0

Wagub Jateng Taj Yasin: Rifa’iyah Jangan Minder, Warisan KH. Ahmad Rifa’i Diakui Nasional

Share

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, secara tegas membakar semangat para kader Rifa’iyah agar tidak pernah merasa kecil atau rendah diri dalam kiprah organisasi. Dalam sambutannya pada acara Pelantikan Pengurus Wilayah (PW) dan pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) V Rifa’iyah Jawa Tengah yang digelar di Gedung Pemuda, Temanggung, Ahad (26/4/2026), Gus Yasin—sapaan akrab Wagub—menekankan bahwa kontribusi Rifa’iyah bagi bangsa dan agama telah teruji oleh sejarah. Menurutnya, warisan intelektual dan spiritual dari pendiri organisasi, KH. Ahmad Rifa’i, telah melampaui batas-batas internal komunitas dan diakui secara luas di tingkat nasional.

Kehadiran Gus Yasin dalam perhelatan akbar yang dihadiri oleh sekitar 1.745 orang, terdiri dari 200 delegasi resmi, 45 panitia, dan 1.500 peserta penggembira, menjadi peneguh posisi Rifa’iyah sebagai elemen penting dalam menjaga harmoni sosial di Jawa Tengah. Ia menyampaikan bahwa nilai sebuah organisasi tidak ditentukan oleh jumlah massa atau ukuran fisik lembaga semata, melainkan oleh kemanfaatan yang ditebarkan bagi masyarakat luas. “Rifa’iyah jangan merasa kecil. Kitab-kitab karya KH. Ahmad Rifa’i tidak hanya dipelajari oleh warga Rifa’iyah, tetapi juga oleh umat Islam secara luas,” ujar Gus Yasin di hadapan para pengurus yang baru dilantik.

Wagub Jateng Taj Yasin: Rifa’iyah Jangan Minder, Warisan KH. Ahmad Rifa’i Diakui Nasional

Ketokohan KH. Ahmad Rifa’i sebagai Pahlawan Nasional menjadi bukti otentik bahwa pemikiran beliau memiliki bobot yang besar bagi perjuangan bangsa. Gus Yasin berharap, keteguhan prinsip dan semangat perjuangan sang kyai dapat diwarisi oleh generasi penerus untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Baginya, Rifa’iyah telah terbukti menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan kondisi wilayah yang aman, damai, dan kondusif melalui dakwah yang sejuk dan edukatif.

Dalam arahannya kepada jajaran pengurus yang baru saja dilantik untuk periode 2026–2030, Gus Yasin menekankan pentingnya sifat istiqamah dalam berdakwah. Beliau mengingatkan bahwa dalam setiap perjuangan, rintangan adalah hal yang lumrah. “Dakwah itu didengar atau tidak, jangan berhenti sebelum mencapai keberhasilan,” tegasnya. Pesan ini menjadi suntikan motivasi bagi para pengurus untuk terus bergerak melampaui tantangan zaman.

Sebagai bentuk komitmen nyata Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap pemberdayaan organisasi keagamaan, Gus Yasin menegaskan dukungan pemerintah dalam berbagai aspek. Mulai dari pendampingan pengembangan unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Batik Rifa’iyah hingga pemberian akses beasiswa pendidikan bagi para santri, guru, serta ustaz di lingkungan Rifa’iyah. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Rifa’iyah agar lebih berdaya saing di masa depan.

Wagub Jateng Taj Yasin: Rifa’iyah Jangan Minder, Warisan KH. Ahmad Rifa’i Diakui Nasional

Ketua Pimpinan Wilayah Rifa’iyah Jawa Tengah, Isrofi Makfud, menyambut baik arahan tersebut. Ia mengajak seluruh elemen organisasi untuk memperkuat solidaritas dalam upaya mewujudkan cita-cita baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negeri yang baik dengan ampunan Tuhan). Mengingat Jawa Tengah merupakan pusat dari pergerakan Rifa’iyah, Isrofi menegaskan tanggung jawab moral yang besar bagi seluruh pengurus untuk terus mengawal kemajuan organisasi dengan program-program yang relevan dengan kebutuhan umat.

