BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Polemik yang melingkupi Sarwendah, sosok publik yang dikenal luas, dengan mantan suaminya, Ruben Onsu, telah menjadi sorotan tajam khalayak ramai dalam beberapa waktu terakhir. Pemicu utama dari riuh rendah ini adalah beredarnya sebuah potongan video yang menampilkan Sarwendah melontarkan serangkaian pernyataan yang dianggap sensitif. Dalam video tersebut, Sarwendah terdengar mengungkapkan bahwa dirinya tidak membutuhkan sokongan finansial dari kaum pria, bahkan melontarkan kata yang dianggap merendahkan, yaitu ‘cong’. Ulasan dan analisis mendalam terhadap video tersebut segera membanjiri berbagai platform media sosial, memicu spekulasi liar di kalangan netizen. Banyak dari mereka yang secara gamblang menduga bahwa celetukan pedas Sarwendah tersebut secara spesifik ditujukan kepada Ruben Onsu. Di tengah derasnya arus opini publik dan spekulasi yang kian memanas, Sarwendah akhirnya memutuskan untuk angkat bicara. Ia memilih jalur komunikasi melalui sebuah video permintaan maaf yang diunggahnya secara pribadi di akun media sosial Instagram miliknya, pada Jumat (5/6/2026).
Dalam video yang diunggahnya tersebut, Sarwendah Tan membuka pernyataannya dengan penuh ketulusan. Ia menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus dan mendalam kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan. Ucapan terima kasih ini tidak hanya ditujukan kepada keluarga besar, tetapi juga kepada teman-teman terdekat, masyarakat luas, serta para penggemar setia yang senantiasa menemani perjalanan karier dan kehidupannya. "Halo semuanya. Saya Sarwendah Tan. Melalui video ini saya ingin menyampaikan beberapa hal. Pertama-tama, izinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semuanya, keluarga besar, teman-teman, masyarakat, dan para penggemar yang selama ini selalu setia menemani perjalanan saya," ujar Sarwendah dengan nada yang terkendali namun tegas dalam video yang diunggahnya.
Sarwendah secara gamblang mengakui bahwa potongan video yang beredar telah menimbulkan kegaduhan dan gejolak yang signifikan di tengah masyarakat. Ia menyadari sepenuhnya bahwa kata-kata yang diucapkannya dalam video tersebut tidak mencerminkan sikap yang baik, penuh kebajikan, apalagi menunjukkan kerendahan hati. Kesadaran ini ia ungkapkan dengan jujur dan tanpa pretensi. "Sebagai manusia yang biasa, yang tidak luput dari dosa dan kesalahan, saya menyadari potongan video yang beredar tersebut sudah membuat kegaduhan di media sosial. Saya menyadari bahwa kata-kata saya tersebut tidak menunjukkan kebaikan maupun kerendahan hati," tegasnya, menunjukkan penerimaan atas kesalahannya.
Lebih lanjut, Sarwendah mengungkapkan pandangannya mengenai persoalan yang sedang dihadapinya. Ia berpendapat bahwa segala bentuk permasalahan, terutama yang bersifat pribadi, seharusnya dapat diselesaikan dengan cara yang lebih tenang dan bijaksana, tanpa perlu menjadi konsumsi publik yang luas. Keterlibatan publik yang berlebihan justru dinilainya dapat memperkeruh suasana. "Hal-hal yang seharusnya cukup diselesaikan di ruang lebih tenang, kini turut menyita perhatian dan energi dari banyak pihak," tuturnya, menyiratkan penyesalan atas situasi yang terjadi.
Oleh karena itu, Sarwendah secara tulus menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah terdampak secara langsung maupun tidak langsung akibat ramainya video kontroversial tersebut. Permohonan maaf ini ia sampaikan dari lubuk hatinya yang terdalam, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas perkataannya. "Oleh karena itu, saya minta maaf dari lubuk hati saya kepada semuanya. Saya minta maaf atas video yang beredar tersebut dan terhadap semua yang telah terdampak oleh karena hal tersebut," ungkapnya, menunjukkan penyesalan yang tulus.
