BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – PT Bridgestone Tire Indonesia baru saja menorehkan sejarah gemilang dengan meraih penghargaan PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) peringkat Emas untuk Karawang Plant (KP) dan peringkat Hijau untuk Bekasi Plant (BP) dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Prestasi ini menjadi yang pertama kalinya bagi Bridgestone Indonesia di kategori Emas, sekaligus menjadi kado istimewa bertepatan dengan perayaan 50 tahun kehadirannya di Tanah Air. Keberhasilan ini menegaskan komitmen Bridgestone terhadap pilar keberlanjutan (sustainability) melalui Bridgestone E8 Commitment, sebuah filosofi yang mendorong perusahaan untuk berkontribusi pada penciptaan nilai di delapan aspek penting, termasuk lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diterima. "PROPER Peringkat Emas ini menjadi kado paling indah karena bertepatan dengan ulang tahun emas atau 50 tahun Bridgestone hadir di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik di masa depan," ujarnya dengan penuh semangat. Penghargaan ini semakin prestisius karena Bridgestone Indonesia menjadi satu-satunya produsen ban di Tanah Air yang berhasil meraih predikat Emas dalam program PROPER tahun ini.
Program PROPER merupakan inisiatif strategis dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang bertujuan untuk mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia agar memiliki kinerja lingkungan yang unggul dan melampaui standar kepatuhan yang ditetapkan oleh pemerintah. Penilaian PROPER dilakukan secara berkala dan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan limbah, efisiensi energi, konservasi sumber daya alam, hingga kontribusi sosial dan pemberdayaan masyarakat. Peringkat Emas merupakan predikat tertinggi yang diberikan kepada perusahaan yang telah menunjukkan kinerja lingkungan yang sangat baik, terintegrasi dalam strategi bisnis, dan memberikan manfaat yang signifikan bagi lingkungan dan masyarakat. Sementara itu, peringkat Hijau diberikan kepada perusahaan yang telah menunjukkan kinerja lingkungan yang baik dan melampaui kewajiban hukum.
Menurut penjelasan dari KLH, Bridgestone Indonesia dinilai berhasil dalam mengelola dampak lingkungan secara efektif dan efisien. Hal ini tercermin dari praktik-praktik berkelanjutan yang diterapkan di kedua pabriknya. Di Karawang Plant, fokus utama pengelolaan lingkungan meliputi manajemen sisa hasil produksi yang cermat, upaya minimisasi polusi yang berkelanjutan, pemanfaatan energi terbarukan, serta implementasi program konservasi sumber daya alam yang terukur dan berdampak. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Bridgestone tidak hanya berorientasi pada produksi ban berkualitas, tetapi juga sangat peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Tren positif partisipasi perusahaan dalam program PROPER terus meningkat setiap tahunnya. Pada periode penilaian 2024-2025, tercatat sebanyak 5.476 perusahaan dari berbagai sektor industri yang berpartisipasi, menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini mengindikasikan semakin kuatnya kesadaran di kalangan pelaku usaha mengenai pentingnya akuntabilitas kinerja lingkungan yang transparan dan bertanggung jawab. Kesadaran ini menjadi fondasi penting dalam upaya bersama mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq, dalam kesempatan terpisah, menegaskan bahwa PROPER kini telah bertransformasi jauh melampaui fungsi awalnya sebagai sekadar instrumen kepatuhan administratif. "PROPER bukan lagi sekadar alat evaluasi administratif. PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat," jelasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa PROPER bukan hanya tentang memenuhi regulasi, tetapi lebih kepada mendorong perusahaan untuk berinovasi dan menjadi agen perubahan positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Lebih lanjut, Menteri Hanif menyampaikan bahwa hasil penilaian PROPER menunjukkan adanya kemajuan yang menggembirakan di sektor industri, meskipun tantangan lingkungan yang dihadapi masih sangat besar. Ia merinci bahwa sebanyak 282 perusahaan berhasil mencapai kategori "beyond compliance" atau melampaui kewajiban kepatuhan. Dari jumlah tersebut, 39 perusahaan berhasil meraih peringkat Emas yang sangat prestisius, dan 243 perusahaan lainnya meraih peringkat Hijau. Angka ini menunjukkan bahwa semakin banyak perusahaan yang mulai mengadopsi praktik bisnis berkelanjutan dan berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Perjalanan 50 tahun Bridgestone di Indonesia tidak hanya diwarnai oleh inovasi produk dan perluasan jaringan distribusi, tetapi juga oleh komitmen yang mendalam terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan. Penghargaan PROPER Emas dan Hijau ini menjadi bukti nyata dari dedikasi Bridgestone dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam setiap aspek operasionalnya. Di Karawang Plant, misalnya, upaya yang dilakukan meliputi implementasi sistem pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang ketat sesuai standar nasional dan internasional, serta program daur ulang limbah karet untuk mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Selain itu, pabrik ini juga aktif dalam program konservasi air dengan melakukan upaya pengurangan konsumsi air dan pengolahan air limbah sebelum dibuang ke lingkungan.

