BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Aktor Anrez Adelio secara tegas menyatakan kesiapannya untuk menjalani tes DNA guna membuktikan status biologis anak yang dilahirkan oleh Friceilda Prillea, yang akrab disapa Icel. Pernyataan ini disampaikan Anrez Adelio di tengah perselisihannya dengan Icel, yang sebelumnya telah menjalani serangkaian pemeriksaan di kantor polisi terkait laporan dugaan kekerasan seksual. Langkah ini diambil Anrez sebagai wujud transparansi dan akuntabilitasnya, apabila memang terbukti bahwa anak tersebut adalah buah hatinya. Namun, Anrez menyayangkan sikap Icel yang menurutnya kini terkesan menutup diri dan justru mempersulit proses pembuktian medis yang krusial ini.
"Kalau emang itu anakku ya, makanya aku mau tes DNA dulu. Aku maunya tes DNA, aku yakin banget," ujar Anrez Adelio saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (19/5/2026). Bagi bintang sinetron yang pernah membintangi "Anak Jalanan" ini, kejelasan status hukum melalui tes DNA adalah sebuah keharusan mutlak sebelum dirinya mengambil langkah-langkah lebih lanjut. Anrez Adelio juga dengan tegas membantah tudingan bahwa dirinya tidak mau bertanggung jawab. Ia mengklaim bahwa niat baik untuk mendampingi Icel sudah ada sejak masa kehamilan, namun justru Icel yang dianggapnya membuat kerumitan.
"Semua kan sudah dilakukan. Dari jauh-jauh hari komunikasi, terus juga mau diurusin dari hamil sampai lahiran, kan dianya yang bermain, dianya yang mempersulitlah," bebernya, menunjukkan kekecewaannya terhadap sikap Icel. Anrez Adelio mengungkapkan rasa herannya terhadap perubahan sikap pihak lawan. Jika sebelumnya pihak Icel sangat vokal menuntut pembuktian di media, kini ketika Anrez meminta akses untuk bertemu bayi dan melakukan tes DNA, ia justru mengaku tidak mendapatkan jawaban yang jelas mengenai alamat atau lokasi keberadaan bayi tersebut.
"Sampai sekarang (tidak kasih alamat). Makanya, jadi dia yang mempersulit, dia yang sok korban. Ya sudah, kita lihat saja dia maunya apa," tuturnya, menyiratkan bahwa Icel sengaja menciptakan hambatan. Meskipun komunikasi saat ini sedang terputus, Anrez Adelio menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki niat untuk melarikan diri dari tanggung jawab. Ia hanya menginginkan agar semua prosedur dilakukan secara terbuka dan objektif melalui jalur yang sah secara hukum dan medis. Ia sangat berharap Icel bersedia untuk bekerja sama demi menemukan kebenaran yang sesungguhnya.
"Mau, lah, aku mau banget (tes DNA). Nanti kalau ada update, aku update sama temen-temen deh, pasti," pungkasnya, menandakan komitmennya untuk menyelesaikan masalah ini secara tuntas dan transparan. Anrez Adelio ingin membuktikan bahwa dirinya adalah pria yang bertanggung jawab, namun ia juga berhak mendapatkan kepastian hukum dan biologis sebelum mengambil keputusan besar. Ia percaya bahwa tes DNA adalah cara yang paling ilmiah dan objektif untuk mengakhiri segala spekulasi dan keraguan yang ada.
Dalam konteks hukum, tes DNA merupakan alat bukti yang sangat kuat dan diakui secara universal. Hasil tes DNA dapat memberikan kepastian mutlak mengenai hubungan biologis antara seorang anak dan terduga ayah atau ibu. Oleh karena itu, Anrez Adelio melihat tes DNA bukan hanya sebagai upaya pembuktian pribadi, tetapi juga sebagai langkah penting untuk menegakkan keadilan dan memenuhi hak-hak anak. Ia berharap Icel dapat memahami posisinya dan tidak lagi menghalangi proses yang seharusnya dapat menyelesaikan polemik ini dengan cepat dan tuntas.
Anrez Adelio merasa bahwa dirinya telah memberikan berbagai upaya untuk berkomunikasi dan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Namun, ketika upaya tersebut tidak mendapatkan respons yang positif, ia merasa terpaksa untuk menempuh jalur yang lebih formal dan ilmiah. Baginya, tes DNA adalah solusi terbaik yang dapat diterima oleh semua pihak, tanpa adanya keraguan atau tuduhan yang tidak berdasar. Ia ingin mengakhiri ketidakpastian ini agar semua pihak dapat menjalani kehidupan mereka dengan lebih tenang dan jelas.
Pihak Anrez Adelio melalui kuasa hukumnya juga telah menyatakan kesiapan untuk menanggung seluruh biaya yang terkait dengan pelaksanaan tes DNA. Hal ini menunjukkan keseriusan dan itikad baik Anrez untuk menyelesaikan permasalahan ini secara adil. Ia berharap Icel dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memberikan kejelasan yang selama ini dinanti-nantikan. Sikap defensif atau penghindaran dari pihak Icel justru semakin menimbulkan pertanyaan dan kecurigaan di mata publik, yang pada akhirnya dapat merugikan reputasi semua pihak yang terlibat.
