Estafet kepemimpinan Angkatan Muda Rifa’iyah (AMRI) di Kota Semarang resmi berlanjut setelah Rekan Isbah Ruddin, M.Pd. kembali mendapatkan kepercayaan untuk memimpin Pimpinan Daerah (PD) AMRI Kota Semarang untuk periode mendatang. Keputusan ini menjadi tonggak penting bagi kesinambungan roda organisasi pemuda di lingkungan Rifa’iyah, sekaligus menjadi penegasan atas dedikasi dan kinerja yang telah ditunjukkan oleh Isbah Ruddin selama masa kepengurusan sebelumnya. Prosesi pelantikan ini dilaksanakan dengan khidmat pada Senin, 24 Agustus 2026, yang bertepatan dengan momentum sakral peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pemilihan waktu ini bukan sekadar kebetulan, melainkan upaya untuk meneladani semangat dakwah Rasulullah SAW dalam setiap langkah perjuangan organisasi. Bertempat di Masjid Baitut Taqwa, Kebun Taman, Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, acara ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari jemaah Rifa’iyah, tokoh masyarakat, serta para kader muda yang antusias menyambut kepengurusan baru.
Kehadiran para tokoh sepuh Rifa’iyah dalam acara tersebut memberikan legitimasi dan semangat spiritual yang kuat bagi para pengurus yang dilantik. Di antara tokoh yang hadir tampak K. Marhani, K. Nuryadin, K. Ahyak Ulumuddin, K. Muhson, K. Suhadi, Ust. Saerozi, dan Ust. Ali Al Khafid. Kehadiran mereka merupakan wujud dukungan nyata terhadap regenerasi dan penguatan kaderisasi yang menjadi jantung dari gerakan AMRI di Kota Semarang. Suasana di Masjid Baitut Taqwa terasa sangat kental dengan nuansa ukhuwah, di mana semangat untuk membesarkan organisasi terlihat dari antusiasme jemaah yang memenuhi lokasi acara sejak pagi hari.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) AMRI, Abdul Kholiq, M.Pd., AH., yang memimpin langsung prosesi pelantikan, menyampaikan amanat yang mendalam mengenai hakikat perjuangan di jalan dakwah. Dalam tausiyah refleksi Maulid Nabi, ia menekankan bahwa menjadi kader AMRI bukanlah sekadar jabatan organisatoris, melainkan sebuah tanggung jawab moral untuk meneruskan ajaran Syaikhina KH. Ahmad Rifa’i. Menurut Abdul Kholiq, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut setiap kader untuk memiliki ketahanan mental yang luar biasa. Ia secara tegas mengingatkan bahwa perjuangan menyebarkan syiar Rifa’iyah membutuhkan perpaduan antara ketajaman intelektual, keteguhan mental baja, dan yang paling utama, keikhlasan hati yang mendalam.
"Para Pemuda Rifa’iyah harus memiliki mental baja, hati yang ikhlas, dan pantang menyerah dalam memperjuangkan serta mensyiarkan ajaran Syaikhina KH. Ahmad Rifa’i. Ingatlah bahwa perjuangan para pendahulu kita jauh lebih berat dan penuh tantangan. Kita yang saat ini memegang tongkat estafet harus memiliki semangat yang lebih besar, tidak boleh lemah, tidak boleh mudah patah arang, dan harus senantiasa menjaga keikhlasan serta berjiwa besar dalam menghadapi dinamika organisasi," tegas Abdul Kholiq dalam pesan reflektifnya. Pesan ini menjadi pedoman utama bagi Isbah Ruddin dan seluruh pengurus baru dalam menjalankan program kerja ke depan.

Terpilihnya kembali Rekan Isbah Ruddin, M.Pd. merupakan cerminan dari aspirasi kader di akar rumput yang menginginkan keberlanjutan program yang telah ia rintis. Selama periode kepemimpinannya yang pertama, ia dikenal sebagai sosok yang inklusif dan inovatif dalam mendekati pemuda. Dengan kembali diberikan amanah ini, Isbah Ruddin diharapkan dapat membawa PD AMRI Kota Semarang lebih progresif, terutama dalam hal penguatan kapasitas sumber daya manusia di kalangan pemuda Rifa’iyah. Program-program yang bersifat pemberdayaan ekonomi umat, edukasi keagamaan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan direncanakan akan menjadi prioritas utama guna memperluas pengaruh positif AMRI di Kota Semarang.
Dukungan penuh dari para tokoh Rifa’iyah dan jemaah menjadi modal sosial yang kuat bagi kepengurusan baru. Sinergi antara generasi muda dan para sesepuh ini diharapkan mampu menciptakan iklim organisasi yang harmonis. AMRI Kota Semarang di bawah kepemimpinan Isbah Ruddin ke depan ditargetkan tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya pemuda, tetapi juga menjadi laboratorium kaderisasi yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki loyalitas tinggi terhadap organisasi dan kedalaman ilmu agama sesuai dengan manhaj KH. Ahmad Rifa’i.
Momentum pelantikan yang bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW ini juga menjadi refleksi bagi para kader untuk selalu meneladani sifat-sifat Rasulullah, yakni Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah. Dengan semangat tersebut, AMRI Kota Semarang diharapkan mampu menjawab tantangan dakwah di era digital, di mana penyebaran nilai-nilai kebaikan harus dilakukan dengan cara-cara yang lebih kreatif, santun, dan relevan bagi generasi Z dan milenial.
Keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari kerja keras panitia lokal dan dukungan masyarakat sekitar Rowosari yang sangat antusias menyambut kegiatan dakwah tersebut. Hal ini membuktikan bahwa AMRI memiliki posisi yang kuat di tengah masyarakat dan mendapatkan kepercayaan dari berbagai lapisan. Harapan besar kini disematkan kepada jajaran pengurus yang baru saja dilantik. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kesehatan, dan hidayah kepada Rekan Isbah Ruddin dan seluruh jajaran pengurus dalam mengemban amanah.
Kepengurusan yang solid, produktif, dan istiqamah adalah kunci untuk menjaga warisan perjuangan Syaikhina KH. Ahmad Rifa’i agar tetap relevan di tengah arus perubahan zaman. Dengan mental baja dan hati yang ikhlas, PD AMRI Kota Semarang kini siap melangkah ke depan, mempererat persaudaraan, dan menebar kemanfaatan bagi umat serta bangsa. Perjalanan panjang telah menanti, dan dengan semangat kebersamaan, diharapkan AMRI Kota Semarang akan terus berkembang menjadi organisasi yang memberikan dampak nyata, baik di internal lingkungan Rifa’iyah maupun bagi masyarakat luas di Kota Semarang secara keseluruhan. Semoga apa yang telah direncanakan dan dijalankan oleh PD AMRI Kota Semarang menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi seluruh pengurus dan anggota, serta menjadi inspirasi bagi pimpinan daerah AMRI lainnya di seluruh Indonesia untuk terus bergerak maju dalam semangat pengabdian.











