Jejak syiar Islam yang dirintis oleh Syaikhina KH. Ahmad Rifa’i kini mencatatkan sejarah baru yang monumental di tanah Jawa Timur. Setelah melalui proses panjang konsolidasi dan penantian yang cukup lama, warga Rifa’iyah di Jawa Timur akhirnya berhasil mengukuhkan langkah strategis melalui penyelenggaraan Silaturahim dan Musyawarah Wilayah (Musywil) Perdana Pimpinan Wilayah (PW) Rifa’iyah serta PW Angkatan Muda Rifa’iyah (AMRI) Provinsi Jawa Timur pada Ahad, 2 Agustus 2026. Peristiwa ini bukan sekadar pertemuan administratif, melainkan sebuah manifestasi dari cita-cita luhur para pendahulu yang mendambakan tegaknya panji organisasi di wilayah tersebut.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di kediaman Ust. Ihsanuddin, M.Pd., yang berlokasi di Jl. KH. Misbahul Munir RT 04 RW 04, Mbujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur. Dimulai sejak pukul 13.00 WIB, suasana musyawarah terasa begitu kental dengan nuansa kekeluargaan dan semangat pengabdian. Sebanyak 26 perwakilan warga Rifa’iyah dari berbagai pelosok daerah di Jawa Timur hadir dengan satu tujuan yang sama: memperkuat fondasi organisasi demi keberlangsungan dakwah yang berlandaskan pemikiran Syaikhina KH. Ahmad Rifa’i.
Kehadiran jajaran petinggi organisasi pusat menambah bobot dan legitimasi pada musyawarah perdana ini. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Rifa’iyah, Dr. KH. Mukhlisin Muzarie, MA., hadir langsung untuk memberikan arahan, didampingi oleh Ketua Umum PP Angkatan Muda Rifa’iyah (AMRI), Abdul Kholiq, M.Pd., AH., beserta tim pengurus pusat lainnya. Kehadiran mereka menjadi bukti komitmen serius dari pusat untuk melakukan akselerasi pengembangan organisasi di tingkat wilayah.
Dalam pidato utamanya, Dr. KH. Mukhlisin Muzarie, MA., mengungkapkan bahwa momentum ini adalah jawaban atas doa dan harapan panjang para masyayikh Rifa’iyah terdahulu. Menurutnya, ada ikatan batin dan kesejarahan yang kuat antara ajaran KH. Ahmad Rifa’i dengan tanah Jawa Timur. Berdasarkan penuturan para sesepuh, di masa lalu, terdapat sejumlah murid setia KH. Ahmad Rifa’i yang melakukan perjalanan dakwah dan mencari perlindungan ke wilayah Jawa Timur di tengah tekanan kolonial. Bahkan, riwayat menyebutkan adanya garis keturunan (dzuriyah) KH. Ahmad Rifa’i yang menetap di daerah Jombang.
"Perjuangan para tokoh Rifa’iyah terdahulu selalu memendam harapan agar Rifa’iyah bisa mengakar di Jawa Timur. Cerita dari para masyayikh menegaskan bahwa ada murid-murid KH. Ahmad Rifa’i yang menyelamatkan diri ke Jawa Timur untuk menjaga ajaran beliau agar tetap hidup. Dengan berdirinya PW Rifa’iyah Jawa Timur hari ini, kita sejatinya sedang menyambung kembali mata rantai sejarah yang sempat terputus," ujar KH. Mukhlisin dengan nada haru.
Pernyataan tersebut menggugah kesadaran seluruh peserta yang hadir. Musywil ini tidak lagi dipandang sebagai rutinitas organisasi semata, melainkan sebuah amanah sejarah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Para peserta tampak menyimak dengan khidmat, menyadari bahwa mereka adalah bagian dari barisan penggerak yang sedang melanjutkan estafet perjuangan besar.
Selaras dengan hal tersebut, Ketua Umum PP AMRI, Abdul Kholiq, M.Pd., AH., menekankan aspek spiritual dalam berorganisasi. Ia mengingatkan bahwa menjadi pengurus di lingkungan Rifa’iyah bukanlah ajang untuk mencari popularitas atau keuntungan duniawi, melainkan ladang pengabdian (khidmah) yang diharapkan mendatangkan keberkahan dari Allah SWT.
