui kisahnya, Vicky Shu telah memberikan inspirasi dan motivasi bagi banyak orang untuk memulai perjalanan menuju gaya hidup yang lebih sehat dan aktif. Ia membuktikan bahwa dengan niat yang kuat dan usaha yang konsisten, siapa pun dapat mencapai tujuan kesehatan mereka.