Tue 1 Sep 2026 International edition

Ulasan Gadgets dan Teknologi Terkini

Rifaiyah

45 Pengurus PD Rifaiyah Temanggung Dilantik, Siap Jalankan Amanah dan Majukan Organisasi

Sebanyak 45 pengurus Pimpinan Daerah (PD) Rifaiyah Kabupaten Temanggung periode 2026–2031 resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh jajaran Pimpinan Pusat (PP) Rifaiyah pada Ahad (23/8/2026). Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di halaman Masjid At-Taqwa, Ranting Rifaiyah Wonorejo, Kecamatan Wonoboyo. Momentum sakral tersebut sengaja disinergikan dengan kegiatan rutin Selapanan Ahad Pahing, sebuah tradisi keagamaan yang menjadi wadah konsolidasi ribuan jamaah Rifaiyah di wilayah tersebut.

Kepengurusan periode 2026–2031 ini secara resmi dinahkodai oleh K. Samsul Maarif sebagai Ketua Dewan Syuro dan K. Shobikun sebagai Ketua Dewan Tanfidz. Susunan kepengurusan ini merupakan buah dari hasil keputusan Musyawarah Daerah (Musda) VII Rifaiyah yang sebelumnya telah diselenggarakan dengan penuh dinamika di Ranting Rifaiyah Senet, Desa Purwosari, Kecamatan Wonoboyo. Peralihan estafet kepemimpinan ini telah dikukuhkan secara legal formal melalui Surat Keputusan Pimpinan Pusat Rifaiyah Nomor SK: 035/SK.B/PP Rifaiyah/XII/2026.

Suasana pelantikan terasa begitu istimewa dengan kehadiran sekitar 2.000 jamaah Rifaiyah yang datang dari berbagai pelosok ranting di Kabupaten Temanggung. Selain jamaah, hadir pula jajaran petinggi organisasi tingkat pusat dan wilayah, di antaranya Ketua Dewan Syuro PP Rifaiyah KH. Afif Afadol, Wakil Sekretaris Dewan Syuro PP Rifaiyah KH. Afan Dzulfadhol yang didaulat sebagai pembicara utama, serta jajaran pengurus lainnya seperti KH. Imbuh Jumali dan K. Ahmad Ripangie. Dari tingkat wilayah, tampak hadir Ketua Dewan Syuro PW Rifaiyah Jawa Tengah K. Nur Yasin dan Ketua Dewan Tanfidz PW Rifaiyah Jawa Tengah KH. Asrofi Makfud, serta tokoh lokal KH. Syihabudin selaku Pimpinan Pondok Pesantren Al Hadist Wonorejo. Kehadiran unsur Forkopimcam Wonoboyo dan Kepala Desa Kebonsari semakin menegaskan sinergitas antara organisasi keagamaan dengan elemen pemerintahan setempat.

Prosesi pengambilan sumpah dipimpin langsung oleh KH. Afif Afadol yang mewakili Ketua Umum PP Rifaiyah. Meski digelar dengan konsep sederhana dan efisien, nuansa kekeluargaan dan semangat pengabdian sangat terasa. Koordinator kegiatan, Budi Utomo, menjelaskan bahwa penggabungan pelantikan dengan acara Selapanan Ahad Pahing bukan sekadar alasan teknis atau efisiensi anggaran semata, melainkan langkah strategis untuk memastikan roda organisasi tidak mengalami kevakuman. Menurutnya, transisi kepemimpinan yang terlalu lama akan berdampak buruk bagi keberlangsungan program kerja. Dengan segera dilantiknya pengurus baru, maka setiap koordinasi dan agenda rutin yang telah tersusun sebelumnya dapat segera dieksekusi oleh penanggung jawab yang sah, sehingga jamaah tetap mendapatkan pelayanan organisasi yang optimal.

Dalam sesi serah terima jabatan, K. Nuryasin, mewakili kepengurusan periode 2021–2026, menyampaikan pesan mendalam bagi para penerusnya. Ia menegaskan bahwa jabatan dalam organisasi keagamaan seperti Rifaiyah bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk mencetak generasi yang militan dan berakhlakul karimah. Nuryasin mengingatkan bahwa meski telah purna tugas dari struktur daerah, para pengurus lama tetap memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal dan memberikan sumbangsih pemikiran bagi kepengurusan baru. Ia menekankan pentingnya semangat sengkuyung atau gotong royong dari seluruh lapisan warga Rifaiyah untuk menjaga agar tradisi, adat, dan budaya organisasi tetap terjaga di tengah arus modernisasi yang semakin cepat dan menantang. Selain itu, ia menyarankan agar pengurus baru segera merancang pendidikan dan pelatihan (diklat) untuk memperkuat kapasitas SDM di tingkat ranting, sebab kekuatan sebuah organisasi sangat bergantung pada soliditas akar rumput.

