0

Ashanty Sebut Berangkat Haji Jadi Kado Anniversary ke-15 Paling Spesial, Momen Penuh Haru dan Syukur Menjelang Panggilan Illahi

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Perjalanan spiritual menuju Tanah Suci Makkah menjadi momen yang tak terlupakan bagi penyanyi Ashanty. Baru-baru ini, istri Anang Hermansyah ini menggelar acara Walimatussafar Haji sebagai wujud syukur dan persiapan matang sebelum menunaikan rukun Islam kelima. Acara yang diselenggarakan dengan penuh kekhidmatan ini dihadiri oleh keluarga besar serta staf setia yang telah lama mendampinginya dalam berbagai suka duka. Di tengah lantunan doa dan zikir, Ashanty tak kuasa menahan air mata saat memohon doa restu dan memaafkan segala khilaf kepada orang-orang terkasihnya.

Jelang keberangkatan hajinya kali ini, Ashanty mengaku merasakan gejolak emosi yang begitu mendalam. Perasaan sensitif dan mudah menangis seolah tak terhindarkan, terutama saat mendengar gema selawat atau kumandang talbiyah yang mengalun syahdu dalam rangkaian acara persiapan. "Gak tahu kenapa mau haji ini aku tuh kayak melow terus. Kalau dengar kayak tadi ada Labbaik Allahumma Labbaik itu nangis. Terus tadi ini sudah berantakan banget, sudah kayak nangis-nangis pas salaman," ungkap Ashanty dengan suara bergetar saat ditemui di kawasan Cinere, Depok, Jumat (15/6/2026). Ungkapan ini menggambarkan betapa haru dan khidmatnya momen tersebut bagi Ashanty, di mana kesadaran akan kebesaran Allah SWT dan kerinduan untuk bersujud di tanah suci membanjiri hatinya.

Dalam momen yang sarat makna ini, Ashanty secara tulus menyempatkan diri untuk meminta maaf kepada para karyawannya. Ia menyadari bahwa dalam interaksi sehari-hari, tak jarang terdapat salah kata atau salah sikap yang mungkin tanpa disadari telah menyakiti perasaan orang lain. "Kemarin juga aku mikir-mikir aku masih ada utang enggak ya gitu. Kan kita takut ya. Kita hidup manusia pasti banyak khilaf, banyak salah kata, salah sikap. Jadi alhamdulillah bisa semua tadi," tuturnya dengan lega. Permohonan maaf ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud kesadaran Ashanty akan pentingnya membersihkan diri dari segala urusan duniawi sebelum menghadap Sang Pencipta.

Keberangkatan haji tahun ini memiliki makna yang berlipat ganda bagi Ashanty. Pasalnya, momen spiritual ini bertepatan dengan perayaan hari jadi pernikahan Ashanty dan Anang Hermansyah yang ke-15. Ia tak ragu menyebut perjalanan suci ini sebagai kado terindah yang pernah diterimanya. "Lima belas tahun masya Allah. Jadi kita benar-benar spesial banget gitu kali ini karena bisa merayakan anniversary pernikahan kita tuh naik haji. Itu yang aduh masya Allah banget gitu tambahannya. Kan honeymoon yang masya Allah lah ya," ucap Ashanty dengan senyum merekah. Perayaan ulang tahun pernikahan yang bertepatan dengan ibadah haji ini tentu memberikan nuansa yang berbeda, menyatukan romantisme cinta manusia dengan kekhusyukan ibadah kepada Tuhan.

Meskipun dipenuhi rasa syukur yang meluap, Ashanty juga menyadari adanya tantangan besar yang akan dihadapi saat menjalani ibadah haji bersama sang suami. Ia tak menampik bahwa dalam kehidupan rumah tangga, terkadang terdapat perbedaan pendapat atau perselisihan kecil. Oleh karena itu, ia berpesan kepada Anang Hermansyah untuk saling mengingatkan dan menjaga kesabaran. "Jadi tadi aku bilang sama dia, kita kan enggak ada setiap hari tanpa cekcok sebenarnya. Nanti di sana sabar-sabarin diri ya. Jadi banyak istigfar dan aku gak mau ada sedikit pun selisih paham," pungkasnya dengan tegas namun penuh kasih. Pesan ini menunjukkan kedewasaan Ashanty dalam menghadapi tantangan, serta tekadnya untuk menjadikan ibadah haji sebagai momen penguatan spiritual dan kebersamaan yang harmonis.

Persiapan Ashanty dan Anang Hermansyah untuk menunaikan ibadah haji ini disambut baik oleh keluarga dan kerabat. Doa dan dukungan mengalir deras, berharap keduanya dapat menjalankan ibadah dengan lancar, khusyuk, dan mendapatkan predikat haji mabrur. Acara Walimatussafar ini menjadi simbol bahwa mereka siap lahir batin untuk meninggalkan segala kesibukan duniawi dan fokus pada panggilan Illahi. Momen ini juga menjadi pengingat bagi banyak orang tentang pentingnya mempersiapkan diri secara spiritual, bukan hanya secara fisik dan materiil, ketika berhadapan dengan kewajiban agama.