Di sisi lain, Ketua Pimpinan Pusat Rifa’iyah, Dr. Muhlisin Muzarie, dalam pidatonya memberikan perspektif sejarah yang mendalam. Ia mengingatkan bahwa perjalanan KH. Ahmad Rifa’i penuh dengan dinamika, di mana pemikiran beliau pada masa penjajahan sering kali disalahpahami oleh pihak kolonial hingga dianggap sebagai ancaman atau pemberontak. Namun, seiring berjalannya waktu, kebenaran ajaran beliau terbukti memberikan kontribusi besar bagi pemurnian akidah dan semangat nasionalisme di Indonesia. Dr. Muhlisin menekankan bahwa Muskerwil ini adalah momentum kebangkitan bagi Rifa’iyah untuk melakukan pembaruan niat dan penguatan arah gerak.

Saat ini, Rifa’iyah tengah berada dalam fase transformasi besar. Tidak hanya fokus pada dakwah keagamaan, organisasi ini juga gencar mengembangkan sektor pendidikan formal dan informal, termasuk pengembangan perguruan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa Rifa’iyah bertransformasi menjadi organisasi modern yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi dan ajaran luhur pendirinya. Pengakuan pemerintah yang semakin terbuka menjadi sinyal positif bahwa Rifa’iyah adalah bagian integral dari sejarah dan masa depan Indonesia.

Wagub Jateng Taj Yasin: Rifa’iyah Jangan Minder, Warisan KH. Ahmad Rifa’i Diakui Nasional

Panitia pelaksana, Amin Rindhoi, dalam laporannya mengungkapkan bahwa suksesnya acara yang menelan anggaran sekitar Rp115 juta ini tidak lepas dari gotong royong warga Rifa’iyah. Kehadiran berbagai elemen penting seperti Bupati Temanggung, unsur Forkopimda, serta tokoh lintas organisasi keagamaan di lokasi acara menunjukkan betapa kuatnya jejaring sosial yang dimiliki Rifa’iyah di wilayah Temanggung dan sekitarnya.

Muskerwil yang berlangsung sepanjang hari hingga malam hari ini difokuskan pada penyusunan kerangka kerja strategis untuk empat tahun ke depan. Para delegasi diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang tidak hanya berdampak secara internal, tetapi juga mampu menjawab problem kemasyarakatan yang lebih luas, seperti pemberantasan kemiskinan, peningkatan literasi keagamaan, dan penguatan ekonomi umat.

Secara filosofis, Rifa’iyah kini tidak lagi hanya berbicara tentang masa lalu yang penuh perjuangan di bawah tekanan kolonial, tetapi sedang menulis bab baru tentang kemandirian dan kontribusi bagi pembangunan nasional. Dengan dukungan pemerintah daerah dan semangat kolektif yang terjaga, Rifa’iyah diproyeksikan akan terus tumbuh sebagai salah satu pilar kekuatan umat Islam yang moderat, toleran, dan memiliki akar keilmuan yang kuat.

Wagub Jateng Taj Yasin: Rifa’iyah Jangan Minder, Warisan KH. Ahmad Rifa’i Diakui Nasional

Di tengah arus globalisasi dan tantangan disrupsi informasi, peran organisasi seperti Rifa’iyah sangat krusial sebagai penjaga moral bangsa. Pesan dari Taj Yasin Maimoen untuk "tidak minder" adalah sebuah dorongan untuk lebih percaya diri dalam mengekspos karya-karya pemikiran KH. Ahmad Rifa’i kepada masyarakat umum. Semakin luas ajaran tersebut dipahami, semakin besar pula dampak positif yang dapat dirasakan oleh bangsa Indonesia dalam membentuk masyarakat yang beradab dan berakhlakul karimah.

Acara pelantikan dan Muskerwil ini ditutup dengan semangat kebersamaan yang tinggi. Para peserta pulang dengan membawa mandat untuk menjalankan program kerja yang telah disepakati, dengan harapan agar Rifa’iyah terus eksis, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa. Dengan pondasi yang kuat dan visi yang jauh ke depan, Rifa’iyah siap menghadapi masa depan sebagai organisasi yang diakui, dihormati, dan menjadi bagian penting dari kemajuan peradaban Islam di Indonesia.