BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Dalam rangka memeriahkan Bulan Bung Karno 2026 yang penuh makna, Badan Kebudayaan Nasional (BKN) dengan bangga mempersembahkan sebuah kompetisi inspiratif: Lomba Pidato Bung Karno. Inisiatif ini bukan sekadar perlombaan biasa, melainkan sebuah jembatan budaya yang menghubungkan semangat juang, nasionalisme membara, dan nilai-nilai kebangsaan luhur warisan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dengan generasi muda serta masyarakat luas saat ini. Melalui medium pidato singkat berdurasi satu menit dalam format video, BKN mengundang seluruh elemen bangsa untuk meresapi, meneladani, dan menyampaikan kembali pesan-pesan fundamental dari Sang Proklamator dengan sentuhan kreativitas, gaya pribadi, serta ekspresi unik masing-masing.
Keikutsertaan dalam Lomba Pidato Bung Karno ini dibuka secara luas untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu, masyarakat umum pun turut diundang untuk berpartisipasi, dengan batasan usia maksimal 40 tahun. Hal ini menunjukkan komitmen BKN untuk merangkul berbagai lapisan masyarakat, dari para pelajar yang tengah membentuk karakter kebangsaan hingga para profesional muda yang dapat menjadi agen perubahan. Lomba ini dirancang untuk menjadi sarana edukasi dan inspirasi, di mana setiap peserta ditantang untuk tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami esensi dari pidato-pidato legendaris Bung Karno, lalu mentransformasikannya menjadi karya audiovisual yang relevan dengan konteks kekinian.
Ketentuan lomba ini dirancang agar mudah diakses namun tetap menjaga kualitas dan kedalaman konten. Setiap peserta diwajibkan untuk menciptakan sebuah video pidato atau orasi yang durasinya tidak lebih dari satu menit. Inti dari pidato tersebut adalah pengembangan salah satu kutipan pilihan dari Bung Karno yang telah disediakan oleh panitia. Pemilihan kutipan ini bukan tanpa alasan, melainkan bertujuan agar peserta dapat menggali makna yang terkandung di dalamnya dan menghubungkannya dengan realitas kehidupan saat ini, tantangan bangsa, maupun cita-cita masa depan. Salah satu kutipan yang menjadi contoh dan memantik semangat para peserta adalah "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia." Kutipan ini secara gamblang merefleksikan keyakinan Bung Karno pada kekuatan potensi generasi muda dalam membawa perubahan besar bagi bangsa dan dunia.
Setelah karya video rampung, peserta perlu mengunggahnya ke akun Instagram pribadi mereka. Penting untuk dicatat beberapa persyaratan teknis yang harus dipenuhi. Pertama, video berdurasi 1 menit harus diunggah ke platform Instagram. Kedua, akun Instagram peserta tidak boleh dalam status privat atau terkunci, sehingga karya mereka dapat diakses oleh publik dan juri. Ketiga, peserta wajib menandai (tag) akun resmi BKN Pusat, yaitu @bknpusat, pada unggahan mereka. Keempat, penggunaan hashtag yang relevan juga menjadi krusial untuk klasifikasi dan promosi lomba. Hashtag yang harus disertakan antara lain #BKNPUSAT, #BadanKebudayaanNasional, #BKNPidatoBungKarno, dan #KulturanesiaByBKN. Penggunaan hashtag ini tidak hanya mempermudah pencarian, tetapi juga menciptakan sebuah gerakan budaya digital yang terintegrasi.
Selain persyaratan teknis unggah, BKN juga memberikan panduan mengenai konten dan penampilan. Dalam kolom caption atau deskripsi video, peserta diwajibkan untuk mencantumkan nama lengkap mereka beserta asal daerah. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengakuan yang layak dan memperkuat identitas peserta sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang beragam. Mengenai penampilan, peserta diharapkan untuk mengenakan pakaian yang sopan dan rapi. Sebagai sentuhan apresiasi terhadap warisan visual Bung Karno, peserta juga diberi keleluasaan untuk mengenakan busana yang terinspirasi dari gaya Proklamator. Hal ini dapat berupa pilihan warna, gaya busana, atau bahkan aksesoris yang mengingatkan pada kharisma Bung Karno.
BKN telah menyiapkan beberapa kutipan pilihan dari Bung Karno yang dapat dijadikan pijakan bagi para peserta dalam mengembangkan pidato mereka. Kutipan-kutipan ini dipilih berdasarkan relevansi tematik dan potensi inspiratifnya. Selain kutipan tentang kekuatan pemuda, kemungkinan akan ada kutipan lain yang membahas tentang persatuan, kedaulatan, revolusi mental, Pancasila, atau cinta tanah air. Kebebasan dalam memilih kutipan ini memberikan ruang bagi peserta untuk mengeksplorasi berbagai aspek pemikiran Bung Karno yang paling beresonansi dengan diri mereka.
Demi menjaga integritas dan nilai-nilai positif lomba, BKN secara tegas melarang pembuatan konten yang mengandung ujaran kebencian, unsur Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA), serta penghinaan terhadap individu atau kelompok tertentu. Lomba ini adalah wadah untuk merayakan semangat kebangsaan dan warisan positif, bukan untuk menyebarkan narasi negatif yang dapat memecah belah. Penekanan pada konten yang positif dan konstruktif ini merupakan cerminan dari semangat persatuan yang selalu digaungkan oleh Bung Karno.
Untuk memotivasi para peserta dan memberikan apresiasi atas karya terbaik, BKN telah menyiapkan total hadiah sebesar Rp 16 juta. Jumlah ini diharapkan dapat menjadi dorongan tambahan bagi para peserta untuk mengerahkan kemampuan terbaik mereka. Semangat kompetisi yang sehat dan apresiasi yang adil menjadi prioritas BKN dalam penyelenggaraan lomba ini. Pemenang lomba tidak hanya akan mendapatkan penghargaan materi, tetapi juga pengakuan sebagai generasi yang mampu meneruskan dan menginterpretasikan kembali warisan luhur Bung Karno.
Batas akhir pengunggahan video untuk Lomba Pidato Bung Karno ini adalah pada tanggal 26 Juni 2026. Tanggal ini memberikan rentang waktu yang cukup bagi para calon peserta untuk mempersiapkan diri, menggali inspirasi, membuat video berkualitas, dan mengunggahnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. BKN mendorong masyarakat, terutama generasi muda, untuk memanfaatkan kesempatan emas ini untuk berpartisipasi aktif dalam merayakan Bulan Bung Karno dan menunjukkan kontribusi mereka dalam melestarikan nilai-nilai kebangsaan.
"Melalui lomba ini, peserta diajak untuk menyampaikan kembali pesan-pesan Bung Karno dengan gaya, ekspresi, dan kreativitas masing-masing dalam bentuk video pidato berdurasi satu menit," ujar Stella Maukar, Ketua Panitia acara tersebut, dalam keterangan tertulisnya pada Minggu, 21 Juni 2026. Pernyataan Ketua Panitia ini menegaskan kembali tujuan utama dari lomba, yaitu pemberdayaan generasi muda untuk menjadi komunikator nilai-nilai kebangsaan. Kemampuan berkomunikasi yang baik, ditambah dengan pemahaman mendalam tentang sejarah dan pemikiran Bung Karno, akan membentuk generasi yang cerdas, kritis, dan berjiwa patriotik. Lomba ini adalah manifestasi nyata dari upaya BKN untuk memastikan bahwa api semangat Bung Karno terus menyala di hati setiap anak bangsa, terkhusus bagi generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan negeri ini. Dengan demikian, Lomba Pidato Bung Karno bukan hanya sekadar ajang kompetisi, melainkan sebuah gerakan kebudayaan yang bertujuan untuk memperkuat identitas nasional dan menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila melalui narasi yang inspiratif dan kreatif.

