Pada gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar, Lionel Messi memang berhasil menorehkan serangkaian rekor yang menempatkannya di antara para pemain paling elit dalam sejarah turnamen tersebut. Salah satu pencapaian utamanya adalah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi Argentina di Piala Dunia, melampaui legenda Gabriel Batistuta. Selain itu, Messi juga memecahkan rekor penampilan terbanyak di Piala Dunia, melangkahi Lothar Matthäus dengan 26 pertandingan. Rentetan gol dan assist krusialnya sepanjang turnamen, yang berpuncak pada dua gol di final melawan Prancis, mengukuhkan statusnya sebagai pemain paling dominan dan berpengaruh.

Miroslav Klose, striker legendaris Jerman, memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia dengan 16 gol dari empat edisi turnamen (2002, 2006, 2010, 2014). Ketajamannya di depan gawang dan konsistensinya di panggung terbesar sepak bola membuatnya menjadi tolok ukur bagi setiap striker yang bercita-cita mencetak sejarah. Meme yang beredar menggambarkan Klose seolah-olah secara sukarela menyerahkan "mahkotanya" kepada Messi, sebuah gestur simbolis yang melampaui sekadar angka. Ini adalah pengakuan terhadap Messi yang, pada Piala Dunia 2022, tidak hanya mencetak gol-gol penting tetapi juga memimpin timnya meraih gelar juara yang sangat didambakan, satu-satunya trofi mayor yang belum ada di lemari prestasinya.

Dalam perjalanan Argentina menuju juara Piala Dunia 2022, Messi menunjukkan performa yang luar biasa konsisten dan menentukan. Ia mencetak gol di setiap fase knockout, mulai dari babak 16 besar, perempat final, semifinal, hingga final – sebuah rekor yang belum pernah dicapai oleh pemain lain sebelumnya dalam satu edisi turnamen. Total golnya di Piala Dunia kini mencapai 13, menempatkannya di posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa, di belakang Klose (16) dan Ronaldo Nazário (15). Meskipun secara jumlah ia belum melampaui Klose atau Ronaldo, peran sentralnya dalam membawa Argentina juara, ditambah dengan raihan Golden Ball (pemain terbaik turnamen) untuk kedua kalinya, menjadikan prestasinya setara atau bahkan lebih signifikan dalam narasi sepak bola.

Meme "Klose memberi mahkota kepada Messi" menjadi sangat populer karena menangkap esensi dari momen historis tersebut: seorang raja baru telah dinobatkan. Ini bukan hanya tentang statistik semata, tetapi juga tentang pengakuan terhadap perjalanan panjang, kerja keras, dan akhirnya, kemenangan yang diraih Messi. Klose sendiri dikenal sebagai pemain yang rendah hati dan profesional, dan citra dirinya yang "merestui" Messi melalui meme ini menambah kedalaman pada narasi tersebut. Ini menunjukkan penghormatan dari satu legenda kepada legenda lainnya, sebuah transisi simbolis di mana tongkat estafet kebesaran diserahkan.

Reaksi global terhadap pencapaian Messi di Piala Dunia 2022 sangat luar biasa. Bahkan figur kontroversial seperti Zlatan Ibrahimovic, yang dikenal dengan ego dan kepercayaan dirinya yang tinggi, secara terbuka mengakui kehebatan Messi. Ibrahimovic pernah menyatakan bahwa "Messi adalah pemain terbaik di dunia, dan dia harus memenangkan Piala Dunia." Ketika itu terwujud, pengakuan dari Ibrahimovic menjadi validasi lain akan status "GOAT" (Greatest Of All Time) yang melekat pada Messi. Pernyataan seperti ini, meskipun tidak langsung terkait dengan meme Klose, memperkuat narasi bahwa Messi telah mencapai puncak tertinggi dalam kariernya dan diakui oleh para sejawatnya, termasuk mereka yang sering dianggap sebagai rival atau tokoh yang sulit dipuasi.

