BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Kylian Mbappe menjadi pahlawan bagi timnas Prancis di paruh pertama pertandingan melawan Irak dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026, yang digelar di Philadelphia Stadium pada Selasa (23/6/2026) dini hari WIB. Gol tunggal yang dicetak oleh bintang Paris Saint-Germain ini mengantarkan "Les Bleus" meraih keunggulan 1-0 di babak pertama, sebuah hasil yang cukup memuaskan mengingat dominasi yang mereka tunjukkan sepanjang 45 menit awal. Pertandingan ini merupakan laga kedua bagi kedua tim di Grup I, dan Prancis bertekad untuk memetik poin penuh demi memperkokoh posisi mereka di klasemen.
Sejak peluit awal dibunyikan, Prancis langsung mengambil inisiatif serangan. Mereka menunjukkan superioritasnya dalam penguasaan bola, dengan nyaman mengalirkan bola dari lini pertahanan hingga ke lini serang. Tim asuhan Didier Deschamps ini tampil disiplin dalam transisi menyerang maupun bertahan, membuat Irak kesulitan untuk keluar dari tekanan. Menit ke-14 menjadi momen krusial ketika Kylian Mbappe berhasil memecah kebuntuan. Gol pembuka ini tercipta berkat kombinasi apik antara Mbappe dan Michael Olise di sisi kanan pertahanan Irak. Mbappe, dengan kecepatannya yang khas, berhasil melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan akurat menggunakan kaki kirinya yang meluncur deras ke pojok kanan atas gawang Irak. Gol ini tidak hanya memberikan keunggulan bagi Prancis, tetapi juga semakin memompa semangat para pemain dan para pendukung mereka.
Dominasi Prancis terlihat jelas dari statistik penguasaan bola yang mencapai 60 persen di paruh pertama. Tim berjuluk Ayam Jantan ini mampu mengontrol jalannya pertandingan dengan baik, membatasi ruang gerak para pemain Irak dan meminimalisir ancaman ke gawang mereka. Setiap pergerakan pemain Prancis terlihat terencana dan terkoordinasi, menciptakan berbagai peluang berbahaya. Michael Olise, yang kembali menunjukkan performa gemilangnya, menjadi salah satu motor serangan Prancis di sisi kanan. Kolaborasinya dengan Mbappe seringkali merepotkan lini pertahanan Irak. Ousmane Dembele dan Bradley Barcola juga turut memberikan kontribusi dengan pergerakan mereka di lini serang, membuka ruang dan menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Nabil Kone dan Adrien Rabiot tampil solid di lini tengah, menjaga keseimbangan tim dan memutus alur serangan balik Irak.
Di sisi lain, timnas Irak tampak kesulitan untuk mengembangkan permainan mereka. Mereka lebih banyak bertahan dan berusaha meredam serangan bertubi-tubi dari Prancis. Meskipun demikian, Irak bukannya tanpa perlawanan. Di beberapa kesempatan, mereka mencoba membangun serangan balik cepat. Salah satu peluang yang sempat mengancam gawang Prancis datang dari sundulan Ali Alhamadi, yang memanfaatkan umpan dari Merchas Doski. Namun, bola hasil sundulan Alhamadi masih melebar tipis di sisi gawang. Irak juga sempat mendapatkan beberapa kesempatan melalui tendangan sudut, namun penyelesaian akhir mereka belum mampu membahayakan kiper Prancis, Mike Maignan. Ketiadaan ancaman yang signifikan dari Irak membuat lini pertahanan Prancis, yang dikawal oleh Jules Kounde, Dayot Upamecano, dan William Saliba, relatif nyaman di paruh pertama.
Secara keseluruhan, babak pertama pertandingan Prancis melawan Irak berjalan sesuai dengan prediksi. Prancis tampil sebagai tim yang lebih unggul dalam segala aspek, mulai dari penguasaan bola, jumlah peluang, hingga kualitas serangan. Gol tunggal Kylian Mbappe menjadi bukti nyata efektivitas serangan Prancis. Pelatih Didier Deschamps tampaknya telah menyiapkan strategi yang matang untuk menghadapi Irak, dan para pemainnya mampu menjalankan instruksi dengan baik. Kemenangan di paruh pertama ini menjadi modal berharga bagi Prancis untuk mengamankan tiga poin di laga ini.
