Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan suntikan semangat bagi keluarga besar organisasi Rifa’iyah agar senantiasa percaya diri dalam mengemban misi dakwah. Dalam kunjungannya ke Temanggung, Gus Yasin—sapaan akrab Wakil Gubernur—menegaskan bahwa Rifa’iyah bukanlah organisasi kecil, melainkan entitas yang memiliki akar sejarah panjang dan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia. Pernyataan ini disampaikan saat beliau menghadiri prosesi pelantikan Pengurus Wilayah (PW) Rifa’iyah Jawa Tengah sekaligus membuka rangkaian Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) V di Gedung Pemuda, Jalan Suwardi-Suwandi, Temanggung, pada Ahad (26/4).
Di hadapan ribuan peserta yang memadati lokasi, Gus Yasin menyoroti sosok ulama besar pendiri organisasi ini, KH. Ahmad Rifa’i. Menurutnya, pemikiran dan karya-karya kitab yang ditulis oleh KH. Ahmad Rifa’i telah melampaui batas-batas kelompok internal Rifa’iyah. Kitab-kitab tersebut telah menjadi rujukan literatur Islam yang dipelajari oleh umat secara luas di berbagai penjuru nusantara. Pengakuan negara yang menobatkan KH. Ahmad Rifa’i sebagai Pahlawan Nasional menjadi bukti konkret bahwa ideologi, perjuangan, dan keteguhan prinsip beliau dalam melawan kolonialisme melalui dakwah adalah aset berharga bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Gus Yasin berpesan agar warga Rifa’iyah tidak perlu merasa minder atau kecil hati, sebab rekam jejak tokoh sentral mereka sudah diakui secara nasional sebagai bagian dari perjuangan kemerdekaan.

Lebih jauh, Gus Yasin memaparkan bahwa eksistensi Rifa’iyah di Jawa Tengah telah memberikan kontribusi signifikan terhadap terciptanya harmoni sosial. Organisasi ini dinilai mampu menumbuhkan rasa aman, nyaman, dan sejuk di tengah masyarakat yang majemuk. Beliau juga menegaskan bahwa dalam pandangan pemerintah, besar atau kecilnya sebuah organisasi tidak diukur dari jumlah kuantitas semata, melainkan dari sejauh mana peran serta organisasi tersebut dalam menebarkan kebaikan dan menjaga keutuhan bangsa. Nilai-nilai keteladanan yang diwariskan oleh KH. Ahmad Rifa’i harus terus digali dan dijadikan inspirasi utama dalam merumuskan program kerja organisasi ke depan agar tetap relevan dengan tantangan zaman.
Dalam sesi arahan kepada pengurus baru yang dilantik untuk periode 2026-2030, Gus Yasin memberikan nasihat mendalam mengenai hakikat dakwah. Beliau menekankan pentingnya sikap istiqamah dan ketabahan dalam berjuang di jalan Allah. Menurutnya, dakwah adalah proses panjang yang tidak boleh berhenti hanya karena tantangan atau kurangnya apresiasi. "Dakwah itu didengar atau tidak, jangan berhenti sebelum mencapai keberhasilan," tegas beliau di depan para pengurus. Komitmen pemerintah provinsi terhadap Rifa’iyah pun ditegaskan melalui dukungan nyata, mulai dari pengembangan sektor ekonomi kreatif melalui UMKM Batik Rifa’iyah, hingga pembukaan peluang beasiswa bagi santri, guru, dan para ustaz yang bernaung di bawah organisasi tersebut. Sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan ini diharapkan dapat memicu kemandirian ekonomi sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Rifa’iyah.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua Pengurus Wilayah Rifa’iyah Jawa Tengah, Isrofi Makfud, menyatakan kesiapannya untuk membawa organisasi ke arah yang lebih maju. Ia mengajak seluruh jajaran pengurus untuk bekerja keras dan bersinergi dalam membimbing umat guna mencapai cita-cita masyarakat yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Mengingat Jawa Tengah merupakan pusat dari pergerakan Rifa’iyah, Isrofi menyadari bahwa tanggung jawab yang diemban sangat besar. Oleh karena itu, penguatan struktur organisasi dari tingkat wilayah hingga ranting menjadi prioritas utama agar program-program strategis dapat terdistribusi dengan baik ke seluruh pelosok daerah.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pimpinan Pusat Rifa’iyah, Dr. Muhlisin Muzarie, menyampaikan bahwa Muskerwil V ini merupakan momentum krusial bagi kebangkitan organisasi. Ia menegaskan bahwa sejarah KH. Ahmad Rifa’i yang penuh dengan dinamika dan penolakan pada masa penjajahan merupakan bukti nyata bahwa beliau adalah sosok pejuang yang berani melawan arus demi memurnikan ajaran Islam. Ia menepis segala stigma miring yang pernah dialamatkan kepada Rifa’iyah di masa lalu dengan menegaskan bahwa organisasi ini adalah gerakan Islam yang sah dan memiliki kontribusi besar bagi sejarah bangsa. Kini, Rifa’iyah sedang memasuki fase transformasi besar-besaran, baik dari segi tata kelola organisasi yang lebih modern, pengakuan pemerintah yang semakin kuat, maupun ekspansi di dunia pendidikan tinggi.