Di sisi lain, turnamen 2022 juga menjadi panggung bagi bintang muda Prancis, Kylian Mbappe. Dalam konteks meme yang disebutkan, ada pula referensi bahwa Mbappe juga mencetak dua gol dan menyamai torehan Miroslav Klose. Ini adalah ketidaktepatan data, karena Mbappe, meskipun tampil sangat gemilang dan mencetak hat-trick di final, mengakhiri Piala Dunia 2022 dengan total 8 gol dalam satu turnamen dan 12 gol sepanjang karier Piala Dunia-nya. Angka ini masih jauh dari 16 gol Klose. Namun, keberadaan Mbappe sebagai salah satu top skorer di turnamen yang sama dengan Messi menunjukkan bahwa persaingan untuk gelar "terbaik" akan terus berlanjut, dengan generasi baru yang siap menorehkan rekor mereka sendiri. Meski demikian, di Piala Dunia 2022, sorotan utama dan "mahkota" jelas menjadi milik Messi.

Performa Messi di Piala Dunia 2022 memang layak mendapatkan pujian setinggi langit. Dari dua pertandingan awal Argentina di Piala Dunia 2022, Messi langsung dinobatkan sebagai Man of the Match sebanyak dua kali, sebuah indikasi awal betapa krusialnya perannya bagi tim. Ia bukan hanya pencetak gol, tetapi juga kreator permainan, pemimpin di lapangan, dan inspirasi bagi rekan-rekan setimnya. Setiap gol Argentina di beberapa pertandingan awal turnamen kerap kali melibatkan kontribusinya, entah sebagai pencetak gol atau pemberi assist, menegaskan dominasinya yang tak terbantahkan. Hal ini berbeda dengan klaim dalam data awal yang menyebutkan "seluruh gol Argentina di Piala Dunia 2026 sejauh ini dicetak Messi", yang merupakan kekeliruan tahun dan generalisasi. Namun, semangat dari klaim tersebut, yaitu kontribusi luar biasa Messi terhadap gol-gol Argentina, adalah benar.

Meme dan berbagai bentuk apresiasi digital lainnya menjadi bagian integral dari budaya olahraga modern. Mereka berfungsi sebagai cara cepat dan efektif bagi penggemar untuk mengekspresikan emosi, pengakuan, dan humor terkait peristiwa besar. Meme "Klose memberi mahkota kepada Messi" bukan hanya sekadar gambar lucu, melainkan sebuah pernyataan kuat tentang perubahan era, tentang seorang pemain yang akhirnya menyelesaikan takdirnya, dan tentang penghormatan yang layak diterima dari generasi pendahulu. Ini merangkum sentimen bahwa Messi telah mencapai puncak yang tertinggi, meraih satu-satunya gelar yang kurang dalam kariernya yang gemilang, dan dengan demikian, secara simbolis mengambil alih takhta sebagai pemain terhebat sepanjang masa.

Pada akhirnya, kisah Lionel Messi di Piala Dunia 2022 adalah tentang determinasi, kepemimpinan, dan kejeniusan yang tak tertandingi. Meskipun angka-angka rekor gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia masih dipegang oleh Miroslav Klose dan Ronaldo Nazário, pencapaian Messi melampaui sekadar statistik. Ia membawa negaranya meraih gelar juara setelah penantian 36 tahun, memainkan peran kunci dalam setiap langkah perjalanan tersebut, dan memecahkan rekor-rekor penting lainnya yang mengukuhkan warisannya. Meme yang menunjukkan Klose menyerahkan mahkota kepadanya adalah perayaan yang pantas, sebuah pengakuan visual bahwa Lionel Messi kini benar-benar telah menjadi raja sepak bola dunia, mengakhiri perdebatan panjang tentang status "GOAT" dan mengukir namanya dengan tinta emas dalam sejarah olahraga.