Energi terbarukan juga menjadi salah satu fokus utama Bridgestone Indonesia dalam mengurangi jejak karbonnya. Di Karawang Plant, perusahaan telah mengimplementasikan penggunaan panel surya sebagai sumber energi alternatif untuk sebagian operasionalnya, yang secara signifikan mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Inisiatif ini sejalan dengan Bridgestone E8 Commitment yang menekankan pada pilar "Energy & Emissions", yaitu berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan efisiensi energi. Penggunaan energi bersih ini tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada efisiensi biaya operasional dalam jangka panjang.
Sementara itu, Bekasi Plant yang meraih peringkat Hijau juga menunjukkan komitmen yang kuat dalam pengelolaan lingkungan. Meskipun belum mencapai peringkat Emas, predikat Hijau ini tetap merupakan pencapaian yang membanggakan dan menunjukkan bahwa perusahaan telah melampaui standar kepatuhan minimum. Di Bekasi Plant, fokus pengelolaan lingkungan mencakup program pengurangan limbah produksi, optimalisasi penggunaan bahan baku, serta peningkatan kesadaran karyawan tentang pentingnya praktik ramah lingkungan. Program-program seperti "Reduce, Reuse, Recycle" (3R) dijalankan secara konsisten, melibatkan seluruh lini produksi dan staf.
Lebih dari sekadar operasional pabrik, Bridgestone Indonesia juga aktif dalam program-program pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya. Inisiatif seperti penanaman pohon, pembersihan sungai, serta edukasi lingkungan kepada masyarakat lokal menjadi bagian integral dari strategi keberlanjutan perusahaan. Program-program ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga untuk membangun hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan dengan komunitas sekitar. Keterlibatan dalam kegiatan sosial dan lingkungan ini mencerminkan komitmen Bridgestone pada pilar "Community" dan "Culture" dalam Bridgestone E8 Commitment.
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menegaskan kembali komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerja lingkungannya. "Penghargaan PROPER Emas ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berupaya melampaui ekspektasi. Kami percaya bahwa keberlanjutan adalah kunci keberhasilan jangka panjang, baik bagi perusahaan, masyarakat, maupun planet ini," tuturnya. Ia menambahkan bahwa Bridgestone akan terus berinvestasi dalam teknologi ramah lingkungan, serta mendorong budaya kerja yang peduli lingkungan di seluruh lini organisasinya.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui program PROPER berharap agar penghargaan ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain di Indonesia untuk meningkatkan kinerja lingkungan mereka. "Kami mendorong seluruh perusahaan untuk menjadikan PROPER sebagai acuan dalam mengelola lingkungan. Kepatuhan saja tidak cukup, kita perlu berinovasi dan berkontribusi lebih banyak lagi untuk kelestarian alam," ujar Menteri Hanif Faisol Nurofiq. Beliau juga menekankan bahwa peran serta sektor swasta sangat krusial dalam mencapai target-target pembangunan berkelanjutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Dalam konteks global, Bridgestone Corporation sendiri memiliki target ambisius untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2050. Di Indonesia, upaya Bridgestone dalam meraih PROPER Emas dan Hijau merupakan langkah konkret untuk mendukung pencapaian target global tersebut. Perusahaan terus mengeksplorasi teknologi baru dan praktik terbaik untuk mengurangi emisi, menghemat energi, dan meminimalkan dampak lingkungan dari seluruh rantai nilainya, mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi produk jadi.
Salah satu inovasi yang terus dikembangkan oleh Bridgestone adalah penggunaan material yang lebih berkelanjutan dalam produksi ban. Hal ini mencakup penggunaan karet alam yang diproduksi secara bertanggung jawab, serta pengembangan ban yang lebih tahan lama dan hemat bahan bakar. Inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi konsumen melalui penghematan biaya operasional dan peningkatan performa kendaraan.
Kisah Bridgestone Indonesia dalam meraih penghargaan PROPER Emas dan Hijau ini menjadi contoh inspiratif bagaimana sebuah perusahaan dapat mencapai kesuksesan bisnis sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan terus berinovasi, mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek operasional, dan berkomitmen untuk melampaui kepatuhan, Bridgestone membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan adalah sebuah keniscayaan yang dapat dicapai. Perayaan 50 tahun di Indonesia ini bukan hanya tentang pencapaian masa lalu, tetapi juga tentang komitmen yang lebih kuat untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

