BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Bintang sepak bola internasional Inggris, Jack Grealish, kembali menjadi sorotan publik menyusul skandal yang melibatkan dirinya. Pesepakbola yang saat ini berstatus pinjaman di Everton tersebut, terekam kamera dalam kondisi teler parah setelah diduga mengonsumsi minuman keras secara berlebihan di sebuah rooftop bar di Manchester. Foto-foto Grealish dalam kondisi memprihatinkan ini sontak viral di media sosial pada Senin, 27 April 2026, memicu beragam reaksi dari penggemar dan pengamat sepak bola.
Dalam foto yang beredar luas, Grealish terlihat mengenakan kaus putih polos, duduk terlelap di sebuah meja dengan beberapa gelas minuman keras dan botol koktail berserakan di sekitarnya. Kejadian ini dilaporkan terjadi pada Sabtu sore, 25 April 2026, waktu setempat. Menurut laporan The Sun, Grealish menghabiskan waktu bersama teman-temannya di sebuah rooftop bar ternama di kawasan Manchester. Kondisi teler yang dialaminya terjadi sekitar satu jam setelah ia tiba di lokasi.
Seorang saksi mata, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, mengungkapkan kepada The Sun bahwa teman-teman Grealish berusaha membangunkannya. "Teman-temannya mencoba membangunkannya. Minuman keras pasti telah mempengaruhinya," ujar saksi mata tersebut, mengindikasikan tingkat konsumsi alkohol yang cukup tinggi. Insiden ini menambah daftar kontroversi terkait gaya hidup Grealish di luar lapangan hijau, terutama terkait konsumsi alkohol.
Saat ini, Jack Grealish sedang menjalani masa pemulihan cedera yang membuatnya harus mengakhiri musim lebih cepat. Gelandang berusia 30 tahun ini mengalami cedera kaki saat membela Everton melawan Aston Villa pada Januari 2026. Cedera tersebut memaksa pemain kelahiran Birmingham ini untuk menepi dari lapangan hijau, namun rupanya tidak mencegahnya untuk terlibat dalam kegiatan yang berpotensi merugikan kesehatannya.
Ironisnya, ini bukan kali pertama Grealish terlibat dalam pemberitaan yang berkaitan dengan alkohol dan pesta. Pada akhir Maret 2026, di tengah masa pemulihannya, Grealish sempat tertangkap kamera menikmati pesta ulang tahun istri kiper Timnas Inggris, Jordan Pickford, yang digelar di Roma, Italia. Kehadirannya di acara tersebut, meskipun dalam masa pemulihan cedera, juga menuai pertanyaan mengenai profesionalismenya.
Grealish memiliki rekam jejak yang cukup panjang dalam pemberitaan terkait konsumsi alkohol. Publik masih ingat bagaimana ia menjadi pusat perhatian saat merayakan gelar juara treble Manchester City pada tahun 2023. Dalam berbagai foto dan video yang beredar, Grealish terlihat larut dalam euforia kemenangan, tak ragu meminum berbagai jenis minuman keras mulai dari sampanye hingga vodka, bahkan diguyur bir oleh rekan setimnya, Kyle Walker, dalam sebuah perayaan yang meriah.

Keterlibatan Grealish dalam insiden rooftop bar ini kembali memicu perdebatan mengenai keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional seorang atlet. Meskipun cedera membuatnya tidak dapat bermain, fokus pada pemulihan dan menjaga kondisi fisik serta mental seharusnya menjadi prioritas utama. Namun, foto-foto yang beredar menunjukkan sebaliknya, menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap kariernya.
Dampak dari skandal ini belum diketahui secara pasti. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa klub tempatnya dipinjamkan, Everton, atau bahkan Manchester City sebagai klub induknya, akan mengambil tindakan disipliner. Selain itu, citra Grealish di mata para penggemar dan sponsor juga berpotensi terpengaruh. Reputasinya yang sebelumnya tergolong positif, perlahan mulai tercoreng oleh serangkaian insiden yang berkaitan dengan gaya hidup di luar lapangan.
Para pengamat sepak bola menyayangkan sikap Grealish yang dinilai kurang berhati-hati. Di era media sosial seperti sekarang, setiap gerak-gerik publik figur mudah terekspos dan menjadi viral. Hal ini seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi Grealish untuk lebih menjaga perilakunya, terutama ketika ia sedang dalam masa pemulihan cedera yang krusial bagi kelanjutan kariernya.
Kembalinya Grealish ke lapangan hijau akan sangat dinantikan oleh para penggemar. Namun, sebelum itu terjadi, ia perlu membuktikan bahwa ia mampu belajar dari kesalahannya dan menunjukkan komitmen penuh terhadap profesionalismenya sebagai seorang atlet. Skandal kali ini, bagaimanapun, akan menjadi catatan kelam lain dalam perjalanan karier Jack Grealish yang penuh warna, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Kasus ini juga menyoroti pentingnya peran agen dan penasihat bagi para atlet profesional. Dukungan yang tepat dapat membantu mereka menavigasi godaan dan tekanan kehidupan sebagai pesohor, serta menjaga keseimbangan yang sehat antara karier dan kehidupan pribadi. Jack Grealish, dengan segala bakatnya, perlu menemukan kembali fokusnya dan membuktikan bahwa ia adalah pemain yang layak diperhitungkan di kancah sepak bola dunia, bukan hanya sebagai sensasi media.
Tantangan terbesar bagi Grealish kini adalah membersihkan namanya dan meyakinkan kembali publik serta para pemangku kepentingan bahwa insiden ini hanyalah sebuah kesalahan sesaat. Perjalanan pemulihannya harus dibarengi dengan pemulihan citra diri. Para penggemar tentu berharap agar ia dapat bangkit dari keterpurukan ini dan kembali menunjukkan performa gemilang di lapangan hijau, seperti yang pernah ia lakukan saat membawa Manchester City meraih kejayaan.

