Wed 2 Sep 2026 International edition

Ulasan Gadgets dan Teknologi Terkini

Rifaiyah

Dari Wonosobo, PP AMRI Dorong Santri Rifa’iyah Siapkan Diri Jadi Pemimpin

Kabupaten Wonosobo menjadi saksi penting dalam upaya penguatan kaderisasi organisasi Rifa’iyah. Pada rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni 29 hingga 30 Agustus 2026, Pimpinan Pusat Angkatan Muda Rifa’iyah (PP AMRI) secara intensif memberikan pembekalan serta arahan strategis bagi para santri dan pengurus daerah. Langkah ini diambil sebagai bagian dari visi jangka panjang organisasi untuk melahirkan pemimpin-pemimpin Rifa’iyah yang tangguh, visioner, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap pengembangan dakwah di masa depan.

Puncak rangkaian kegiatan ini adalah seminar bertajuk "Transformasi Kepemimpinan Rifa’iyah" yang diselenggarakan pada Ahad, 30 Agustus 2026. Acara tersebut bertempat di gedung Pimpinan Cabang (PC) Rifa’iyah Kecamatan Sapuran dan berhasil menarik antusiasme tinggi dengan kehadiran 98 peserta yang terdiri dari anggota Ikatan Santri Rifa’iyah (ISR). Seminar ini tidak sekadar menjadi ajang diskusi akademik, melainkan sebuah forum kawah candradimuka bagi para santri untuk memahami tantangan kepemimpinan di era modern yang penuh dengan dinamika perubahan.

Dari Wonosobo, PP AMRI Dorong Santri Rifa’iyah Siapkan Diri Jadi Pemimpin

Ketua Umum PP AMRI, Abdul Kholiq Syafi’i, M.Pd., AH., dalam paparannya menekankan bahwa santri Rifa’iyah memegang peranan krusial sebagai garda terdepan keberlanjutan organisasi. Menurutnya, ISR bukanlah sekadar wadah berkumpul, melainkan pusat pembentukan karakter calon pemimpin masa depan. Ia secara tegas memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tidak hanya membekali diri dengan ilmu agama yang mumpuni, tetapi juga harus memiliki mentalitas baja dan jiwa besar. Pesan "Siapkan ilmu, mental, dan berjiwa besar!" menjadi spirit yang menggaung di ruang seminar, memicu semangat para santri untuk mengambil peran lebih aktif dalam organisasi.

Dalam seminar tersebut, Abdul Kholiq didampingi oleh jajaran pengurus PP AMRI, di antaranya Syafiul Umam dan Afif, yang merupakan perwakilan dari Wonosobo. Kehadiran tokoh-tokoh penting organisasi seperti Ketua PC Rifa’iyah Kecamatan Sapuran, KH. Mukhtasor, semakin menambah bobot kegiatan. Selain itu, hadir pula delegasi dari Pimpinan Daerah (PD) AMRI Kabupaten Grobogan, termasuk Ketua PD AMRI Grobogan, Dzilki, serta Komandan BARANUSA Grobogan, Roni. Kehadiran lintas wilayah ini menunjukkan soliditas dan semangat kolaborasi yang ingin terus dibangun oleh PP AMRI di seluruh pelosok negeri.

Rangkaian agenda di Wonosobo ini sebenarnya telah dimulai sejak Sabtu malam, 29 Agustus 2026. Sebagai bentuk takzim dan upaya memohon arahan, rombongan PP AMRI melakukan kunjungan silaturahmi kepada Ketua Dewan Syuro PP Rifa’iyah, KH. Afif Afadhol. Pertemuan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri pula oleh jajaran pengurus PP AMRI Wonosobo seperti Alawi Mas’ud dan Usman, M.Pd., serta Ketua PD AMRI Kabupaten Wonosobo, M. Faqih Al-Amin, S.H. Silaturahmi ini menegaskan pentingnya ketaatan dan sinergi antara generasi muda dengan para sesepuh atau alim ulama dalam menjalankan roda organisasi.

