BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Dinar Candy, sosok yang kerap menjadi sorotan publik tidak hanya karena kiprahnya di dunia hiburan sebagai DJ, namun juga karena gebrakan bisnisnya yang mengejutkan, kini mengumumkan ambisi besar yang melampaui gemerlap panggung. Di usianya yang menginjak 32 tahun, Dinar menegaskan fokusnya beralih dari dunia hiburan semata untuk mendedikasikan energi dan sumber dayanya pada pengembangan bisnis pelayaran yang telah ia rintis. Target utamanya di tahun ini bukan lagi sekadar menambah aset hiburan, melainkan memperluas armada kapal tongkang yang dimilikinya, sebuah langkah strategis yang menunjukkan visi bisnis yang matang.
Saat ditemui di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Dinar Candy secara lugas mengungkapkan keinginannya untuk memiliki lebih dari satu kapal tongkang. "Pengin maksud tuh kapalnya gak satu, pengin banyak, kayak gitu," ujarnya dengan antusias, mengindikasikan bahwa ambisinya tidak main-main dan ia bertekad untuk membangun kerajaan bisnis di sektor maritim. Keputusan untuk beralih fokus ke bisnis pelayaran ini bukanlah keputusan semata-mata ikut-ikutan, melainkan hasil dari kalkulasi matang terhadap prospek bisnis yang menjanjikan di sektor ini.
Demi mewujudkan target ambisius tersebut, Dinar mengaku telah melakukan penyesuaian drastis dalam gaya hidup dan manajemen keuangannya. Ia kini lebih berhati-hati dalam mengatur setiap sen yang dihasilkan. Kebiasaan berbelanja barang-barang mewah, seperti tas-tas bermerek dengan harga fantastis, kini harus dikesampingkan. "Intinya kayak uang dari perusahaan tuh gak aku pakai buat shopping-shopping, kayak beli-beli tas mahal gitu sekarang. Sekarang tuh benar-benar uangnya aku kumpulin buat ngembangkan usaha aku," jelasnya dengan nada tegas, menunjukkan komitmennya yang tinggi terhadap pengembangan bisnis. Prioritasnya kini jelas: setiap rupiah yang diperoleh dari usahanya harus diinvestasikan kembali untuk memperbesar skala bisnisnya.
Saat ditanya mengenai perkembangan bisnis pelayarannya saat ini, Dinar mengungkapkan bahwa ia baru saja memiliki satu set kapal tongkang. Namun, ia optimis bahwa penambahan armada baru sedang dalam proses persiapan. "Ya semoga ini aja lah, semoga jodoh ya, karena kan kayak gitu juga jodoh-jodohan belinya," ungkapnya sambil tertawa, menyiratkan bahwa dalam bisnis ini, seperti halnya dalam kehidupan, ada elemen keberuntungan dan kecocokan yang turut berperan. Pernyataan ini juga menunjukkan bahwa ia tidak memandang bisnis ini sekadar transaksi, melainkan sebuah perjalanan yang membutuhkan ketekunan dan sedikit keajaiban.
Menurut Dinar, pengembangan armada kapal tongkang menjadi salah satu fokus utamanya karena ia melihat prospek yang sangat cerah dan stabil di bisnis ini. Sektor jasa transportasi laut menawarkan peluang pendapatan yang berkelanjutan dan minim risiko jika dikelola dengan benar. Ia juga meluruskan kesalahpahaman yang kerap mengaitkannya dengan bisnis batu bara. Dinar menegaskan bahwa usahanya bukanlah menjual atau memiliki tambang batu bara, melainkan bergerak murni di bidang jasa transportasi laut. "Iya aku usahanya sih sebenarnya kalau kapal itu bukan batu bara ya, kapal itu lebih ke pelayaran, pelayaran. Pelayaran jadi kayak angkutan lah muatan," jelasnya.
Lebih lanjut, Dinar menerangkan bahwa kapal tongkang yang dimilikinya berperan sebagai alat angkut utama untuk berbagai jenis muatan milik klien. "Jadi aku narik batu bara, batu bara punya orang nanti diantar ke vessel kayak gitu. Jadi bukan batu baranya bukan punya aku," katanya. Ini berarti Dinar tidak terlibat dalam kegiatan penambangan atau kepemilikan komoditas batu bara itu sendiri, melainkan menyediakan layanan logistiknya. Layanan ini sangat krusial dalam rantai pasok komoditas seperti batu bara, di mana pengangkutan dari titik tambang ke kapal pengangkut yang lebih besar menjadi tahapan vital.
Fleksibilitas kapal tongkang yang ia operasikan juga menjadi daya tarik tersendiri. Selain batu bara, kapal tersebut juga mampu mengangkut berbagai jenis material lainnya. "Jadi aku bisa narik pasir, batu split, bisa narik batu bata, pokoknya apa aja bisa. Cuman kan emang yang lebih besar uangnya di batu bara gitu," lanjutnya. Kemampuan untuk mengangkut berbagai jenis kargo menunjukkan bahwa bisnisnya tidak hanya bergantung pada satu jenis komoditas, melainkan memiliki potensi diversifikasi pendapatan yang luas. Meskipun batu bara memberikan potensi keuntungan terbesar, kemampuan mengangkut material lain seperti pasir dan batu split membuka peluang bisnis di sektor konstruksi dan infrastruktur.
Dinar juga mengungkapkan bahwa ia kini lebih selektif dalam memilih jenis usaha yang akan digelutinya. Ia menyadari bahwa sektor batu bara memiliki tingkat risiko yang cukup besar, baik dari sisi regulasi, fluktuasi harga, maupun isu lingkungan. Oleh karena itu, ia memilih untuk fokus pada jasa transportasi laut yang dianggapnya lebih stabil dan memiliki risiko yang lebih terkelola. "Makanya aku sih gak berani ya kalau bisnis batu bara, tapi kalau kapal tongkang aku berani karena dia kan kayak alat transportasi aja," tuturnya. Pilihan ini mencerminkan kedewasaan dalam berbisnis, di mana ia lebih mengutamakan keberlanjutan dan stabilitas daripada potensi keuntungan sesaat yang berisiko tinggi.
Perempuan yang dikenal dengan citra DJ-nya ini kemudian memberikan analogi yang sangat mudah dipahami mengenai fungsi kapal tongkang. Ia menyamakannya dengan kendaraan angkut di darat, seperti mobil pick-up. Namun, kapal tongkang beroperasi di perairan dengan skala yang jauh lebih besar dan kapasitas angkut yang masif. "Kalau di darat tuh kayak kita mobil pick-up lah, kayak narik sayuran, narik apa bisa. Cuma ini skalanya di air gitu dan lebih besar," pungkasnya. Analogi ini berhasil menggambarkan esensi bisnisnya: menyediakan jasa logistik dan transportasi yang efisien, dengan memanfaatkan infrastruktur air untuk mengangkut barang dalam jumlah besar. Ambisi Dinar Candy untuk menambah armada kapal tongkang bukan hanya sekadar penambahan aset fisik, melainkan sebuah langkah strategis untuk memperkuat posisinya di industri pelayaran, sebuah sektor yang memiliki peran vital dalam perekonomian Indonesia dan menawarkan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan manajemen keuangan yang ketat dan visi bisnis yang jelas, Dinar Candy menunjukkan bahwa ia bukan hanya sekadar seorang figur publik, melainkan seorang pengusaha yang serius dan berambisi besar.

