0

Satu Hal tentang Anggun C Sasmi yang Jarang Orang Tahu

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Anggun C Sasmi, sosok diva internasional yang kian bersinar, kembali mencuri perhatian publik, tidak hanya melalui kiprahnya di dunia seni peran yang terbukti memukau dalam film "Para Perasuk", namun juga dengan pencapaian prestisius berupa Golden Visa yang dianugerahkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi. Kariernya yang gemilang sejak usia belia telah melahirkan segudang fakta menarik yang telah lama menjadi konsumsi publik, mulai dari kisah asmara yang penuh warna hingga deretan karya musikal yang tak lekang oleh waktu. Namun, di balik gemerlap karier dan ketenarannya, tersimpan sebuah cerita personal yang jarang terungkap ke permukaan, yakni dinamika hubungan mendalam antara dirinya dengan sang putri, Kirana, yang kini telah beranjak remaja.

Hubungan Anggun dan Kirana, meskipun kerap diwarnai dialog hangat dan penuh kasih sayang, memiliki sebuah aturan unik yang jarang diketahui banyak orang. Aturan ini berpusat pada perhiasan, sebuah elemen yang ternyata memiliki makna filosofis tersendiri bagi Anggun. Sang diva menerapkan kebijakan yang tegas namun penuh makna: Kirana tidak diperkenankan mengenakan perhiasan sebelum mencapai usia 18 tahun. Kebijakan ini bukanlah sekadar larangan semata, melainkan sebuah didikan yang sarat akan nilai dan filosofi tentang keindahan, kebermaknaan, serta privilege yang menyertai kepemilikan sebuah perhiasan. Anggun percaya bahwa perhiasan bukanlah sekadar aksesoris belaka, melainkan sebuah warisan yang sarat akan nilai emosional dan sejarah.

Anggun mengungkapkan bahwa ketertarikan Kirana terhadap perhiasan sudah muncul sejak dini. "Dari dulu tuh, anakku selalu yang ‘ah Mama ini gelangnya bagus’, gitu," ujar Anggun saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, pada Rabu, 20 Mei 2026. Respons Anggun selalu bijak, "Aku bilang ‘iya nanti dipinjam dulu, kamu ambil kalau sudah besar’." Kini, Kirana telah memasuki usia 18 tahun, yang berarti pintu gerbang menuju dunia perhiasan yang lebih dalam akan segera terbuka baginya. "Tapi sekarang dia sudah 18, jadi maybe mungkin tahun depan (diperbolehkan pakai perhiasan)," lanjut Anggun, menyiratkan rencana untuk mulai memperkenalkan Kirana pada dunia perhiasan secara lebih mendalam.

Fase "perkenalan perhiasan" ini bukanlah sesuatu yang akan dijalani Anggun secara sembarangan. Ia memiliki visi yang jelas mengenai bagaimana perhiasan harus dipersepsikan oleh putrinya. Anggun ingin Kirana melihat perhiasan bukan hanya sebagai benda mewah, tetapi sebagai sebuah aksesori yang penting dan bermakna, yang memiliki cerita di baliknya. Filosofi ini berakar dari pengalaman pribadinya yang tumbuh dalam keluarga yang menghargai perhiasan, terutama berlian, sebagai simbol warisan kasih sayang yang diturunkan dari generasi ke generasi. "Memberi tahu dia untuk sesuatu yang eksklusif, yang sebenarnya tuh adalah satu privilege kan," jelas Anggun. Ia menekankan pentingnya kualitas terbaik, seperti pada berlian, yang menjadi representasi dari cinta dan perhatian dari keluarga. "this is from mom, grandmother, memberikan kualitas yang terbaik diamond-nya. Understated but yet never ordinary," tambahnya, menggambarkan esensi dari perhiasan yang berkualitas.

Pemahaman mendalam Anggun mengenai hubungan antara manusia dan perhiasan, serta pandangannya yang unik tentang nilai dan makna perhiasan, menjadikannya sosok yang paling ideal untuk didapuk sebagai House Ambassador sekaligus D Color Lady of Wanda, sebuah kehormatan yang diberikan oleh brand ternama, Wanda House of Jewels. Peran ini bukan hanya sekadar simbolis, melainkan sebuah pengakuan atas bagaimana Anggun mampu menghadirkan esensi sebuah perhiasan melalui kehadirannya. Anggun, yang juga dikenal sebagai pemeran Asri dalam film "Para Perasuk", telah membuktikan kemampuannya dalam menonjolkan berbagai aspek, termasuk dalam hubungan yang terjalin antara pemakai dan perhiasan. Ketika Anggun mengenakan perhiasan, tercipta sebuah ikatan yang kuat, seolah perhiasan tersebut menjadi perpanjangan dari jati dirinya.