Secara khusus, Sarwendah memberikan perhatian tersendiri kepada ketiga buah hatinya. Ia menyampaikan permohonan maaf yang paling dalam kepada anak-anaknya, yang secara tidak sengaja ikut terseret dalam pemberitaan mengenai konflik yang melibatkan kedua orang tua mereka. Sarwendah menegaskan bahwa anak-anaknya tidak seharusnya menjadi korban dari perselisihan orang dewasa. "Maaf yang terdalam kepada anak-anak saya. Apa pun yang terjadi di antara kehidupan orang dewasa, mereka tidak seharusnya terbawa ke dalam pemberitaan yang beredar," tuturnya dengan suara yang sedikit bergetar, menunjukkan kepedihan sebagai seorang ibu.
Sebagai seorang ibu yang bertanggung jawab, Sarwendah memberikan janji yang kuat untuk terus berupaya menjadi figur yang melindungi, merawat, dan selalu mengutamakan kebahagiaan serta masa depan anak-anaknya. Komitmen ini ia sampaikan sebagai bentuk dedikasi utamanya sebagai orang tua. "Sebagai seorang ibu, saya berjanji akan terus berusaha menjadi ibu yang melindungi, merawat, dan mengutamakan kebahagiaan dan masa depan mereka," jelasnya, menegaskan prioritas utamanya dalam hidup.
Tak hanya kepada anak-anaknya, Sarwendah juga tak lupa menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota keluarga besarnya yang juga turut merasakan dampak dan ketidaknyamanan akibat polemik yang terjadi. Ia menyadari bahwa beban pikiran dan perasaan yang dialami keluarganya turut dipengaruhi oleh situasi ini. "Kepada keluarga besar saya yang juga turut merasakan ketidaknyamanan, beban pikiran karena hal ini, saya juga memohon maaf. Terima kasih telah menaruh pengertian, perhatian, dan kekuatan bagi saya," ujarnya, menunjukkan penghargaan yang tinggi terhadap dukungan keluarga.
Sarwendah juga tidak melewatkan kesempatan untuk mengucapkan terima kasih kepada para penggemarnya. Ia mengungkapkan rasa terima kasih yang begitu besar kepada para penggemar yang telah menunjukkan dukungan yang tulus dan konsisten selama ini. Dukungan mereka, menurut Sarwendah, membuatnya tidak pernah merasa sendirian dalam menghadapi berbagai situasi. "Kepada para penggemar saya yang selama ini tulus dan terus mendukung saya, karena kalian saya tidak pernah merasa sendirian. Besar rasa terima kasih saya ke kalian. Saya tidak tahu harus berkata apa lagi selain ucapan terima kasih yang tulus ini," katanya, mengapresiasi loyalitas para penggemarnya.
Di penghujung pernyataannya, Sarwendah mengaku bahwa ia ingin menjadikan peristiwa ini sebagai sebuah pelajaran berharga. Ia bertekad untuk terus belajar dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi, serta lebih bijaksana dalam setiap ucapan dan tindakannya di ruang publik. Ia menyadari bahwa setiap interaksi di ruang publik memiliki dampak yang perlu dipertimbangkan secara matang. "Temani saya terus ya dalam proses menjadi pribadi yang lebih baik. Percayalah saya tidak ingin mengecewakan kepercayaan yang telah kalian berikan selama ini. Dan ke depan, saya perlu lebih bijak lagi, lebih mengenal dampak yang bisa saya perbuat di ruang publik," ungkapnya, menunjukkan niat untuk introspeksi dan perbaikan diri.
Terakhir, Sarwendah dengan penuh harapan meminta kepada seluruh publik untuk memberikan ruang dan waktu yang cukup baginya. Ia memohon agar diberi kesempatan untuk dapat menyelesaikan persoalan pribadinya ini dengan cara yang lebih baik, yaitu secara kekeluargaan dan penuh kedewasaan. Ia meyakini bahwa setiap permasalahan memiliki solusi yang tepat, dan ia memilih untuk menempuh jalan penyelesaian dengan kepala dingin serta hati yang lapang. "Saya mohon kepada semua untuk memberikan ruang dan waktu bagi saya menyelesaikan urusan pribadi saya ini dengan lebih baik secara kekeluargaan dan penuh kedewasaan. Saya percaya setiap persoalan memiliki penyelesaiannya masing-masing, dan saya memilih untuk menempuhnya dengan kepala dingin serta hati yang lebih lapang," pungkas Sarwendah, menutup pernyataannya dengan harapan akan adanya pengertian dan ruang untuk penyelesaian damai.