Dari Wonosobo, PP AMRI Dorong Santri Rifa’iyah Siapkan Diri Jadi Pemimpin

Pasca kegiatan di Sapuran, agenda berlanjut ke Dukuh Ngariman, Kelurahan Purwojati, Kecamatan Kertek, pada siang harinya pukul 13.00 WIB. Di lokasi ini, diadakan sarasehan bertema "Merajut Hati Mengeratkan Silaturahmi". Forum ini menjadi titik balik penting bagi konsolidasi internal AMRI di Wonosobo. Dengan jumlah peserta mencapai 105 orang, forum ini menjadi wadah dialog terbuka antara pengurus pusat dengan jajaran pengurus daerah (PD) dan pengurus cabang (PC) se-Wonosobo.

Dalam sarasehan tersebut, Abdul Kholiq Syafi’i memberikan pernyataan tegas terkait legitimasi kepemimpinan di tingkat daerah. Ia secara resmi menegaskan bahwa rekan M. Faqih Al-Amin, S.H., adalah ketua yang sah dan memiliki mandat penuh untuk memimpin PD AMRI Wonosobo. Penegasan ini sangat penting mengingat adanya dinamika organisasi yang sempat terjadi. Abdul Kholiq mengingatkan bahwa kewenangan dalam pengangkatan maupun pemberhentian ketua PD merupakan domain penuh dari PP AMRI, sehingga segala bentuk keputusan harus merujuk pada ketentuan organisasi yang berlaku.

Namun, di balik penegasan aturan tersebut, pesan utama yang ingin disampaikan oleh Abdul Kholiq adalah mengenai pentingnya rekonsiliasi. Ia mengajak seluruh elemen AMRI di Wonosobo untuk menanggalkan ego sektoral, saling memaafkan atas kekhilafan di masa lalu, dan kembali merajut kebersamaan. "Sekarang waktunya saling memaafkan, menjalin kerja sama seperti sediakala. Yang sudah berlalu kita jadikan pelajaran. Bismillah, kita buka lembaran baru. Ayo berjuang bersama," ujar Abdul Kholiq yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta sarasehan.

Dari Wonosobo, PP AMRI Dorong Santri Rifa’iyah Siapkan Diri Jadi Pemimpin

Upaya yang dilakukan PP AMRI di Wonosobo ini mencerminkan strategi besar dalam pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Rifa’iyah. Transformasi kepemimpinan yang dicanangkan tidak hanya fokus pada aspek administratif, tetapi juga menyentuh sisi spiritual dan emosional para kader. Dengan mempertemukan santri dengan para pengurus, serta melibatkan tokoh sepuh dalam proses pengambilan keputusan, PP AMRI sedang membangun fondasi organisasi yang lebih kokoh dan dewasa.

Keberhasilan rangkaian kegiatan di Wonosobo ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam menjalankan roda organisasi. AMRI di bawah kepemimpinan Abdul Kholiq Syafi’i tampak berkomitmen untuk melakukan regenerasi yang terstruktur. Hal ini dibuktikan dengan fokus pada pendidikan kepemimpinan di tingkat santri, yang nantinya akan menjadi pemimpin masa depan di tingkat ranting, cabang, hingga pusat.

Secara makro, apa yang dilakukan di Wonosobo merupakan bagian dari upaya besar menjaga marwah organisasi Rifa’iyah agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Di tengah gempuran arus informasi dan tantangan zaman yang semakin kompleks, santri Rifa’iyah dituntut untuk menjadi pemimpin yang tidak hanya menguasai khazanah keislaman, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepemimpinan yang transformatif. Dengan semangat "Merajut Hati", AMRI optimistis bahwa persatuan adalah kunci utama dalam membesarkan organisasi dan menebar manfaat bagi umat luas.

Dari Wonosobo, PP AMRI Dorong Santri Rifa’iyah Siapkan Diri Jadi Pemimpin

Sebagai penutup, kegiatan ini memberikan pesan moral bahwa sebuah organisasi akan maju apabila setiap kadernya memiliki rasa memiliki dan kesediaan untuk bekerja sama. Dengan selesainya rangkaian kegiatan di Wonosobo ini, diharapkan jajaran AMRI di wilayah tersebut dapat kembali fokus pada program kerja nyata, baik dalam ranah dakwah, pendidikan, maupun pengabdian masyarakat. Sinergi antara pusat dan daerah yang terjalin erat melalui kegiatan ini dipastikan akan membawa angin segar bagi perkembangan Rifa’iyah ke depan, menjadikan organisasi ini semakin solid, disegani, dan terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Related stories

More from Rifaiyah

View all →

Most viewed across the site