Dalam wawancara tersebut, Anrez Adelio juga mengungkit kembali niat baiknya untuk mendampingi Icel sejak awal kehamilan. Ia menyatakan bahwa tawaran untuk memberikan dukungan dan bantuan telah disampaikan secara langsung, namun tawaran tersebut tidak disambut dengan baik. Anrez merasa bahwa ia telah berupaya semaksimal mungkin untuk menjalin komunikasi yang baik dan konstruktif, namun sayangnya, usahanya tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan. Hal ini membuat Anrez merasa bahwa ia sedang dipermainkan dan dibuat seolah-olah menjadi pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Ya memang dari awal sudah saya bilang, kalau memang itu anak saya, saya akan bertanggung jawab. Tapi jangan sampai saya dicari-cari kesalahan atau dituduh macam-macam kalau belum ada kepastian," tegas Anrez Adelio. Ia menekankan bahwa tanggung jawab yang ia maksud adalah tanggung jawab biologis dan hukum, yang harus dibuktikan terlebih dahulu melalui jalur yang sah. Ia tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan atau memberikan pengakuan tanpa adanya bukti yang kuat, karena hal tersebut dapat menimbulkan masalah yang lebih besar di kemudian hari.
Kekecewaan Anrez Adelio juga terlihat dari pernyataannya mengenai Icel yang dianggapnya sengaja mempersulit. Ia merasa bahwa Icel justru menciptakan drama dan berusaha untuk menjatuhkan namanya di mata publik. Sikap Icel yang terkesan tertutup dan sulit dihubungi semakin memperkuat dugaan Anrez bahwa ada sesuatu yang disembunyikan. Ia berharap Icel dapat bersikap lebih kooperatif dan terbuka demi kepentingan semua pihak, terutama anak yang dilahirkannya.
"Dia yang bikin susah. Kalau memang dia jujur, ya sudah, kita tes DNA. Kenapa harus ditunda-tunda?," ujar Anrez Adelio dengan nada sedikit frustrasi. Ia merasa bahwa penolakan atau penundaan tes DNA oleh Icel justru semakin menguatkan keraguannya. Ia berharap agar proses ini dapat segera diselesaikan sehingga ia dapat mengetahui status sebenarnya dari anak tersebut dan mengambil langkah yang tepat sesuai dengan hukum dan nuraninya. Anrez Adelio percaya bahwa kebenaran pada akhirnya akan terungkap, dan ia siap untuk menghadapi apapun hasilnya.
Anrez Adelio juga mengimbau kepada publik agar tidak mudah terhasut oleh informasi yang belum tentu benar. Ia berjanji akan terus memberikan perkembangan terbaru mengenai kasus ini kepada media dan masyarakat. Ia ingin semua pihak melihat bahwa ia adalah pribadi yang terbuka dan bertanggung jawab, serta tidak pernah berniat untuk melarikan diri dari kewajibannya. Ia hanya ingin keadilan ditegakkan dan semua spekulasi yang ada dapat terjawab dengan pasti.
Keputusan Anrez Adelio untuk menantang tes DNA ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menyelesaikan polemik yang berkepanjangan. Dengan adanya tes DNA, status biologis anak akan terkonfirmasi secara ilmiah, dan keputusan selanjutnya dapat diambil berdasarkan fakta yang ada. Anrez Adelio optimis bahwa tes DNA akan membuktikan kesucian namanya dan memberikan kejelasan yang ia butuhkan. Ia berharap Icel segera memberikan respons positif terhadap tantangan ini, demi kebaikan semua pihak.
Di sisi lain, isu perselisihan ini tentu saja menimbulkan simpati dari penggemar Anrez Adelio. Banyak yang mendukung langkahnya untuk melakukan tes DNA demi membuktikan kebenaran. Mereka berharap agar masalah ini dapat segera terselesaikan dengan baik dan Anrez Adelio dapat kembali fokus pada kariernya. Dukungan publik ini menjadi salah satu motivasi bagi Anrez Adelio untuk terus berjuang mencari kebenaran dan keadilan.
Anrez Adelio menegaskan kembali komitmennya untuk mengikuti seluruh proses hukum dan medis dengan penuh integritas. Ia siap untuk menghadapi segala kemungkinan dan menerima hasil tes DNA apapun itu. Yang terpenting baginya adalah kejelasan dan kepastian hukum. Ia berharap Icel dapat bersikap dewasa dan kooperatif demi masa depan anak mereka, jika memang terbukti benar. Anrez Adelio ingin menunjukkan bahwa ia adalah pria yang bertanggung jawab dan tidak akan pernah lari dari kewajibannya.
"Saya tidak akan lari. Saya akan bertanggung jawab kalau memang itu anak saya. Makanya saya minta tes DNA," tutup Anrez Adelio, mengakhiri keterangannya dengan penuh keyakinan. Pernyataannya ini semakin menguatkan posisinya sebagai pihak yang proaktif dalam mencari kebenaran dan solusi. Harapannya adalah agar Icel segera menghentikan segala bentuk penghindaran dan berpartisipasi dalam proses tes DNA yang akan membawa kejelasan bagi semua pihak yang terlibat dalam masalah ini.