Kisah Ashanty yang menjadikan ibadah haji sebagai kado terindah di anniversary pernikahannya yang ke-15 ini menjadi inspirasi bagi banyak pasangan. Hal ini menunjukkan bahwa cinta dan ibadah dapat berjalan beriringan, bahkan saling menguatkan. Perjalanan haji bukan hanya sekadar menunaikan rukun Islam, tetapi juga merupakan sebuah proses penyucian diri, penguatan iman, dan refleksi atas perjalanan hidup. Bagi Ashanty, pengalaman ini akan menjadi babak baru dalam kehidupannya, sebuah pengalaman yang membentuknya menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan Sang Pencipta.

Lebih jauh lagi, kepekaan emosional Ashanty yang ia rasakan menjelang keberangkatan haji merupakan refleksi dari kerinduan mendalam terhadap Sang Pencipta. Suara talbiyah, "Labbaik Allahumma Labbaik" (Aku datang memenuhi panggilan-Mu, ya Allah), memang memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa, mampu membangkitkan rasa haru dan pengabdian yang mendalam. Tangis yang tumpah bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti kekhusyukan hati yang merasakan betapa agungnya panggilan Allah SWT. Ini adalah momen di mana segala ego dan kesombongan duniawi luruh, digantikan oleh rasa rendah hati dan kerinduan untuk bersujud di hadapan-Nya.

Permohonan maaf yang tulus kepada para staf dan karyawan menunjukkan kepemimpinan yang bertanggung jawab dan penuh kasih. Dalam kesibukan dunia hiburan yang kerap menuntut perfeksionisme, penting untuk selalu menjaga hubungan baik dengan orang-orang yang bekerja keras di balik layar. Ashanty menyadari bahwa kebahagiaan dan kesuksesan tidak hanya diraih sendiri, tetapi juga berkat kontribusi orang lain. Dengan membersihkan hati dari potensi salah dan khilaf, ia berharap dapat berangkat haji dengan hati yang lapang dan pikiran yang jernih, sehingga dapat fokus sepenuhnya pada ibadah.

Anniversary pernikahan yang ke-15 menjadi sebuah milestone penting. Merayakannya dengan menunaikan ibadah haji bersama suami adalah sebuah pilihan yang luar biasa. Ini bukan sekadar perayaan cinta antar manusia, tetapi pengikatan cinta yang lebih tinggi, cinta kepada Allah SWT. Perjalanan ini diharapkan akan semakin memperkuat ikatan pernikahan mereka, menjadikan Anang dan Ashanty sebagai pasangan yang senantiasa saling mendukung dalam kebaikan dan ketaatan. "Honeymoon yang masya Allah lah ya" menjadi ungkapan yang menggambarkan betapa berharga dan bermaknanya momen ini bagi mereka.

Pesan Ashanty kepada Anang mengenai perlunya kesabaran dan menghindari perselisihan di Tanah Suci menunjukkan kedewasaan dalam membina rumah tangga. Perjalanan haji memang penuh tantangan, mulai dari keramaian, cuaca panas, hingga perbedaan kebiasaan. Kemampuan untuk mengelola emosi, saling memahami, dan memperbanyak istigfar adalah kunci untuk menjadikan ibadah haji berjalan lancar dan penuh berkah. Ini adalah ujian kecil yang dihadapi sebelum menghadapi ujian yang lebih besar dalam kehidupan. Dengan tekad untuk tidak ada sedikit pun selisih paham, Ashanty dan Anang menunjukkan komitmen mereka untuk menjadikan ibadah haji sebagai momen penguatan spiritualitas bersama.

Persiapan Walimatussafar ini juga menjadi momen penting bagi keluarga besar Ashanty dan Anang. Mereka berkumpul untuk memberikan doa restu dan dukungan, sebuah tradisi yang mempererat tali silaturahmi. Keberangkatan salah satu anggota keluarga untuk menunaikan ibadah haji adalah sebuah kebanggaan dan kebahagiaan bagi seluruh keluarga. Doa-doa yang dipanjatkan pada acara ini diharapkan akan menjadi bekal spiritual yang kuat bagi Ashanty dan Anang dalam menjalankan ibadah mereka.

Bagi Ashanty, perjalanan haji kali ini bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sebuah refleksi diri yang mendalam. Ia akan memiliki waktu untuk merenungkan perjalanan hidupnya, bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan, dan memohon ampunan atas segala dosa. Pengalaman ini diharapkan akan membawa perubahan positif dalam dirinya, menjadikannya pribadi yang lebih tawadhu’, sabar, dan ikhlas dalam menjalani setiap aspek kehidupan.

Dengan semangat yang membara dan hati yang penuh harap, Ashanty dan Anang Hermansyah siap melangkah menuju panggilan Illahi. Kado anniversary ke-15 yang paling spesial ini akan menjadi kenangan tak ternilai yang akan selalu mereka bawa hingga akhir hayat. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan dalam setiap langkah mereka di Tanah Suci, serta mengabulkan segala doa dan harapan mereka. Perjalanan ini menjadi bukti nyata bahwa cinta kepada Tuhan adalah cinta yang tertinggi, dan ibadah adalah cara terbaik untuk menyatakannya.