BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah yang melibatkan Hanania Travel terus bergulir, menarik perhatian publik dan menyeret sejumlah figur publik yang pernah bekerja sama dengannya. Salah satu yang dipanggil dan diperiksa oleh Polda Metro Jaya adalah influencer Keanu, pada Senin, 8 Juni 2026. Keanu diperiksa sebagai saksi terkait perannya dalam mempromosikan paket umrah yang ditawarkan oleh Hanania Travel.
Saat ditemui oleh awak media usai menjalani pemeriksaan yang berlangsung cukup panjang, Keanu membeberkan detail mengenai proses investigasi yang dijalaninya. Ia mengaku dicecar sebanyak 25 pertanyaan oleh penyidik. Pertanyaan-pertanyaan tersebut meliputi latar belakang perkenalannya dengan pihak Hanania Travel, kronologi awal terjalinnya kerja sama, hingga rincian mengenai kontrak yang disepakati.
"Aku jelasin di dalam bahwa aku dalam kerja sama, sama Hanania itu aku enggak menerima uang endorse-an sama sekali. Aku tuh kerja samanya barter," tegas Keanu, memberikan klarifikasi penting terkait statusnya dalam kerja sama tersebut. Pernyataan ini menjadi krusial karena mengindikasikan bahwa Keanu tidak menerima kompensasi finansial dalam bentuk endorsement fee dari Hanania Travel, melainkan melalui mekanisme pertukaran jasa atau barter.
Untuk memperkuat keterangannya, Keanu juga membawa bukti-bukti pendukung yang signifikan. Salah satunya adalah rekening koran pribadinya. Bukti ini diharapkan dapat secara gamblang menunjukkan bahwa tidak ada aliran dana masuk dari Hanania Travel ke rekeningnya, yang secara otomatis menepis dugaan keterlibatan finansialnya dalam skema penipuan yang diduga dilakukan oleh travel tersebut. Ia juga menunjukkan rekening koran dari periode waktu sebelum, saat, dan setelah ia berangkat umrah menggunakan jasa Hanania Travel, yaitu pada bulan Agustus dua tahun lalu.
Keanu mengungkapkan rasa terkejut dan syok atas kasus yang menimpa Hanania Travel. Ia mengaku memiliki kesan yang baik terhadap travel tersebut berdasarkan pengalamannya sendiri dan interaksi dengan jamaah lainnya. "Aku juga bawa rekening koran aku periode bulan aku berangkat, yaitu 2 tahun yang lalu, bulan Agustus, dan 1 bulan sebelumnya, 1 bulan setelahnya, bahwa aku enggak menerima aliran dana apa pun dari Hanania Group," ujarnya, menegaskan kembali poin pentingnya. Ia menambahkan bahwa selama ini ia sering diundang ke acara reuni akbar yang diadakan oleh Hanania Travel untuk menjaga silaturahmi dengan para jamaah yang telah menggunakan jasa mereka, yang semakin memperkuat kesan positifnya.
"Kaget, kaget, kaget, aku sedih, aku syok. Karena kan setelah aku berangkat itu, kan ada selang 2 tahun. Aku tuh suka diundang ke ini, dia ada reuni akbar. Jadi orang yang berangkat sama dia tuh dia ada reuni, untuk menjaga silaturahmi," tutur Keanu dengan nada prihatin. Hal ini menunjukkan bahwa citra Hanania Travel di mata para jamaah yang pernah menggunakan jasanya, termasuk Keanu, terkesan baik dan profesional, sehingga kasus dugaan penipuan ini menjadi pukulan telak bagi banyak pihak.
Lebih lanjut, Keanu menegaskan komitmennya untuk selalu bersikap kooperatif dalam proses hukum yang sedang berjalan. Ia menyatakan dukungannya penuh terhadap upaya Kepolisian dalam mengusut tuntas kasus dugaan penipuan yang merugikan banyak pihak ini. Sikap kooperatif ini sangat penting untuk kelancaran investigasi dan penegakan hukum.
Selain memberikan keterangan, Keanu juga menyampaikan rasa simpati dan prihatin yang mendalam kepada para korban penipuan Hanania Travel. Ia berharap agar semua korban dapat memperoleh keadilan yang setimpal atas kerugian yang mereka alami. Pernyataannya ini mencerminkan empati yang tinggi terhadap situasi yang dialami oleh para jamaah yang menjadi korban.
Perlu diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun dari detikNews, Polda Metro Jaya telah menetapkan bos Hanania Travel, yang diketahui bernama Ahmad Syah Farhan atau disingkat ASF, sebagai tersangka dalam kasus ini. Penetapan tersangka ini dilakukan setelah adanya bukti yang cukup kuat terkait dugaan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah. Ahmad Syah Farhan, yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional, kini telah resmi ditahan oleh pihak kepolisian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam keterangannya pada Sabtu, 30 Mei 2026, mengkonfirmasi penahanan ASF. "ASF sebagai tersangka pada 29 Mei 2026. Selanjutnya, yang bersangkutan dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya," ujar Kombes Budi Hermanto. Penahanan ini merupakan langkah hukum yang diambil untuk mencegah tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya.
Ahmad Syah Farhan dijerat dengan beberapa pasal hukum yang relevan dengan tindak pidana yang diduga dilakukannya. Ia disangkakan melanggar pasal dugaan penipuan dan/atau penggelapan serta tindak pidana pencucian uang. Pasal-pasal yang dikenakan antara lain Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dan/atau Pasal 486 KUHP, serta Pasal 607 KUHP. Pemberlakuan pasal-pasal ini menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam menangani kasus ini dan upaya untuk memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan serupa.
Kombes Budi Hermanto juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima sebanyak dua laporan terkait kasus Hanania Travel ini. Kerugian yang dialami oleh para korban dalam kasus ini terbilang sangat besar, mencapai total Rp 12,14 miliar. Jumlah korban yang dilaporkan pun tidak sedikit, mencapai puluhan orang, yang menunjukkan skala permasalahan yang cukup serius dan berdampak luas. Angka kerugian yang fantastis ini menggarisbawahi betapa pentingnya pengusutan tuntas kasus ini demi keadilan bagi para korban. Pihak kepolisian terus berupaya mengumpulkan bukti-bukti tambahan dan keterangan dari para saksi, termasuk para influencer seperti Keanu, untuk membangun kasus yang kuat dan membawa para pelaku ke pengadilan.

