BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Ruben Onsu tak kuasa menahan kekecewaannya saat menanggapi ucapan kasar yang dilontarkan oleh mantan istrinya, Sarwendah. Suami dari Sarwendah ini mengungkapkan perasaannya yang campur aduk antara tidak percaya, sedih, dan marah atas perkataan yang dianggapnya tidak pantas, terutama karena diucapkan di depan umum dan berpotensi didengar oleh anak-anak mereka. "Astagfiruallah alazim, saya gak bisa ngomong apa-apa. Saya gak tahu apa yang dipikiran dia, bisa bicara tanpa berpikir panjang," ujar Ruben dengan nada getir saat ditemui di studio Pagi Pagi Ambyar, Trans TV, Jakarta Selatan, kemarin.

Ruben menekankan betapa menyakitkannya perkataan tersebut, terutama karena Sarwendah, yang kerap berbicara mengenai pentingnya menjaga mental anak, justru melontarkan ucapan yang bisa melukai perasaan ayah dari anak-anak mereka. "Ketika kemarin dia datang ke podcast atau apa selalu bilang mental anak, tapi pernah gak dia berpikir bagaimana ketika itu terjadi dan diucapkan itu dia hina itu saya adalah bapak dari anaknya," sesalnya. Hal ini tentu saja memakan waktu dan pikiran Ruben, karena ia harus memproses ucapan tersebut dan dampaknya.
Lebih lanjut, Ruben menyoroti bahwa dirinya tidak mempermasalahkan jika Sarwendah melontarkan kata-kata kasar untuk dirinya secara pribadi. Namun, yang menjadi masalah besar adalah ucapan tersebut dipublikasikan dan didengarkan oleh banyak orang, termasuk anak-anak mereka. "Lu mau ngatain gue apa juga gak masalah. Tapi, itu di-publish dan itu posisinya didengarkan anak," jelasnya dengan tegas.

Kekecewaan Ruben semakin memuncak ketika ia menyinggung lingkungan mantan istrinya, Sarwendah, yang menurutnya juga turut berperan dalam situasi yang tidak menyenangkan ini. Ia mencontohkan sebuah kejadian di mana seorang host perempuan, yang disebutnya Mbak Manda, melakukan hal yang tidak pantas dengan masuk ke kolong meja. Ruben pun sempat mempertanyakan tindakan tersebut kepada Sarwendah. "Nah itu yang saya bilang, lingkarannya tadi, ada host cewek itu mbak Manda, itu kamu ngapain sampai masuk ke kolong meja? Saya cuma bilang ‘Kamu punya ayah atau tidak? Seandainya anak saya besar nanti, bagaimana ketika dia melihat tayangan itu? Yang ayahnya jadi tertawaan kamu?’" ungkap Ruben.
Peristiwa tersebut ternyata berdampak besar pada anak-anak mereka, khususnya Betrand Peto. Ruben menceritakan bahwa Betrand menangis akibat tayangan tersebut, yang membuatnya marah. "Itulah yang bikin anak saya, Betrand menangis, makanya dia marah ‘Lu boleh kesal tapi pertanyaan gue, lu ini siapa? Masuk ke dalam kehidupan anak gue seolah-olah kayaknya lu ada di sana’," terangnya, menggambarkan betapa emosionalnya Betrand saat itu.

Sebelumnya, beredar luas video ucapan kasar Sarwendah yang membahas soal uang dalam sebuah siaran langsung di Instagram. Dalam video tersebut, Sarwendah terdengar melontarkan kata-kata seperti ‘cong’ dan ‘jing’ yang menimbulkan kontroversi dan perdebatan di kalangan publik. Ucapan ini dianggap tidak sopan dan berpotensi menyinggung banyak pihak.
Menanggapi polemik yang semakin memanas, Ruben Onsu dengan tegas meminta agar semua pihak yang tidak memiliki hubungan langsung dengan permasalahan ini untuk tidak ikut campur. Ia ingin agar masalah ini diselesaikan secara internal dan tidak semakin diperkeruh oleh opini publik yang belum tentu berdasar. "Ruben Onsu juga menyoroti soal lingkungan mantan istrinya, Sarwendah. ‘Nah itu yang saya bilang, lingkarannya tadi, ada host cewek itu mbak Manda, itu kamu ngapain sampai masuk ke kolong meja? Saya cuma bilang ‘Kamu punya ayah atau tidak? Seandainya anak saya besar nanti, bagaimana ketika dia melihat tayangan itu? Yang ayahnya jadi tertawaan kamu?’ Itulah yang bikin anak saya, Betrand menangis, makanya dia marah ‘Lu boleh kesal tapi pertanyaan gue, lu ini siapa? Masuk ke dalam kehidupan anak gue seolah-olah kayaknya lu ada di sana’," terangnya.

Ruben menegaskan bahwa dirinya adalah ayah dari anak-anak tersebut dan memiliki tanggung jawab untuk melindungi mereka dari perkataan atau tontonan yang dapat berdampak buruk pada perkembangan mental dan emosional mereka. Ia berharap Sarwendah dapat lebih berhati-hati dalam bertutur kata, terutama ketika berinteraksi di depan publik. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi semua figur publik untuk selalu menjaga etika dan kesantunan dalam setiap perkataan dan tindakan mereka, demi menjaga citra baik diri sendiri serta melindungi perasaan orang-orang terdekat, terutama anak-anak yang masih membutuhkan bimbingan dan perlindungan.