Kegiatan Muskerwil V ini sendiri tercatat sebagai salah satu agenda besar Rifa’iyah tahun ini. Ketua Panitia Pelaksana, Amin Rindhoi, melaporkan bahwa acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta delegasi resmi, 45 panitia, dan sekitar 1.500 peserta penggembira yang antusias dari berbagai daerah. Dengan total anggaran kegiatan mencapai Rp115 juta, acara ini dirancang sebagai ajang konsolidasi sekaligus forum silaturahmi yang akbar. Hadir dalam kesempatan tersebut, selain Wakil Gubernur, juga jajaran Pimpinan Pusat Rifa’iyah, Dewan Syuro, Bupati Temanggung, jajaran Forkopimda, serta pimpinan berbagai organisasi keagamaan lainnya yang turut memberikan dukungan moral bagi kemajuan Rifa’iyah.
Agenda Muskerwil yang dijadwalkan berlangsung hingga malam hari ini difokuskan pada pemantapan program kerja untuk empat tahun ke depan. Para peserta dibagi ke dalam berbagai komisi untuk membahas isu-isu krusial, mulai dari penguatan kaderisasi, pemberdayaan ekonomi umat, hingga pengembangan jaringan pendidikan. Dengan semangat yang dipicu oleh pesan Wakil Gubernur mengenai keteguhan prinsip, para pengurus berkomitmen untuk tidak hanya membesarkan nama organisasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat di Jawa Tengah.

Secara keseluruhan, pertemuan di Temanggung ini menjadi simbol kebangkitan Rifa’iyah. Sinergi antara nilai-nilai luhur KH. Ahmad Rifa’i, dukungan pemerintah, dan semangat kader muda diharapkan mampu membawa Rifa’iyah menjadi pilar penyangga moderasi beragama di Indonesia. Kehadiran ribuan penggembira di lokasi menunjukkan bahwa basis massa Rifa’iyah tetap solid dan memiliki loyalitas tinggi terhadap organisasi. Hal ini menjadi modal kuat bagi pengurus wilayah untuk melakukan ekspansi dakwah yang lebih luas dan terstruktur.
Di akhir sesi, suasana penuh haru dan semangat menyelimuti peserta saat prosesi foto bersama dengan tokoh-tokoh penting yang hadir. Harapan besar ditumpukan pada pundak para pengurus baru yang baru saja dilantik untuk periode 2026-2030. Mereka dituntut untuk mampu mengintegrasikan warisan intelektual KH. Ahmad Rifa’i ke dalam platform digital dan strategi dakwah modern agar lebih mudah diterima oleh generasi milenial dan Gen Z. Dengan pola pikir yang terbuka dan tidak lagi merasa "kecil", Rifa’iyah kini menatap masa depan dengan optimisme tinggi, siap berkontribusi lebih besar bagi kemajuan bangsa dan negara. Semangat ini sejalan dengan tema besar Muskerwil V: memperkuat akar, melebarkan sayap, dan menyebarkan rahmat bagi semesta.

