0

Samsung Siapkan Penerus Galaxy Z TriFold, Kapan Diluncurkan?

Share

Di tengah dinamika pasar ponsel pintar yang semakin kompetitif, Samsung terus menegaskan posisinya sebagai pionir inovasi, terutama dalam kategori perangkat dengan form factor revolusioner. Keputusan Samsung untuk menghentikan penjualan Galaxy Z TriFold hanya tiga bulan setelah peluncurannya memang mengejutkan banyak pihak, memicu spekulasi tentang masa depan ponsel lipat multi-segmen. Namun, kabar terbaru dari sumber terpercaya, tipster yeux1122 melalui postingannya di Naver, segera menepis keraguan tersebut, mengonfirmasi bahwa Samsung tidak menyerah pada visi perangkat lipat tiga. Sebaliknya, raksasa teknologi Korea Selatan ini justru tengah gencar menyiapkan penerus yang lebih matang, yaitu Galaxy Z TriFold 2, bersamaan dengan pengembangan perangkat hibrida inovatif lainnya: sebuah ponsel dengan layar yang dapat digeser atau slideable.

Penghentian cepat Galaxy Z TriFold pertama mengindikasikan bahwa Samsung mungkin telah mengumpulkan data dan umpan balik pasar yang signifikan dalam waktu singkat. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari tantangan produksi, kompleksitas desain, pengalaman pengguna yang belum optimal, atau bahkan sekadar strategi perusahaan untuk menarik kembali produk dan memperbaikinya secara fundamental sebelum peluncuran ulang yang lebih siap. Pasar ponsel lipat, meskipun telah memasuki fase mainstream, masih sangat menuntut kesempurnaan dalam hal durabilitas, bobot, ketebalan, dan tentunya harga. Samsung, dengan ambisinya untuk selalu menjadi yang terdepan, kemungkinan besar melihat adanya ruang besar untuk perbaikan, menjadikan Galaxy Z TriFold generasi pertama sebagai semacam ‘prototipe publik’ untuk menguji konsep pasar sebelum melangkah lebih jauh.

Kini, fokus beralih pada Galaxy Z TriFold 2. Menurut yeux1122, perangkat ini sedang dalam tahap uji kelayakan yang intensif. Informasi awal menunjukkan bahwa desainnya akan jauh lebih ringan dibandingkan generasi pertama. Penurunan bobot ini adalah aspek krusial untuk perangkat multi-lipat, yang cenderung menjadi lebih berat dan tebal karena kompleksitas engsel dan material layar ganda atau tiga. Namun, ada potensi bahwa Galaxy Z TriFold 2 akan sedikit lebih tebal. Peningkatan ketebalan ini, jika benar, bisa jadi merupakan kompromi untuk mengakomodasi baterai yang lebih besar, komponen internal yang lebih canggih, atau sistem engsel yang lebih kokoh dan tahan lama. Mengingat tantangan teknik dalam menciptakan perangkat dengan tiga segmen layar yang melipat sempurna, penyesuaian ketebalan demi performa dan durabilitas mungkin menjadi pilihan yang strategis.

Engsel adalah jantung dari setiap ponsel lipat, dan untuk perangkat dengan tiga lipatan, kompleksitasnya meningkat berkali-kali lipat. Kabar baiknya, engsel baru yang dirancang khusus untuk Galaxy Z TriFold 2 dilaporkan telah melewati proses verifikasi yang ketat. Ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam mengatasi salah satu hambatan terbesar dalam desain ponsel multi-lipat: menciptakan mekanisme yang mulus, tahan lama, dan mampu meminimalkan lipatan layar yang terlihat. Engsel yang terverifikasi ini kemungkinan besar akan menghadirkan pengalaman melipat dan membuka yang lebih premium, mengurangi kerutan di layar, serta meningkatkan ketahanan terhadap debu dan air, yang menjadi perhatian utama bagi pengguna ponsel lipat generasi awal. Jika semua berjalan sesuai rencana, Galaxy Z TriFold 2 diprediksi akan menyapa pasar pada pertengahan tahun 2027. Jeda waktu yang cukup panjang ini memberikan Samsung ruang yang memadai untuk menyempurnakan teknologi, mengoptimalkan proses manufaktur, dan memastikan perangkat siap secara ekosistem untuk menyambut penggunanya.

