0

Muhammad Badruddin Terpilih Nahkodai PD AMRI Pati Periode 2026–2031

Share

PATI, Rifaiyah.or.id – Musyawarah Daerah (MUSDA) VI Angkatan Muda Rifa’iyah (AMRI) Kabupaten Pati resmi menorehkan sejarah baru bagi perjalanan organisasi kepemudaan di lingkungan Jam’iyah Rifa’iyah. Dalam forum tertinggi yang berlangsung khidmat di Aula SMA Rifa’iyah Sundoluhur, Kayen, Pati, pada Ahad, 31 Mei 2026, Muhammad Badruddin, S.Ag. secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Pimpinan Daerah (PD) AMRI Kabupaten Pati untuk masa khidmat 2026–2031. Proses suksesi ini tidak hanya menjadi ajang pergantian pengurus, tetapi juga simbol regenerasi yang mengedepankan semangat persatuan, kekeluargaan, dan komitmen kuat untuk melanjutkan estafet perjuangan dakwah KH. Ahmad Rifa’i ibn Muhammad di era modern.

Penetapan Muhammad Badruddin sebagai nakhoda baru bukanlah proses yang instan. Keputusan ini lahir melalui mekanisme musyawarah mendalam oleh Tim Formatur yang terdiri dari berbagai elemen strategis organisasi, yakni perwakilan Ketua Ranting AMRI dari YPIR, Yaris, Tambak, Talun, Baturejo, dan Tambangsari. Selain itu, proses pengambilan keputusan juga melibatkan unsur pimpinan sidang pleno, jajaran pengurus PD AMRI Pati periode berjalan, serta restu dan pertimbangan dari para masyayikh Rifa’iyah Kabupaten Pati. Hasil konsensus tersebut kemudian dibacakan secara resmi dalam sidang pleno yang dipimpin oleh Rekan Harun Arrosyid, S.Ag., yang disambut dengan apresiasi dan dukungan penuh dari seluruh peserta musyawarah.

Muhammad Badruddin, S.Ag. sendiri bukanlah sosok asing bagi kader AMRI di Pati. Sebagai kader tulen dari Ranting AMRI Baturejo, ia telah meniti jenjang pengabdian yang panjang di usia yang tergolong muda, yakni 27 tahun. Pengalamannya yang luas dalam mengelola dinamika organisasi di tingkat ranting hingga keterlibatannya dalam kepanitiaan MUSDA VI sebagai Ketua Panitia, telah membentuk sosoknya menjadi pribadi yang komunikatif, visioner, dan memiliki dedikasi tinggi. Rekam jejaknya dalam memobilisasi potensi pemuda Rifa’iyah di Pati menjadi salah satu faktor kunci mengapa para peserta MUSDA memberikan kepercayaan penuh kepadanya untuk memimpin organisasi selama lima tahun ke depan.

Dalam pidato awal pasca-penetapan, Badruddin menyadari bahwa amanah yang dipikulnya memiliki tanggung jawab besar. Ia berkomitmen untuk melanjutkan program-program unggulan yang telah dirintis oleh kepengurusan sebelumnya, terutama dalam hal penguatan basis kaderisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pemuda. Di era disrupsi saat ini, ia menegaskan pentingnya bagi AMRI untuk hadir dengan inovasi-inovasi segar yang relevan dengan tantangan zaman, tanpa harus meninggalkan pakem-pakem ajaran Rifa’iyah yang menjadi jati diri organisasi. "AMRI harus menjadi rumah bagi pemuda untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi nyata bagi umat," ujarnya.

Kehadiran sosok muda dalam kepemimpinan ini disambut dengan optimisme tinggi oleh para delegasi. Banyak pihak berharap di bawah kepemimpinan Badruddin, PD AMRI Pati mampu memperluas jangkauan kontribusinya, tidak hanya di internal Jam’iyah Rifa’iyah, tetapi juga di tengah masyarakat luas. Penguatan sinergi antar ranting dan pemanfaatan teknologi informasi untuk dakwah diyakini akan menjadi fokus utama agar AMRI Pati semakin solid dan dikenal sebagai organisasi yang progresif.

