0

Manda Cello Kembali Berkuda, Siap Berkompetisi dan Meraih Kembali Mimpi

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Keheningan arena pacuan kuda yang sempat diisi oleh jejak langkah Manda Cello kini pecah oleh kabar kembalinya sang artis. Setelah lama menepi dari hiruk pikuk kompetisi yang memacu adrenalin, bintang film yang dikenal lewat perannya dalam "Eyang Kubur" ini mengumumkan keputusan mengejutkan untuk kembali menjejakkan kaki di atas pelana. Keputusan ini bukanlah keputusan sesaat, melainkan buah dari kerinduan mendalam yang tak pernah padam terhadap olahraga yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari jiwanya. Kecintaan pada dunia berkuda, yang sempat terpendam karena berbagai prioritas hidup, kini kembali membara, mendorong Manda untuk mengambil langkah pasti menuju comeback yang telah lama ia dambakan.

"Iya nih, akhirnya balik latihan lagi setelah cukup lama vakum. Ternyata rasa kangen sama dunia berkuda nggak pernah hilang," ujar Manda Cello dengan nada penuh antusiasme saat dihubungi pada Senin, 8 Juni 2026. Ungkapan sederhana ini menyimpan cerita panjang tentang perjuangan, mimpi, dan kegigihan seorang Manda Cello dalam mengejar passion-nya. Sejak tahun 2015, Manda telah mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk menekuni olahraga berkuda dengan serius. Ia tidak hanya menjadikannya sebagai hobi semata, tetapi juga memiliki ambisi besar untuk mengukir namanya sebagai atlet profesional. Targetnya pun bukan kaleng-kaleng; ia bermimpi untuk dapat mewakili daerahnya di ajang bergengsi Pekan Olahraga Nasional (PON).

Namun, takdir terkadang memiliki rencana yang berbeda. Di tengah perjalanan meraih mimpinya, Manda dihadapkan pada berbagai perubahan prioritas dan kondisi yang tak terduga. Situasi tersebut membuatnya harus menunda bahkan menghentikan sementara langkahnya dalam dunia berkuda. Keputusan untuk berhenti latihan bukanlah hal yang mudah, namun Manda mencoba melihatnya sebagai jeda, bukan akhir dari segalanya. Meski mimpinya sempat tertunda, semangatnya tidak pernah benar-benar padam. Ia memilih untuk tidak larut dalam penyesalan, melainkan menjadikannya sebagai bahan bakar untuk kembali bangkit.

Tahun ini, Manda Cello merasa passion-nya terhadap berkuda kembali berkobar dengan kekuatan yang lebih besar. Ia tidak ingin hanya sekadar kembali, tetapi kembali dengan kesiapan dan profesionalisme yang matang. Untuk itu, Manda langsung bergerak cepat dengan bergabung di bawah naungan akademi berkuda ternama, Knightqueen Equestrian. Akademi ini menjadi wadah baginya untuk kembali mengasah kemampuan yang mungkin sedikit tergerus oleh waktu jeda. Di bawah bimbingan para pelatih profesional, Manda secara rutin menjalani latihan intensif di Avalon Stable. Jadwal latihannya padat, mencakup berbagai aspek teknis berkuda, mulai dari teknik menunggang, pengendalian kuda, hingga strategi perlombaan.

Latihan keras yang dijalani Manda Cello bukanlah tanpa tujuan yang jelas. Ia secara terbuka membocorkan bahwa keputusannya untuk kembali menekuni dunia berkuda adalah dalam rangka persiapan untuk kembali berkompetisi di arena tanding. Manda bertekad untuk kembali merasakan atmosfer persaingan, menguji kemampuannya melawan para atlet lain, dan membuktikan bahwa semangatnya dalam olahraga ini tidak pernah padam. "Sekarang aku kembali karena memang masih punya passion yang besar di olahraga ini, dan nantinya berencana untuk ikut tanding kuda, makanya sekarang lagi rajin latihan lagi," tuturnya, menyiratkan determinasi yang kuat dalam setiap kata yang terucap.

Bagi Manda Cello, berkuda bukan hanya sekadar aktivitas fisik untuk membakar kalori atau sekadar olahraga biasa. Ia melihat ada esensi yang jauh lebih mendalam yang ia dapatkan setiap kali berinteraksi dengan hewan besar yang penuh kekuatan ini. Sebagai seorang figur publik dengan pengikut yang cukup banyak di media sosial, yaitu 199 ribu pengikut di Instagram, Manda kerap membagikan pandangannya tentang berbagai hal. Dalam konteks berkuda, ia menemukan bahwa olahraga ini melatih berbagai aspek penting dalam kehidupan. Mulai dari kedisiplinan diri yang tinggi, kesabaran dalam menghadapi tantangan, hingga kemampuan untuk tetap fokus di bawah tekanan.

Menjinakkan kuda, yang notabene adalah makhluk hidup dengan insting dan kepribadiannya sendiri, memerlukan tingkat kepekaan dan pemahaman yang luar biasa. Proses ini mengajarkan Manda untuk menjadi lebih sabar, lebih memahami bahasa tubuh, dan lebih mampu membaca situasi. Selain itu, saat berada di atas kuda, Manda merasakan sebuah ketenangan batin yang unik. Sensasi ini, menurutnya, sangat berharga. "Buat aku, setiap latihan rasanya seperti me-reset pikiran dan bikin lebih present," pungkasnya. Pernyataan ini menggambarkan bagaimana berkuda menjadi semacam terapi spiritual baginya, sebuah cara untuk melepaskan diri dari hiruk pikuk kehidupan sehari-hari dan kembali terhubung dengan dirinya sendiri.

Kembalinya Manda Cello ke dunia berkuda disambut hangat oleh komunitas equestrian. Banyak yang mengapresiasi semangatnya yang pantang menyerah dan dedikasinya terhadap olahraga ini. Para penggemarnya pun turut antusias menyambut kembalinya sang idola ke arena pacuan. Dukungan ini tentu menjadi motivasi tambahan bagi Manda untuk memberikan penampilan terbaiknya.

Perjalanan Manda Cello dalam dunia berkuda ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia menunjukkan bahwa mimpi tidak pernah mati, dan bahwa dengan semangat, kerja keras, dan ketekunan, segala hal yang tampak mustahil dapat diwujudkan. Meskipun sempat terhalang oleh berbagai faktor, Manda tidak pernah kehilangan harapan. Ia membuktikan bahwa usia bukanlah batasan untuk kembali meraih impian, dan bahwa passion yang tulus dapat membawa seseorang melampaui segala rintangan.

Dengan kembalinya Manda Cello ke arena pacuan, publik akan kembali menyaksikan aksi memukaunya di atas kuda. Penggemar olahraga berkuda akan memiliki kesempatan untuk melihat bagaimana ia menerapkan latihan intensifnya dalam sebuah kompetisi nyata. Kembalinya Manda Cello ke dunia yang ia cintai ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum kebangkitan pribadinya, tetapi juga dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan olahraga berkuda di Indonesia. Semangatnya untuk berkompetisi dan meraih prestasi diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk turut serta dan mengembangkan bakat mereka di cabang olahraga yang menantang namun penuh keindahan ini. Manda Cello, sang penunggang kuda yang kembali bersemangat, siap untuk mencetak sejarah baru dalam kariernya.