Selain Galaxy Z TriFold 2, Samsung juga sedang mengembangkan perangkat hibrida kedua yang tak kalah menarik: sebuah ponsel dengan display OLED yang bisa digeser, atau yang lebih dikenal sebagai slideable. Konsep ponsel slideable menawarkan alternatif menarik dibandingkan ponsel lipat. Alih-alih melipat layar, perangkat ini memungkinkan pengguna untuk memperluas area tampilan dengan menggeser bagian dari bodi ponsel, mengungkapkan layar tambahan yang tersembunyi di dalamnya. Keunggulan utama dari desain ini adalah potensi untuk menghilangkan lipatan layar sepenuhnya, yang seringkali menjadi kritik terhadap perangkat lipat. Perangkat ini kemungkinan besar akan menggunakan panel Slideable Flex dari Samsung Display, divisi layar terkemuka yang dikenal dengan inovasi OLED fleksibelnya.

Yang menarik adalah keputusan Samsung untuk mengandalkan mekanisme geser manual untuk prototipe ponsel slideable pertamanya. Ini berbeda dengan prototipe OLED slideable yang dipamerkan Samsung Display di ajang CES dan MWC sebelumnya, yang umumnya menggunakan sistem motor otomatis untuk memperluas layar. Pilihan mekanisme manual ini bisa jadi didasari oleh beberapa pertimbangan. Pertama, ini mungkin langkah awal untuk menyederhanakan desain dan mengurangi biaya produksi awal. Mekanisme motor otomatis cenderung lebih kompleks, mahal, dan membutuhkan daya baterai lebih besar. Kedua, sistem manual mungkin lebih tahan lama dan mengurangi potensi kerusakan mekanis. Ketiga, Samsung mungkin ingin mengukur preferensi pengguna terhadap kontrol langsung sebelum berinvestasi lebih jauh pada sistem otomatis.

Ketika dibuka penuh, perangkat slideable ini diperkirakan akan memiliki layar berukuran sekitar 7 inci. Ukuran ini menempatkannya di antara ponsel pintar berukuran standar dan tablet kecil, menawarkan pengalaman yang lebih imersif untuk konsumsi media, gaming, atau produktivitas ringan, namun tetap ringkas saat ditutup. Desain ponsel slideable ini kabarnya akan lebih tipis dibandingkan prototipe yang diumumkan di CES dan MWC. Upaya untuk membuat perangkat lebih tipis adalah prioritas utama Samsung, karena faktor bentuk yang ramping adalah kunci daya tarik bagi konsumen yang mencari inovasi tanpa mengorbankan portabilitas. Jika Samsung memutuskan untuk melanjutkan pengembangan produk ini hingga tahap komersialisasi, peluncurannya kemungkinan akan dilakukan pada akhir tahun 2027 atau awal tahun 2028, seperti dikutip dari SamMobile pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Kedua proyek ini – Galaxy Z TriFold 2 dan ponsel slideable – menegaskan komitmen Samsung untuk terus mendorong batas-batas desain ponsel pintar. Meskipun ponsel layar lipat saat ini sudah mulai menjadi produk mainstream dengan kehadiran seri Galaxy Z Fold dan Z Flip yang terus berevolusi, ponsel yang dapat digeser atau digulung saat ini masih belum diluncurkan secara publik oleh produsen besar mana pun. Samsung, dengan rekam jejaknya sebagai inovator layar fleksibel, memiliki posisi unik untuk memimpin kategori baru ini.

Rencana Samsung ini tentu menarik perhatian penggemar gadget dan seluruh industri teknologi. Ini bukan hanya tentang memperkenalkan produk baru, melainkan tentang membentuk masa depan perangkat seluler, menantang persepsi kita tentang apa yang bisa dilakukan oleh sebuah ponsel. Perangkat hibrida ini berpotensi mengaburkan garis antara ponsel pintar, tablet, dan bahkan laptop, menawarkan pengalaman komputasi yang lebih fleksibel dan adaptif sesuai kebutuhan pengguna. Tantangannya tentu tidak sedikit, mulai dari optimalisasi perangkat lunak untuk form factor baru, pengembangan ekosistem aplikasi, hingga memastikan durabilitas dan harga yang terjangkau bagi konsumen. Namun, jika ada perusahaan yang memiliki kapasitas dan visi untuk mewujudkan mimpi-mimpi teknologi ini menjadi kenyataan, Samsung adalah salah satunya. Kita semua menanti dengan antusias bagaimana inovasi ini akan mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi dalam beberapa tahun mendatang.