Di lini pertahanan, Prancis diperkuat oleh kuartet tangguh yang dipimpin oleh Mike Maignan di bawah mistar gawang. Tiga bek tengah yang solid, yaitu Kounde, Upamecano, dan Saliba, mampu menggalang pertahanan dengan baik. Di lini tengah, kehadiran Nabil Kone dan Adrien Rabiot memberikan stabilitas dan kekuatan dalam memenangkan duel bola. Sementara itu, lini serang Prancis diisi oleh pemain-pemain berkualitas seperti Michael Olise, Ousmane Dembele, Bradley Barcola, dan sang bintang Kylian Mbappe. Kombinasi kecepatan, dribbling, dan ketajaman naluri gol dari para penyerang ini menjadi ancaman serius bagi setiap tim lawan.
Sementara itu, timnas Irak yang diasuh oleh pelatih Jesus Casas, menampilkan susunan pemain yang berusaha keras untuk memberikan perlawanan. Di lini pertahanan, mereka mengandalkan Basil, Doski, Hashim, dan Tahseen. Lini tengah diisi oleh H. Ali, Ismael, Al Ammari, Qasem, dan Iqbal, dengan Bayesh dan Hussein (yang kemudian digantikan oleh Alhamadi di menit ke-26) menjadi ujung tombak serangan. Meskipun telah berusaha keras, Irak masih kesulitan untuk menemukan celah di pertahanan Prancis yang kokoh.
Perlu dicatat bahwa Piala Dunia 2026 merupakan turnamen yang berbeda dari biasanya, dengan format yang diperluas. Hal ini memberikan kesempatan bagi lebih banyak tim untuk berpartisipasi dan menunjukkan kemampuan mereka di panggung internasional. Bagi Prancis, setiap pertandingan dalam kualifikasi ini sangat penting untuk memastikan tiket mereka ke putaran final. Kemenangan melawan Irak akan menjadi langkah maju yang signifikan dalam perjalanan mereka menuju Piala Dunia 2026.
Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Kylian Mbappe untuk terus menunjukkan kelasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Gol yang dicetaknya di paruh pertama menunjukkan bahwa ia selalu siap memberikan kontribusi bagi timnas Prancis, baik dalam mencetak gol maupun menciptakan peluang. Kecepatan, kelincahan, dan kemampuan dribblingnya yang luar biasa seringkali menjadi pembeda dalam pertandingan. Kemampuannya untuk mencetak gol dari berbagai posisi dan situasi membuatnya menjadi ancaman yang konstan bagi pertahanan lawan.
Dengan keunggulan 1-0 di babak pertama, Prancis akan memasuki paruh kedua pertandingan dengan kepercayaan diri yang tinggi. Namun, mereka tetap harus waspada terhadap potensi kebangkitan Irak. Dalam sepak bola, apapun bisa terjadi, dan Irak tentu akan berusaha keras untuk membalikkan keadaan. Pertandingan ini masih menyajikan potensi drama dan ketegangan, dan kedua tim akan terus berjuang hingga peluit akhir dibunyikan.
Meskipun berita ini hanya melaporkan hasil babak pertama, namun terlihat jelas bahwa Prancis berada di jalur yang tepat untuk meraih kemenangan. Dominasi mereka sepanjang paruh pertama menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas dan kedalaman skuad yang mumpuni untuk bersaing di level tertinggi. Gol tunggal Mbappe menjadi pembeda, namun performa keseluruhan tim Prancis patut diapresiasi. Kita nantikan bagaimana jalannya babak kedua pertandingan antara Prancis dan Irak ini, serta hasil akhir yang akan mereka raih dalam upaya mereka untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Di akhir paruh pertama, skor 1-0 untuk keunggulan Prancis atas Irak, berkat gol tunggal Kylian Mbappe.
Susunan Pemain:
- Prancis: Maignan, Kounde, Upamecano, Saliba, Digne, Kone, Rabiot, Olise, Dembele, Barcola, Mbappe
- Irak: Basil, Doski, Hashim, Tahseen, H. Ali, Ismael, Al Ammari, Qasem, Iqbal, Bayesh, Hussein (Alhamadi 26′)

