0

PD UMRI Wonosobo Gelar Sosialisasi dan Bimtek Kurikulum TPQ/Madin Rifa’iyah

Share

Sebagai langkah nyata dalam mewujudkan standarisasi pendidikan keagamaan yang berkualitas, Pimpinan Daerah (PD) UMRI Kabupaten Wonosobo sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) Buku Kurikulum TPQ/Madin Rifa’iyah se-Kabupaten Wonosobo. Agenda krusial ini dilaksanakan pada Ahad Wage, 17 Mei 2026, bertepatan dengan 29 Dzulqa’dah 1447 H, bertempat di Masjid Baitul Mustofa, Panglor. Kegiatan ini merupakan turunan strategis dari hasil keputusan Silaturahmi Nasional UMRI yang dihelat pada 12 April 2026 di Kabupaten Batang, serta merujuk pada Surat Edaran PP. Rifa’iyah Nomor 016/SE/PP.Rifa’iyah/IV/2026 tentang pemberlakuan Kurikulum Madrasah Diniyah (Madin) secara nasional.

Penyelenggaraan sosialisasi ini mencerminkan komitmen kuat PD UMRI Wonosobo dalam memperkuat pilar-pilar pendidikan diniyah di lingkungan Rifa’iyah. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen organisasi dan praktisi pendidikan, yang terdiri dari tim penerbit sebanyak 2 orang, jajaran pengurus PD Rifa’iyah 2 orang, perwakilan Dewan Syuro UMRI Wonosobo, 12 orang pengurus PD UMRI, 4 orang perwakilan UMRI ranting, serta 30 kepala lembaga madin dari berbagai wilayah di seluruh Kabupaten Wonosobo. Partisipasi aktif dari berbagai lapisan ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menyambut perubahan ke arah pendidikan yang lebih terstruktur.

PD UMRI Wonosobo Gelar Sosialisasi dan Bimtek Kurikulum TPQ/Madin Rifa’iyah

Dalam arahannya, Pimpinan Daerah Rifa’iyah menekankan bahwa implementasi kurikulum ini menjadi syarat mutlak dalam penyelenggaraan Pekan Madaris tahun 2027. Artinya, seluruh materi yang diujikan dan dipraktikkan dalam ajang tersebut nantinya akan bersumber dari buku kurikulum resmi yang baru saja disosialisasikan. Lebih lanjut, disampaikan bahwa pelaksanaan Pekan Madaris tahun 2026 akan dijadwalkan lebih awal karena adanya penyesuaian agenda dengan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda). Hal ini bertujuan agar ritme pendidikan tetap terjaga tanpa mengabaikan agenda organisasional yang telah direncanakan.

Kiai Nur Farid, S.Sos., M.Pd., dalam kesempatan tersebut menyampaikan visi masa depan pendidikan Rifa’iyah. Ia mengungkapkan rencana besar agar Pekan Madaris ke depannya tidak hanya berhenti di level daerah, melainkan dapat dilaksanakan hingga tingkat nasional. Langkah ini diharapkan mampu menjadi akselerator dalam penguatan kualitas pendidikan sekaligus sebagai sarana konsolidasi antar-lembaga pendidikan Rifa’iyah di seluruh penjuru tanah air. Melalui standarisasi ini, diharapkan setiap santri di berbagai daerah memiliki bekal pengetahuan dan akhlak yang seragam sesuai dengan ajaran Rifa’iyah.