Wanda Ponika, Founder of Wanda House of Jewels, mengungkapkan kekagumannya terhadap Anggun. "Semakin aku ngobrol sama Mbak Anggun, semakin aku kenal dia, ya aku merasa Wanda dan Anggun itu Anggun banget dan Anggun itu Wanda banget. Bukan fisiknya, tapi the soul. Tadi kita understate kayak ya sudah, just be herself," ujar Wanda, menggarisbawahi keselarasan jiwa antara Anggun dan brand yang diwakilinya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemilihan Anggun bukan hanya berdasarkan popularitas, tetapi juga kesamaan visi dan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh kedua belah pihak.

Anggun sendiri memberikan penegasan yang kuat mengenai identitas Wanda House of Jewels. "Wanda House of Jewels ini tuh bukan toko perhiasan ya. Mereka tuh bener-bener jeweler, alias pembuat perhiasan," tegas Anggun. Ia melanjutkan, "Mereka membuat, segala sesuatunya itu ada atensinya, ada intention-nya." Pernyataan ini menyoroti komitmen brand tersebut terhadap seni pembuatan perhiasan, di mana setiap detail memiliki makna dan dibuat dengan penuh perhatian. Ini selaras dengan filosofi Anggun yang ingin mengajarkan putrinya bahwa perhiasan adalah sesuatu yang dibuat dengan cinta dan niat, bukan sekadar barang konsumsi.

Lebih jauh lagi, pandangan Anggun terhadap perhiasan sebagai sebuah "warisan kasih sayang" dapat dihubungkan dengan konsep investasi jangka panjang. Perhiasan berkualitas, terutama yang terbuat dari bahan-bahan mulia seperti berlian, memiliki potensi untuk mempertahankan bahkan meningkatkan nilainya seiring waktu. Ini adalah pelajaran berharga yang Anggun ingin tanamkan pada Kirana, mengajarkan tentang nilai intrinsik dan keberlanjutan. Dalam konteks budaya Indonesia, perhiasan sering kali memiliki peran penting dalam tradisi pernikahan dan sebagai penanda status sosial, namun Anggun membawanya ke level yang lebih personal dan emosional, menjadikannya sebagai jembatan komunikasi antar generasi.

Kisah ini juga dapat diperluas dengan menggali lebih dalam tentang bagaimana Anggun sendiri mempraktikkan prinsip-prinsip ini dalam koleksi perhiasannya. Apakah ia memiliki perhiasan warisan dari nenek atau ibunya yang ia banggakan? Bagaimana ia memilih perhiasan untuk dirinya sendiri, apakah ia mengutamakan desain yang klasik dan tak lekang oleh waktu, atau lebih mengikuti tren? Detail-detail ini akan semakin memperkaya narasi tentang Anggun sebagai seorang kolektor dan pecinta perhiasan yang memiliki pemahaman mendalam.

Pendidikan Anggun kepada Kirana mengenai perhiasan juga dapat dihubungkan dengan tren global mengenai kesadaran konsumen terhadap asal-usul dan etika dalam produksi barang mewah. Dengan menekankan kualitas terbaik dan makna di balik setiap perhiasan, Anggun secara tidak langsung mengajarkan Kirana untuk menjadi konsumen yang cerdas dan bertanggung jawab. Ia mendorong Kirana untuk menghargai nilai sebenarnya dari sebuah objek, bukan sekadar label harga atau tren sesaat.

Lebih lanjut, pemilihan Anggun sebagai D Color Lady of Wanda juga menggarisbawahi prestise berlian berwarna "D". Dalam dunia berlian, warna "D" merupakan tingkatan tertinggi dalam skala warna, yang berarti berlian tersebut paling putih dan paling murni. Ini menunjukkan komitmen Wanda House of Jewels untuk hanya menggunakan bahan berkualitas terbaik, dan Anggun sebagai representasinya, mencerminkan kemurnian, keanggunan, dan keindahan yang tak ternilai. Dengan demikian, narasi ini tidak hanya tentang aturan rumah tangga, tetapi juga tentang nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh seorang diva internasional yang menginspirasi banyak orang, baik dalam karier maupun kehidupan pribadinya.

Perluasan dari berita ini dapat mencakup wawancara mendalam dengan Anggun mengenai perhiasan favoritnya, makna di balik setiap perhiasan yang ia miliki, serta bagaimana ia berencana untuk mewariskan koleksinya kepada Kirana. Selain itu, dapat juga digali lebih dalam pandangan Anggun mengenai tren perhiasan terkini, dan bagaimana ia melihat peran perhiasan dalam kehidupan wanita modern. Dengan menambahkan detail-detail ini, berita ini akan menjadi lebih komprehensif dan memberikan gambaran yang lebih utuh tentang Anggun C Sasmi, tidak hanya sebagai seorang bintang, tetapi juga sebagai seorang ibu, seorang kolektor perhiasan yang bijak, dan seorang wanita yang memiliki pemahaman mendalam tentang nilai-nilai kehidupan. Anggun C Sasmi, dengan segala kesederhanaan dan kedalaman pemikirannya, membuktikan bahwa di balik sorotan lampu panggung, terdapat seorang wanita yang memegang teguh prinsip dan nilai-nilai keluarga, serta mengajarkan kepada generasi penerusnya tentang keindahan yang abadi.