"Amanah organisasi adalah jalan meraih keberkahan. Siapapun yang terpilih dan diberi tanggung jawab untuk memimpin wilayah Rifa’iyah maupun AMRI, harus menanamkan niat yang tulus. Berjuang untuk Rifa’iyah tidak akan pernah mengurangi harta, waktu, apalagi martabat kita. Sebaliknya, justru akan mendatangkan keberkahan yang berlipat ganda karena kita sedang menjaga warisan ilmu dan dakwah dari seorang pahlawan nasional dan ulama besar," tegas Abdul Kholiq dalam arahannya.

Pesan tersebut menjadi motivasi kuat bagi seluruh peserta. Dalam proses musyawarah yang berjalan dengan penuh musyawarah mufakat, suasana kekeluargaan sangat terasa. Tidak ada perdebatan yang memecah belah, yang ada hanyalah diskusi produktif mengenai bagaimana merumuskan program kerja yang mampu menyentuh masyarakat luas di Jawa Timur. Keputusan-keputusan strategis diambil demi kepentingan umat dan pengembangan dakwah yang lebih inklusif.
Terbentuknya susunan kepengurusan perdana PW Rifa’iyah dan PW AMRI Jawa Timur menjadi tonggak bersejarah bagi organisasi. Kepengurusan ini diharapkan menjadi motor penggerak untuk melakukan konsolidasi internal, memperkuat basis massa di setiap kabupaten/kota, serta memperkenalkan kembali karya-karya kitab dan pemikiran KH. Ahmad Rifa’i kepada masyarakat Jawa Timur yang dikenal memiliki tradisi keilmuan yang sangat kuat.
Lebih dari itu, keberadaan pengurus wilayah ini diharapkan mampu menjawab tantangan dakwah di era modern. Dengan pendekatan yang lebih terstruktur, diharapkan nilai-nilai Rifa’iyah yang moderat dan berlandaskan pada kemandirian dapat lebih mudah diterima dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh warga di Jawa Timur. Ini merupakan langkah nyata dari PP Rifa’iyah dan PP AMRI dalam menjangkau wilayah-wilayah strategis di Indonesia, guna memastikan semangat perjuangan para masyayikh tetap relevan dari generasi ke generasi.
Seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik kini memikul tanggung jawab besar. Mereka dituntut untuk tidak hanya sekadar duduk di kursi kepengurusan, tetapi aktif turun ke lapangan, merangkul warga Rifa’iyah yang mungkin selama ini bergerak secara mandiri atau terisolasi, serta membangun jaringan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Keberhasilan pembentukan PW Rifa’iyah di Jawa Timur ini pun disambut dengan antusiasme yang tinggi. Banyak warga Rifa’iyah di berbagai daerah yang menanti kabar ini sebagai titik terang bagi pergerakan organisasi. Diharapkan, langkah yang dimulai dari Kota Kediri ini akan menjalar ke wilayah-wilayah lain di Jawa Timur, menciptakan jejaring dakwah yang kokoh, serta memberikan kemanfaatan nyata bagi umat.
Selamat kepada seluruh jajaran pengurus perdana PW Rifa’iyah dan PW AMRI Provinsi Jawa Timur. Amanah yang telah dipundakkan merupakan kepercayaan besar dari organisasi dan para masyayikh. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan lahir dan batin, keikhlasan, serta keberkahan dalam setiap langkah perjuangan yang dilakukan.
Semoga kepengurusan baru ini mampu menjadi wasilah berkembangnya dakwah yang damai dan mencerahkan, memperkuat persaudaraan di antara warga Rifa’iyah, serta memberikan sumbangsih positif bagi kemajuan umat Islam di Bumi Majapahit. Dengan spirit khidmah yang tinggi, yakinlah bahwa perjuangan ini akan terus membuahkan hasil yang manis bagi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Keberhasilan ini juga melengkapi serangkaian capaian positif Rifa’iyah belakangan ini, termasuk pengabdian nama KH. Ahmad Rifa’i sebagai nama jalan di Batang, yang menjadi simbol pengakuan negara atas jasa-jasa besar beliau sebagai pahlawan nasional. Kini, dengan hadirnya kepengurusan resmi di Jawa Timur, organisasi semakin optimis menatap masa depan untuk terus berkontribusi bagi Indonesia yang lebih religius dan berkeadaban.
Penulis: Ahmad Zahid Ali
Editor: Yusril Mahendra

