0

Devi Permatasari Ungkap Rahasia Awet Muda dan Eksistensi di Usia Kepala Lima: Disiplin Pola Makan, Gaya Hidup Sehat, dan Selektif Memilih Pekerjaan

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Devi Permatasari, nama yang tak lekang oleh waktu di kancah dunia hiburan Tanah Air, terus membuktikan eksistensinya sebagai aktris yang masih bersinar di usia kepala lima. Dikenal luas sejak era 90-an, Devi Permatasari kini tak hanya menjadi sorotan karena kualitas aktingnya, tetapi juga karena penampilan fisiknya yang bugar dan awet muda. Keberadaannya yang masih relevan di industri hiburan yang dinamis ini, di tengah gempuran pendatang baru, tentu memunculkan rasa penasaran publik mengenai rahasia di balik ketahanan dan vitalitasnya.

Dalam sebuah kesempatan wawancara eksklusif, Devi Permatasari dengan terbuka membagikan kunci utama yang membantunya tetap relevan dan menjaga kesehatannya. Salah satu pilar utamanya adalah perubahan strategi dalam memilih pekerjaan. Berbeda dengan masa mudanya yang mungkin lebih mengutamakan kuantitas proyek demi membangun karier, kini Devi Permatasari lebih mengedepankan kualitas. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. "Kalau dulu bisa ambil banyak proyek, sekarang untuk sinetron saya pilih satu judul saja. Selesai stripping, istirahat dulu," ungkapnya, menjelaskan bahwa dengan bertambahnya usia, manajemen energi menjadi krusial. Ia menyadari pentingnya keseimbangan antara tuntutan karier akting yang padat dengan kesibukannya dalam mengelola bisnis katering yang ia geluti. "Kebetulan saya ada bisnis katering, jadi harus bisa nyeimbangin supaya tidak keteteran," tambahnya, menegaskan komitmennya untuk tidak hanya fokus pada satu bidang, tetapi juga mampu mengelola berbagai tanggung jawab tanpa mengorbankan kesehatan dan kualitas pekerjaan.

Namun, rahasia awet muda Devi Permatasari tidak berhenti pada selektivitas pekerjaan. Ia menegaskan bahwa tidak ada "perawatan aneh-aneh" yang ia jalani. Kunci utamanya justru terletak pada disiplin diri dalam menjaga pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten. Devi Permatasari mengaku sangat memegang teguh prinsip intermittent fasting. "Saya intermittent fasting, terakhir makan jam 6 atau 7 malam," ujarnya. Lebih lanjut, ia membagikan detail mengenai strateginya dalam mengatur asupan makanan sehari-hari, terutama terkait urutan konsumsi makronutrien. "Saya juga tidak pernah makan karbohidrat sebelum masukin protein dulu," jelasnya, sebuah kebiasaan yang membantu mengontrol kadar gula darah dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Pola makannya diperkaya dengan berbagai jenis makanan sehat. "Perbanyak sayur, protein, yoghurt, dan probiotik," sebut Devi Permatasari, menyoroti pentingnya serat, protein berkualitas, serta manfaat prebiotik dan probiotik untuk kesehatan pencernaan dan metabolisme.

Selain pola makan, Devi Permatasari juga menunjukkan ketelitian yang luar biasa dalam memilih produk perawatan kulit dan suplemen. Ia mengaku tidak mudah terpengaruh oleh gemerlap iklan atau tren sesaat. Sebaliknya, ia sangat berhati-hati dalam mempelajari setiap kandungan produk yang akan ia gunakan atau konsumsi. "Saya juga sangat teliti dalam memilih produk perawatan kulit dan suplemen. Saya menegaskan, tidak mudah termakan iklan dan selalu mempelajari kandungan produk yang akan dipakai atau konsumsi," katanya, menunjukkan bahwa kecantikan dan kesehatan yang berkelanjutan memerlukan pemahaman mendalam dan keputusan yang cerdas. Sikap kritis ini mencerminkan kesadarannya akan pentingnya bahan-bahan yang aman dan bermanfaat bagi tubuhnya dalam jangka panjang.

Untuk menjaga kebugaran fisik secara menyeluruh, Devi Permatasari memiliki rutinitas olahraga yang teratur. Ia mengaku rutin melakukan olahraga padel bersama sang suami sebanyak dua kali dalam seminggu. Olahraga padel, yang merupakan kombinasi antara tenis dan bulu tangkis, tidak hanya menyehatkan tetapi juga menjadi momen berkualitas untuk mempererat hubungan dengan pasangan. Aktivitas fisik ini membantu menjaga stamina, kelenturan, dan kekuatan otot, yang semuanya berkontribusi pada penampilan awet muda dan energi yang melimpah.

Di sisi lain, Devi Permatasari juga memberikan pandangannya mengenai perubahan industri hiburan yang ia saksikan. Ia mengamati bahwa industri saat ini cenderung bergerak serba instan. Sebagai seorang aktris senior yang telah meniti karier dari nol, ia mengaku tetap menikmati perannya meskipun harus beradaptasi dengan ritme syuting yang kini jauh lebih cepat dibandingkan era awal kariernya. Perubahan ini menuntut fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi yang tinggi. "Sebagai aktris senior yang memulai proses dari bawah, ia mengaku tetap menikmati perannya meski harus beradaptasi dengan ritme syuting yang jauh lebih cepat dibandingkan zaman dulu," jelasnya, menunjukkan bahwa semangat belajar dan beradaptasi adalah kunci untuk bertahan dalam industri yang terus berevolusi.