Di sisi lain, momen MUSDA VI ini juga menjadi ajang refleksi atas capaian selama satu periode terakhir di bawah kepemimpinan Rekan H. Nusrotuddin. Dalam sambutan perpisahannya, H. Nusrotuddin menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kerja sama dan dukungan dari seluruh jajaran pengurus serta kader selama masa baktinya. Ia mengungkapkan bahwa konsolidasi organisasi yang telah berjalan baik selama ini adalah hasil dari kerja kolektif seluruh anggota. "Terima kasih atas segala support dan kerja keras rekan-rekan semua. Semoga masa pengabdian kita selama ini dicatat oleh Allah SWT sebagai amal ibadah yang membawa keberkahan bagi Jam’iyah Rifa’iyah," ungkapnya dengan penuh haru.

Muhammad Badruddin Terpilih Nahkodai PD AMRI Pati Periode 2026–2031

Apresiasi terhadap kinerja H. Nusrotuddin pun mengalir deras dari peserta MUSDA. Selama kepemimpinannya, ia dinilai berhasil menjaga stabilitas organisasi dan membina komunikasi yang baik dengan berbagai lapisan pengurus, dari tingkat ranting hingga pusat. Transisi kepemimpinan yang berjalan dengan sangat harmonis dan demokratis ini menjadi bukti kedewasaan berorganisasi di lingkungan AMRI Pati.

Acara yang berlangsung di SMA Rifa’iyah Sundoluhur tersebut bukan sekadar seremoni formal, melainkan titik balik bagi konsolidasi gerakan kepemudaan Rifa’iyah di Kabupaten Pati. Selain penetapan ketua, musyawarah ini juga membahas berbagai agenda strategis yang akan dijalankan dalam lima tahun ke depan, termasuk penguatan ekonomi kader dan revitalisasi pendidikan karakter berbasis ajaran KH. Ahmad Rifa’i.

Bagi para kader muda, terpilihnya Muhammad Badruddin menjadi inspirasi baru untuk terus berkiprah. Di usianya yang masih sangat produktif, ia diharapkan mampu menjadi jembatan antara generasi senior dan generasi Z yang mendominasi jumlah anggota AMRI saat ini. Gaya kepemimpinannya yang terbuka dan inklusif diharapkan dapat menarik lebih banyak pemuda untuk terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan dan sosial yang dihelat oleh organisasi.

Pesan penting juga disampaikan oleh Ketua PP AMRI dalam rangkaian acara MUSDA, yang menekankan pentingnya "dua jimat kepemimpinan" bagi setiap pengurus yang terpilih. Jimat tersebut dimaknai sebagai kesabaran dalam menghadapi dinamika internal dan keteguhan dalam memegang prinsip ajaran Rifa’iyah di tengah arus modernisasi. Muhammad Badruddin berkomitmen untuk mengimplementasikan filosofi tersebut dalam setiap kebijakan yang akan ia ambil di masa mendatang.

Harapan besar kini tertumpu pada bahu Muhammad Badruddin. Ia tidak hanya dituntut untuk memimpin, tetapi juga untuk merangkul, membimbing, dan menjadi teladan bagi kader-kader muda di seluruh Kabupaten Pati. Dengan dukungan penuh dari para masyayikh, pengurus demisioner, dan seluruh ranting, kepengurusan baru ini diyakini akan mampu membawa PD AMRI Pati menuju babak baru yang lebih cerah, inovatif, dan berdampak luas bagi umat.

Regenerasi di tubuh AMRI Pati ini menjadi pelajaran berharga bahwa estafet kepemimpinan yang dijalankan dengan semangat kekeluargaan akan menghasilkan kekuatan yang jauh lebih besar. Dengan selesainya MUSDA VI, seluruh elemen AMRI Pati kini siap bergerak satu barisan di bawah komando baru, melanjutkan perjuangan dakwah, dan menjaga marwah Jam’iyah Rifa’iyah sebagai organisasi yang terus beradaptasi dengan perkembangan zaman namun tetap setia pada khittah perjuangan KH. Ahmad Rifa’i ibn Muhammad.

Penulis: Ahmad Zahid Ali
Editor: Ahmad Zahid Ali