BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Polda Metro Jaya terus menunjukkan komitmennya dalam mengungkap tuntas dugaan kasus penipuan perjalanan umrah yang melibatkan Hanania Group. Upaya penyelidikan yang mendalam telah dilakukan, mencakup pemeriksaan terhadap berbagai pihak, termasuk sejumlah influencer dan figur publik yang diketahui memiliki rekam jejak kerja sama dengan agen perjalanan tersebut. Kompol Andaru Rahutomo, Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, memberikan keterangan terkini mengenai perkembangan kasus ini, menggarisbawahi bahwa penanganan perkara kini berada di bawah kendali Subdit Kamneg Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Menurut data yang dipaparkan oleh Kompol Andaru, hingga saat ini, tim penyidik telah berhasil memeriksa sebanyak 140 orang saksi. Rinciannya, 122 saksi adalah korban langsung dari dugaan penipuan, sementara sisanya merupakan saksi peristiwa yang dianggap relevan dengan jalannya kasus. Jumlah korban yang teridentifikasi mencapai 337 jamaah, yang mana seluruh keterangan mereka telah berhasil dihimpun oleh tim penyidik. Ini menunjukkan skala kasus yang cukup signifikan dan berdampak luas pada calon jamaah umrah.
Dalam konteks kerja sama promosi, banyak influencer dan artis yang menyatakan bahwa mereka menerima fasilitas perjalanan umrah secara gratis dari Hanania Travel. Kompol Andaru menjelaskan lebih lanjut mengenai modus operandi ini. "Beberapa menyampaikan kepada penyidik bahwa mereka diberikan fasilitas umrah oleh Hanania Travel. Jadi kerjasama dalam bentuk Hanania Travel memberikan umrah kepada para influencer, kemudian para influencer menghadiri umrah itu secara gratis karena tadi fasilitas tadi ya, kemudian para influencer memberikan tanggapan momennya, meng-upload itu ke dalam sosial medianya sebagai exposure," ungkapnya. Hal ini mengindikasikan adanya potensi penyalahgunaan pengaruh media sosial untuk menarik korban.
Polda Metro Jaya mengkonfirmasi bahwa proses pemeriksaan terhadap influencer masih terus berlanjut dan belum mencapai titik akhir. Hingga kini, enam influencer telah diperiksa. Namun, daftar ini akan terus bertambah, mengingat masih ada sembilan influencer lain yang dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan dalam waktu dekat. Pihak kepolisian menegaskan bahwa jika ada saksi lain yang memiliki informasi terkait kasus ini, keterangan mereka akan tetap diminta. Dinamika perkembangan kasus ini sangat mungkin terjadi, seiring dengan munculnya informasi baru dari berbagai sumber.
Menyoroti agenda pemeriksaan hari ini, Jumat, 12 Juni 2026, lima influencer yang sebelumnya mengajukan penjadwalan ulang akan dimintai keterangan. Kelima influencer tersebut adalah RD, CN, SG, DA, dan AJ. Penjadwalan ulang ini merupakan imbas dari kendala yang mereka alami pada jadwal pemeriksaan awal yang seharusnya dilaksanakan pada hari Senin sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya upaya dari pihak kepolisian untuk tetap memfasilitasi proses pemeriksaan meskipun ada penyesuaian jadwal dari para saksi.
Sebelumnya, pada hari Senin, 8 Juni 2026, tim penyidik telah memanggil dan memeriksa seorang influencer berinisial KA. Pemeriksaan terhadap KA berlangsung cukup panjang, dimulai pukul 10.00 pagi hingga pukul 16.00 sore, dengan total 28 pertanyaan diajukan. Ini mengindikasikan bahwa penyidik berusaha menggali informasi secara komprehensif dari setiap saksi yang diperiksa.
Selanjutnya, pada hari Rabu, 10 Juni 2026, giliran tiga influencer lain yang menjalani pemeriksaan, yaitu Muhammad Thariq Halilintar (MTA), Aaliyah Massaid (AM), dan Anwar Sanjaya (AS). Kehadiran mereka menjadi penting untuk mengklarifikasi peran dan keterlibatan mereka dalam promosi Hanania Group.
Salah satu perkembangan menarik datang dari Anwar BAB (AS). Menurut Kompol Andaru, Anwar menunjukkan inisiatif untuk mengembalikan sejumlah uang yang diterimanya dari Hanania Group. Ia mengakui telah menerima uang saku sebesar Rp30 juta dan secara sukarela mengembalikannya kepada penyidik. Uang tersebut kini telah disita oleh penyidik sebagai bagian dari bukti dalam kasus ini. Tindakan ini bisa menjadi indikasi penyesalan atau upaya kooperatif dari pihak yang bersangkutan.
Sementara itu, terdapat dua influencer yang tidak memenuhi panggilan pemeriksaan dan juga tidak memberikan konfirmasi apapun kepada penyidik, yaitu saudari KN dan saudara FBI. Ketidakhadiran mereka tanpa alasan yang jelas membuat penyidik mengambil langkah tegas. Pihak kepolisian akan menerbitkan panggilan kedua kepada kedua saksi tersebut. Jika panggilan kedua juga tidak diindahkan, maka akan ada konsekuensi hukum lebih lanjut yang mungkin dihadapi oleh KN dan FBI.
Meskipun ada beberapa kendala, banyak influencer yang menunjukkan itikad baik dengan mengajukan penjadwalan ulang pemeriksaan ketika mereka berhalangan hadir sesuai jadwal yang ditentukan. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran akan pentingnya memberikan keterangan dan bekerja sama dengan pihak kepolisian.
Pada hari Kamis, 11 Juni 2026, tim penyidik kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua figur publik lain, yaitu artis Praz Teguh dan Paula Verhoeven. Menariknya, Paula Verhoeven, yang semula dijadwalkan untuk diperiksa pada hari Jumat, 12 Juni 2026, justru meminta agar jadwal pemeriksaannya dimajukan. Permintaan ini menunjukkan keseriusan dan keinginan Paula untuk segera memberikan klarifikasi terkait kasus ini.
Inti dari seluruh rangkaian pemeriksaan yang dilakukan terhadap para influencer dan artis ini adalah untuk menggali informasi lebih dalam mengenai kerja sama promosi yang pernah mereka jalin dengan Hanania Travel. Kompol Andaru menegaskan, "Pada intinya pemeriksaan menyangkut pada peristiwa yang dialami yang ada hubungannya dengan Hanania Travel yang ada hubungannya dengan proses endorsement yang terjadi." Penyidik berupaya memetakan sejauh mana keterlibatan mereka, apakah hanya sebatas kerjasama promosi semata, atau ada unsur lain yang perlu didalami.
Kasus Hanania Group ini terus bergulir, dan pemeriksaan terhadap para public figure ini menjadi salah satu kunci penting untuk membuka tabir dugaan penipuan yang merugikan banyak calon jamaah umrah. Polda Metro Jaya memastikan bahwa proses hukum akan terus berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku, demi tercapainya keadilan bagi seluruh korban. Pengumpulan bukti dan keterangan saksi menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini, dengan harapan dapat segera menghadirkan pelaku utama ke pengadilan dan memulihkan kerugian para korban. Perkembangan lebih lanjut dari kasus ini akan terus diinformasikan seiring dengan berjalannya proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

