0

Perhiasan Sandra Dewi Dilelang Kejaksaan Laris Manis

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI sukses menggelar BPA Fair 2026 yang tidak hanya menampilkan berbagai barang rampasan mewah, tetapi juga mencatatkan rekor lelang yang luar biasa. Sesi pertama lelang, yang memfokuskan pada sejumlah perhiasan emas, logam mulia, dan barang mewah lainnya yang merupakan sitaan dari terpidana kasus tata kelola timah, Harvey Moeis, terbukti sangat diminati oleh para kolektor dan investor. Keistimewaan lelang ini semakin terasa dengan adanya perhiasan yang diidentifikasi sebagai milik istri Harvey Moeis, Sandra Dewi, yang seluruhnya laku terjual dengan nilai yang jauh melampaui harga limit yang ditetapkan.

Dalam gelaran akbar ini, BPA memamerkan koleksi barang rampasan yang mencengangkan, tak terkecuali puluhan tas mewah dari merek-merek ternama seperti Hermes, Dior, Chanel, dan Louis Vuitton. Selain itu, tak sedikit pula perhiasan berharga yang turut diperlihatkan, yang sebagian besar merupakan pemberian Harvey Moeis kepada istrinya, Sandra Dewi. Kehadiran perhiasan Sandra Dewi ini sontak menarik perhatian publik dan para peserta lelang, menambah nilai prestise dan daya tarik acara.

Juru lelang membuka sesi pertama pada pukul 11.00 WIB dengan total 21 lot yang siap diperdagangkan. Meskipun demikian, karena keterbatasan layar monitor yang digunakan untuk menampilkan item lelang kepada pengunjung, hanya enam lot yang dapat ditampilkan secara visual. Namun, hal ini tidak mengurangi antusiasme para peserta yang hadir.

"Sesi pertama kita mulai di jam 11.00, total ada 21 lot. Cuma karena keterbatasan layar, mungkin yang bisa kita tampilkan di layar monitor utama ada 6 lot," ujar juru lelang dengan optimis di tengah keramaian BPA Fair 2026 yang bertempat di Gedung Kantor Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, Kebagusan, Jakarta Selatan, pada hari Kamis, 21 Mei 2026.

Lot pertama yang diperkenalkan adalah sebuah gelang emas 18 karat dengan kode identifikasi KRV054. Barang mewah ini dibuka dengan harga limit yang cukup fantastis, yaitu Rp25.626.000. Namun, dalam hitungan menit, gelang tersebut berhasil menarik tawaran yang menggiurkan dan akhirnya laku terjual pada angka Rp30.626.000. Ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar Rp5 juta dari harga pembukaan, menandakan tingginya minat terhadap perhiasan ini.

"Nilai limit, nilai penawaran terendah kita buka di angka Rp25.626.000. Laku terjual hari ini di angka Rp30.626.000. Ada kenaikan Rp5 juta dari harga limit," jelas juru lelang dengan senyum puas, mengumumkan keberhasilan lot pertama.

Selanjutnya, perhatian beralih pada lot kedua, yaitu sebuah kalung emas 17 karat dengan kode lot BPXZGO. Kalung yang elegan ini dibuka dengan harga limit Rp9.599.000 dan tak kalah saing, berhasil terjual pada angka Rp12.599.000. Kenaikan sebesar Rp3 juta ini semakin mengukuhkan bahwa perhiasan yang memiliki sejarah dan berasal dari kalangan terkemuka selalu memiliki daya tarik tersendiri di pasar lelang.

"Kita lanjut lot kedua yaitu kalung emas 17 karat dengan kode lot BPXZGO. Dengan nilai limit Rp9.599.000. Laku terjual sebesar Rp12.599.000," tambahnya, melanjutkan rekam jejak kesuksesan lelang hari itu.

Lot berikutnya yang turut mencuri perhatian adalah paket perhiasan dengan kode lot 02J3WA. Paket yang terdiri dari berbagai item perhiasan ini dibuka dengan harga Rp47.840.000. Sama seperti lot-lot sebelumnya, paket perhiasan ini juga laris manis dan berhasil terjual dengan harga Rp56.840.000, melampaui harga limit yang telah ditetapkan. Meskipun juru lelang sempat berseloroh mengenai peminat yang mungkin terlihat sepi, namun kenyataannya semua barang yang ditawarkan tetap laku terjual.

"Kayaknya sepi nih peminatnya nih, tapi apa pun yang terjadi, yang penting laku terjual," ujar juru lelang dengan nada bercanda, namun diakhiri dengan kelegaan melihat hasil lelang yang positif.

Tak hanya perhiasan, logam mulia juga menjadi primadona dalam lelang kali ini. Sebuah batangan logam mulia seberat 100 gram dengan kode lot QGJK1N menjadi rebutan sengit para peserta lelang. Barang berharga ini dibuka dengan harga limit Rp275.399.000, namun dalam persaingan yang ketat, akhirnya berpindah tangan dengan harga Rp300.399.000. Selisih Rp25 juta dari harga limit menunjukkan betapa tingginya nilai investasi pada logam mulia, terutama yang memiliki asal-usul yang jelas dan terjamin.

"Sementara itu, paket logam mulia dengan kode 271LEU dibuka dengan harga limit Rp262.668.000 dan terjual Rp273.668.000," imbuh juru lelang, menginformasikan keberhasilan penjualan paket logam mulia lainnya.

Lot terakhir yang ditampilkan pada sesi pertama ini adalah sebuah gelang emas yang memiliki kode TW2RND. Gelang emas ini menjadi penutup yang spektakuler, dibuka dengan harga limit Rp58.410.000. Namun, animo peserta yang luar biasa membuat gelang ini terjual dengan harga fantastis Rp77.410.000. Kenaikan harga yang mencapai Rp19 juta dari harga awal ini mengindikasikan bahwa gelang tersebut kemungkinan merupakan item edisi terbatas atau memiliki nilai koleksi yang sangat tinggi.

"Kayaknya perhiasannya seri terbatas ini gelang emasnya nih makanya berebut sampai naik signifikan," komentar juru lelang, mengomentari lonjakan harga yang terjadi.

Sebagai konfirmasi, juru lelang menegaskan bahwa seluruh 21 lot yang ditawarkan pada sesi pertama lelang ini telah habis terjual tanpa terkecuali. Meskipun demikian, sesi pertama harus ditutup lebih awal untuk memberikan waktu bagi panitia dalam mempersiapkan sesi lelang berikutnya yang juga diprediksi akan sangat menarik.

"Insyaallah 21 lot hari ini kita tadi udah lakukan cek, laku terjual semua. Cuma mengingat keterbatasan waktu karena kita harus siapin yang sesi kedua, kita cukupkan sesi pertama," tegas juru lelang, mengakhiri sesi pertama dengan catatan keberhasilan yang gemilang.

Perlu diketahui, nama Sandra Dewi memang menjadi sorotan publik dalam kasus dugaan mega korupsi tata niaga komoditas timah yang melibatkan PT Timah Tbk periode 2015-2022. Suaminya, Harvey Moeis, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Sandra Dewi sendiri sempat dipanggil dan diperiksa oleh pihak berwenang sebagai saksi, terkait dugaan aliran dana serta kepemilikan aset mewah yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan oleh suaminya. Lelang perhiasannya ini menjadi salah satu bukti nyata dari penyitaan aset yang dilakukan oleh negara sebagai bagian dari upaya pemulihan kerugian negara.

Antusiasme para pembeli dalam lelang ini tidak hanya menunjukkan minat terhadap barang-barang mewah itu sendiri, tetapi juga menjadi indikator bahwa barang-barang rampasan negara yang memiliki nilai historis atau berasal dari figur publik memiliki daya tarik tersendiri di pasar lelang. Keberhasilan lelang ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya pemulihan aset negara dan memberikan sinyal kuat bagi para pelaku kejahatan ekonomi bahwa aset hasil kejahatan tidak akan dapat dinikmati.