Menanggapi fenomena munculnya banyak pendatang baru yang terkadang menunjukkan sikap kurang sopan di lokasi syuting, Devi Permatasari memilih pendekatan yang tenang dan bijaksana. Ia tidak mudah terpancing atau mengambil pusing hal-hal negatif. Baginya, fokus pada pekerjaan dan profesionalisme adalah prioritas utama. "Kalau saya tipe orang yang ambil pusing, mungkin saya tidak akan bertahan lama di industri ini," ujarnya, mengungkapkan bahwa ketenangan dan fokus pada tanggung jawab adalah strategi bertahan yang ampuh. Ia percaya bahwa dengan menjalankan perannya dengan penuh gairah (passion), ia dapat terus memberikan kontribusi positif dan menjaga integritasnya sebagai seorang profesional. "Saya jalani saja dengan passion," tutupnya, menegaskan bahwa cinta pada profesi adalah bahan bakar utama yang membuatnya terus bersemangat dan berkarya.

Lebih jauh lagi, kesuksesan Devi Permatasari dalam menjaga penampilan awet muda dan eksistensinya di dunia hiburan juga dapat dikaitkan dengan faktor psikologis. Sikap positif, optimisme, dan kemampuan mengelola stres menjadi elemen penting yang seringkali terabaikan. Dengan memilih untuk tidak ambil pusing pada hal-hal yang tidak produktif dan fokus pada passionnya, Devi Permatasari secara tidak langsung menciptakan lingkungan internal yang kondusif bagi kesehatan mental dan fisik. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa stres kronis dapat mempercepat proses penuaan, sementara pikiran positif dan rasa bahagia dapat memberikan efek regeneratif pada tubuh.

Penting juga untuk dicatat bahwa Devi Permatasari tidak hanya berfokus pada perawatan dari dalam, tetapi juga pada perawatan dari luar. Ketelitiannya dalam memilih produk perawatan kulit menunjukkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan elastisitas kulit. Dengan memilih produk yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan kulitnya, ia mampu meminimalkan tanda-tanda penuaan seperti kerutan halus dan garis-garis ekspresi. Kombinasi antara pola makan sehat, gaya hidup aktif, dan perawatan kulit yang tepat menciptakan sinergi yang menghasilkan penampilan awet muda yang alami dan sehat.

Dalam konteks industri hiburan yang seringkali dipandang dangkal, Devi Permatasari menjadi contoh inspiratif bahwa kecantikan dan kesuksesan sejati tidak hanya bergantung pada penampilan fisik semata, tetapi juga pada karakter, kedisiplinan, dan integritas. Ia menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan bersinar, asalkan dibarengi dengan komitmen untuk menjaga kesehatan diri dan profesionalisme dalam bekerja. Kemampuannya untuk beradaptasi dengan perubahan zaman, sambil tetap mempertahankan nilai-nilai fundamentalnya, adalah kunci yang memungkinkannya untuk tetap relevan dan dihormati oleh rekan sejawat maupun penggemarnya.

Pengalamannya sebagai aktris senior yang telah melihat pasang surut industri hiburan juga memberikannya perspektif yang berharga. Ia mampu melihat dinamika industri dari sudut pandang yang lebih matang, tanpa terjebak dalam euforia sesaat atau keputusasaan. Pendekatan yang bijaksana ini tidak hanya membantunya dalam mengelola karier, tetapi juga dalam menjaga keseimbangan emosional. Kemampuannya untuk tetap tenang dan fokus di tengah hiruk-pikuk industri hiburan patut diapresiasi. Ia menjadi bukti bahwa ketahanan mental dan kemampuan untuk memilah prioritas adalah aset yang tak ternilai harganya.

Lebih lanjut, cerita Devi Permatasari ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak wanita di luar sana, terutama yang telah memasuki usia matang. Ia menunjukkan bahwa usia kepala lima bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari babak baru yang penuh potensi. Dengan menerapkan prinsip-prinsip yang ia bagikan, seperti pola makan sehat, gaya hidup aktif, dan sikap mental yang positif, siapapun dapat berupaya untuk menjaga kesehatan, kebugaran, dan bahkan meraih kesuksesan di usia yang tidak lagi muda. Devi Permatasari telah membuktikan bahwa awet muda dan eksistensi yang berkelanjutan adalah hasil dari investasi jangka panjang pada diri sendiri, baik secara fisik maupun mental.

Keberhasilan Devi Permatasari dalam menjaga citranya sebagai aktris yang awet muda dan berkarisma juga tidak terlepas dari pemilihan peran yang bijak. Ia cenderung memilih karakter yang sesuai dengan usianya dan memberikan ruang untuk eksplorasi akting yang lebih mendalam. Hal ini memungkinkan ia untuk terus menunjukkan kualitas aktingnya tanpa harus memaksakan diri dalam peran-peran yang tidak sesuai. Dengan demikian, ia dapat mempertahankan kredibilitasnya sebagai aktris yang matang dan berpengalaman, sekaligus memberikan warna baru pada setiap karakternya. Pendekatan yang strategis ini semakin memperkuat posisinya di industri hiburan dan membuat namanya terus dikenang oleh generasi penikmat sinetron.