Salah satu inti dari bimtek ini adalah pemaparan mengenai delapan standar pendidikan yang menjadi fondasi pengembangan lembaga TPQ dan Madin. Kedelapan standar tersebut mencakup standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, serta standar pembiayaan. Dengan mengadopsi delapan standar ini, lembaga pendidikan Rifa’iyah diharapkan mampu bertransformasi menjadi institusi pendidikan yang lebih profesional, akuntabel, dan berdaya saing tinggi di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

PD UMRI Wonosobo Gelar Sosialisasi dan Bimtek Kurikulum TPQ/Madin Rifa’iyah

Materi pokok dalam Buku Ajar Kurikulum Madin Rifa’iyah difokuskan pada tiga bidang ilmu utama, yakni Ushul, Fiqih, dan Tasawuf. Penyusunan materi ini bukanlah tanpa alasan; kurikulum ini dirancang untuk menciptakan keseimbangan yang harmonis antara penguasaan aspek keilmuan syariat dan pembinaan akhlak mulia. Harapannya, santri tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kuat, sehingga mampu mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan sehari-hari dengan landasan akhlakul karimah yang kokoh.

Kurikulum ini sendiri lahir sebagai realisasi dari amanat panjang organisasi, yakni hasil dari Muktamar X Rifa’iyah dan Muktamar UMRI V tahun 2023. Proses penyusunannya kemudian diperkuat melalui Mukernas PP. Rifa’iyah tahun 2024, hingga akhirnya diluncurkan secara resmi oleh Pimpinan Pusat Rifa’iyah pada 12 April 2026 di Gedung Pusat Rifa’iyah Batang. Ini adalah bukti bahwa kurikulum ini telah melalui proses kajian mendalam, evaluasi panjang, dan kesepakatan kolektif yang matang di tingkat pusat sebelum diturunkan ke daerah-daerah.

Bagi jajaran pengurus PD UMRI di tingkat kota maupun kabupaten lain yang berminat mengadakan pelatihan dan bimbingan teknis serupa, pihak panitia memberikan akses kemudahan koordinasi. Pihak daerah dapat langsung menjalin komunikasi dengan Biro Pendidikan PP. Rifa’iyah yang bekerja sama dengan Tim Redaksi PP. Rifa’iyah. Tim ini bertindak sebagai narasumber utama dalam bimtek, memastikan bahwa pemahaman mengenai kurikulum tersampaikan dengan benar, konsisten, dan sesuai dengan visi pendidikan nasional Rifa’iyah.

PD UMRI Wonosobo Gelar Sosialisasi dan Bimtek Kurikulum TPQ/Madin Rifa’iyah

Dalam forum yang penuh kekeluargaan tersebut, disepakati pula mengenai aksesibilitas buku kurikulum bagi lembaga pendidikan. Harga buku ditetapkan sebesar Rp17.000 per eksemplar. Angka ini dinilai terjangkau bagi lembaga pendidikan agar dapat segera memiliki pedoman resmi tersebut. Dengan adanya buku ini, setiap lembaga TPQ dan Madin diharapkan memiliki acuan yang sistematis dalam menyusun rencana pembelajaran (RPP), sehingga proses transfer ilmu kepada santri menjadi lebih terarah, terukur, dan memiliki target capaian yang jelas.

Kehadiran kurikulum baru ini disambut dengan penuh semangat oleh seluruh peserta. Kegiatan sosialisasi dan bimtek yang berlangsung di Wonosobo ini menjadi bukti nyata bahwa organisasi Rifa’iyah terus berbenah dan beradaptasi dengan kebutuhan pendidikan modern tanpa kehilangan jati diri dan akar ajaran yang selama ini dipegang teguh. Langkah awal ini diharapkan menjadi stimulus positif bagi peningkatan mutu pendidikan di lingkungan Rifa’iyah, khususnya di Kabupaten Wonosobo, dalam mencetak generasi penerus yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Bagi lembaga pendidikan yang ingin segera menerapkan kurikulum ini, pemesanan dapat dilakukan secara daring melalui tautan resmi yang telah disediakan: Form Pemesanan Buku Kurikulum TPQ/Madin Rifa’iyah. Diharapkan seluruh lembaga segera melakukan koordinasi dan integrasi materi ini ke dalam proses belajar mengajar di kelas masing-masing, demi keseragaman kualitas pendidikan di bawah naungan Rifa’iyah. Kesuksesan acara ini menjadi babak baru dalam perjalanan panjang Rifa’iyah dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia.