BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Sebuah pencapaian luar biasa baru saja diraih oleh Azriel Hermansyah, putra kedua dari pasangan musisi Anang Hermansyah dan Ashanty. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan Strata 2 (S2) dan akan segera menjalani prosesi wisuda yang tak hanya istimewa baginya, tetapi juga sangat mengharukan. Yang membuat momen ini semakin spesial adalah Azriel akan diwisuda bersamaan dengan kedua orang tuanya, Anang Hermansyah dan Ashanty, di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada tanggal 20 Juni mendatang. Kabar gembira ini diungkapkan langsung oleh Azriel saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 30 Mei 2026. Baginya, kelulusan ini merupakan hadiah terbaik yang bisa ia terima di tahun ini, sebuah momen yang tidak hanya membanggakan secara akademis, tetapi juga penuh makna emosional karena dapat berbagi panggung kelulusan dengan orang-orang yang paling ia cintai.
Perasaan bahagia dan haru menyelimuti Azriel saat membayangkan momen wisudanya nanti. Ia mengenang kembali pengalaman kelulusan Strata 1 (S1) di mana orang tuanya hanya bisa hadir sebagai pendukung dari kursi penonton. Kini, dengan pencapaian S2-nya, ia berkesempatan untuk berbagi momen kelulusan secara langsung di atas panggung yang sama dengan Anang dan Ashanty. "Ya pastinya senanglah, apalagi kan jadi kado terbesar aku mungkin di tahun ini karena bisa wisuda bareng keluarga," ujar Azriel dengan senyum lebar. Kenangan akan kelulusan S1 yang diwarnai kehadiran orang tua sebagai penonton setia menjadi kontras dengan momen S2 yang akan ia jalani. "Terakhir wisudanya bareng orang tua, mereka bilangnya cuma datang sebagai orang tua, sekarang wisuda bareng juga," kenang Azriel, menunjukkan betapa berartinya momen kebersamaan ini baginya. Kehadiran Anang Hermansyah dan Ashanty di hari kelulusannya bukan hanya sebagai orang tua, melainkan sebagai sesama akademisi yang juga menyelesaikan jenjang pendidikan tinggi mereka.
Tak hanya keluarga inti, kekasih Azriel, Sarah Menzel, juga dipastikan akan hadir untuk memberikan dukungan penuh pada momen penting ini. Sarah mengungkapkan rasa antusiasnya untuk mendampingi Azriel dan juga calon mertuanya di hari kelulusan mereka. "Iya pastinya nanti juga bakal nemenin," kata Sarah dengan antusias. Ia menambahkan bahwa kehadiran Anang dan Ashanty di acara wisuda ini menjadi alasan kuat baginya untuk turut hadir. "Kan karena yang wisuda juga bukan Ziel doang, nanti ada Pipi sama Bunda juga, jadi pastinya nemenin," jelas Sarah, menunjukkan kedekatan dan dukungannya yang tulus kepada keluarga Azriel. Momen ini menjadi bukti nyata betapa kuatnya ikatan keluarga dan dukungan yang saling diberikan di antara mereka. Sarah tidak hanya hadir sebagai kekasih Azriel, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga yang turut berbahagia atas pencapaian mereka.
Lebih mendalam lagi, pencapaian Azriel ini semakin fenomenal ketika diketahui bahwa Anang Hermansyah dan Ashanty juga meraih gelar Magister (S2) di saat yang bersamaan. Anang Hermansyah mengambil program studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) dengan peminatan Industri Kreatif, sebuah bidang yang sangat relevan dengan kariernya di dunia hiburan. Sementara itu, Ashanty menunjukkan ambisinya yang luar biasa dengan menyelesaikan pendidikan Strata 3 (S3) dalam bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM). Ini berarti Azriel akan berbagi panggung wisuda dengan kedua orang tuanya yang sama-sama menempuh pendidikan tinggi di tingkat pascasarjana. Keberhasilan keluarga Hermansyah-Ashanty dalam menorehkan prestasi akademis ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan bahwa usia bukanlah halangan untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menjadi saksi bisu dari pencapaian luar biasa keluarga ini. Pemilihan Unair sebagai almamater bukan tanpa alasan. Universitas Airlangga dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia dengan reputasi akademik yang mumpuni. Jurusan Ilmu Politik yang dipilih Azriel untuk jenjang S2-nya menawarkan pemahaman mendalam mengenai dinamika politik, pemerintahan, dan hubungan internasional, yang tentunya akan sangat berguna bagi masa depan Azriel. Di sisi lain, Anang Hermansyah yang fokus pada Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) dengan peminatan Industri Kreatif, menunjukkan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan talenta di industri kreatif yang menjadi lahan basahnya. Ashanty, dengan gelar S3-nya di bidang PSDM, membuktikan dedikasinya untuk mendalami ilmu pengetahuan demi kemajuan sumber daya manusia, yang bisa jadi akan ia aplikasikan dalam bisnis dan kariernya.
Momen wisuda bersama ini bukan hanya sekadar acara formalitas, melainkan sebuah simbol dari semangat belajar yang tak pernah padam dalam keluarga Anang Hermansyah dan Ashanty. Mereka membuktikan bahwa kesibukan di dunia hiburan dan bisnis tidak menghalangi mereka untuk terus menuntut ilmu dan meraih pencapaian akademis yang membanggakan. Azriel, sebagai putra yang melihat langsung perjuangan dan dedikasi orang tuanya, tentu merasakan kebanggaan yang berlipat ganda. Ia tidak hanya lulus dari program S2-nya, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah keluarga yang sama-sama meraih kesuksesan akademis dalam satu momen yang sama.
Lebih jauh lagi, pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk tidak pernah berhenti belajar. Di era digital yang serba cepat ini, pengetahuan dan keterampilan terus berkembang. Dengan melihat contoh Anang, Ashanty, dan Azriel, diharapkan banyak anak muda yang terinspirasi untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan formal maupun informal. Kegigihan mereka dalam menyelesaikan pendidikan pascasarjana di tengah kesibukan masing-masing menunjukkan bahwa dengan niat yang kuat dan manajemen waktu yang baik, segala sesuatu yang tampak mustahil dapat dicapai.
Prosesi wisuda di Unair Surabaya ini diprediksi akan menjadi sorotan publik, tidak hanya karena dihadiri oleh figur publik ternama, tetapi juga karena keunikan momen kebersamaan keluarga dalam meraih pencapaian akademis. Pernyataan Azriel yang menyebut momen ini sebagai "kado terbesar di tahun ini" menggambarkan betapa dalam arti penting kelulusan ini baginya. Kebersamaan ini akan menjadi kenangan tak terlupakan yang akan terus mereka simpan seumur hidup. Dukungan dari Sarah Menzel juga menambah kehangatan dalam momen tersebut, menunjukkan bahwa cinta dan dukungan dari orang terdekat adalah sumber kekuatan yang tak ternilai.
Latar belakang pendidikan Azriel di Ilmu Politik memberikan gambaran bahwa ia memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial dan pemerintahan, sebuah bekal yang sangat berharga untuk masa depannya. Pemilihan jurusan ini mungkin juga dipengaruhi oleh dinamika kehidupan publik yang ia jalani sejak kecil, membuatnya memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana sebuah negara beroperasi. Dengan gelar Magister Ilmu Politik, Azriel diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti di bidangnya, baik melalui karier profesional, advokasi, maupun partisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Anang Hermansyah dengan spesialisasi Industri Kreatif dalam PSDM, menunjukkan visinya yang kuat untuk terus mengembangkan sektor yang telah membesarkan namanya. Keberlanjutan dan inovasi dalam industri kreatif menjadi kunci penting di era digital ini, dan Anang dengan pendidikannya yang mendalam di bidang ini, diharapkan dapat menjadi motor penggerak perubahan positif. Ashanty, dengan gelar S3-nya dalam PSDM, membuka peluang yang lebih luas untuk berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di berbagai sektor, mulai dari bisnis hingga pendidikan. Penelitian dan gagasan yang dihasilkan dari studi doktoralnya akan sangat berharga.
Keluarga Hermansyah-Ashanty sekali lagi membuktikan bahwa mereka bukan hanya sekadar figur publik yang menghiasi layar kaca, tetapi juga individu yang memiliki semangat belajar tinggi dan komitmen untuk terus berkembang. Momen wisuda bersama di Unair Surabaya ini akan menjadi babak baru dalam perjalanan akademis dan kehidupan mereka, sebuah bukti nyata bahwa pencapaian gemilang dapat diraih bersama keluarga tercinta. Ini adalah kisah inspiratif tentang dedikasi, kerja keras, dan kekuatan ikatan keluarga yang patut dijadikan teladan.