45 Pengurus PD Rifaiyah Temanggung Dilantik, Siap Jalankan Amanah dan Majukan Organisasi

Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Tanfidz PD Rifaiyah Temanggung yang baru, K. Shobikun, memberikan arahan mengenai hakikat kepemimpinan dalam organisasi. Baginya, Rifaiyah bukanlah tempat untuk mencari popularitas atau jabatan, melainkan ladang amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Ia memetakan struktur organisasi ke dalam tiga level tanggung jawab: Dewan Syuro sebagai penasihat, unsur manajerial sebagai perancang strategi, dan pengurus sebagai pelaksana harokah. Shobikun secara khusus menekankan pentingnya sikap zuhud dalam berorganisasi. Seorang pemimpin, menurutnya, harus memiliki mentalitas yang stabil; tidak jumawa saat diberi mandat, tidak berkecil hati saat melepas jabatan, serta tetap teguh meski diterpa kritik maupun pujian. Ia berpesan agar setiap pengurus merasa nyaman dan tenteram dalam beribadah, karena esensi dari berorganisasi adalah mendekatkan diri kepada Allah melalui pengabdian kepada umat.

Memasuki sesi tausiah, KH. Afan Dzulfadhol membawa pesan moral yang mendalam terkait momentum bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ia menegaskan bahwa mencintai Rasulullah tidak cukup hanya dengan seremonial kegembiraan, melainkan harus diwujudkan melalui ketaatan total pada ajaran dan akhlak beliau. Kecintaan kepada Nabi adalah bahan bakar utama bagi setiap pengurus dalam menjalankan amanah dakwah. Afan menyoroti pentingnya menjaga komunikasi yang sehat antaranggota, salah satunya dengan membiasakan mengucap dan menjawab salam sebagai upaya mempererat ukhuwah islamiyah. Ia juga berpesan agar warga Rifaiyah selalu mengedepankan tabayyun atau klarifikasi dalam setiap permasalahan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang merusak kerukunan.

Lebih lanjut, KH. Afan mengingatkan pentingnya bakti kepada orang tua, baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada. Baginya, keberkahan hidup seorang pemimpin sangat dipengaruhi oleh doa restu orang tua. Pengurus yang baru dilantik diingatkan untuk terus memelihara akhlak, etika, dan norma agama, serta menjadikannya sebagai identitas diri dalam bermasyarakat. "Kecintaan kepada Nabi harus melahirkan ketaatan, dan ketaatan itu harus tercermin dalam akhlak serta pengabdian nyata kepada umat," tegasnya di hadapan ribuan jamaah yang memadati halaman Masjid At-Taqwa.

Optimisme akan masa depan PD Rifaiyah Temanggung juga terpancar dari para pengurus yang baru dilantik. Amin Rindhoi, salah satu pengurus senior, menyatakan bahwa kombinasi antara pengalaman pengurus lama dengan energi para pengurus muda merupakan kekuatan utama untuk melakukan akselerasi program kerja. Menurutnya, evaluasi terhadap kinerja lima tahun sebelumnya menjadi bekal berharga untuk menyusun strategi yang lebih efektif ke depan. Sementara itu, Dimyatie Nur Asikin, yang dipercaya sebagai Sekretaris I, menegaskan kesiapannya untuk bekerja maksimal. Baginya, tantangan organisasi keagamaan di era digital saat ini sangat besar, sehingga diperlukan kerja keras dan disiplin tinggi agar Rifaiyah tidak tertinggal oleh organisasi lainnya.

Rofik Zainur Usman, pengurus lainnya, menyoroti pentingnya aspek kedisiplinan, terutama dalam menghargai waktu dan kehadiran dalam setiap kegiatan organisasi. Ia berkomitmen untuk membawa budaya kerja yang lebih rapi dan terukur. Harapan besar kini disematkan kepada 45 pengurus yang baru saja dilantik ini. Mereka diharapkan mampu membawa PD Rifaiyah Temanggung menuju era yang lebih maju, solid, dan mampu memberikan kemanfaatan yang luas bagi umat Islam, khususnya di wilayah Kabupaten Temanggung. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen menjalankan amanah, kepengurusan periode 2026–2031 ini siap menapaki langkah-langkah strategis demi menjaga marwah organisasi dan memperluas jangkauan dakwah Rifaiyah di masa depan. Pelantikan ini menjadi penanda awal dari babak baru perjuangan yang diharapkan dapat membawa perubahan positif, berkelanjutan, dan inspiratif bagi seluruh warga Rifaiyah di nusantara.

Related stories

More from Rifaiyah

View all →

Most viewed across the site