0

Penjualan Mobil PHEV Mei 2026 Turun Tipis, Namun Pasar Tumbuh Pesat 416,1 Persen, Chery Tiggo 8 CSH Masih Merajai Pasar

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Di tengah dinamika pasar otomotif yang terus berkembang, segmen mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicles (PHEV) di Indonesia menunjukkan tren yang menarik di bulan Mei 2026. Meskipun tercatat mengalami sedikit penurunan penjualan wholesales sebesar 10 persen dibandingkan bulan sebelumnya, performa pasar PHEV secara tahunan justru melonjak tajam hingga 416,1 persen, menandakan potensi besar dan penerimaan pasar yang semakin positif terhadap teknologi elektrifikasi yang satu ini. Data wholesales yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan distribusi sebanyak 512 unit mobil PHEV sepanjang Mei 2026, sedikit terkoreksi dari angka 569 unit pada bulan April 2026.

Namun, penurunan bulanan ini tidak serta merta mencerminkan kondisi pasar yang lesu. Justru sebaliknya, jika kita melihat data performa penjualan secara tahunan, mobil PHEV telah menjelma menjadi primadona baru di kalangan konsumen Indonesia. Kenaikan yang impresif sebesar 416,1 persen ini menjadi bukti nyata betapa segmen ini semakin diminati. Sebagai perbandingan, pada periode Januari hingga Mei tahun sebelumnya (2025), total mobil PHEV yang terdistribusi hanya mencapai 504 unit. Sementara itu, di periode yang sama tahun 2026, angka wholesales kendaraan ramah lingkungan ini telah menembus angka signifikan, yaitu 2.601 unit. Pertumbuhan eksponensial ini mengindikasikan bahwa masyarakat semakin sadar akan manfaat teknologi PHEV, baik dari sisi efisiensi bahan bakar, pengurangan emisi, maupun pengalaman berkendara yang lebih modern.

Dominasi pasar di segmen PHEV pada Mei 2026 masih kokoh dipegang oleh pabrikan asal China, yang berhasil menawarkan produk dengan kombinasi fitur menarik dan harga kompetitif. Merek Chery, dengan lini SUV andalannya, kembali membuktikan kekuatannya. Chery Tiggo 8 CSH berhasil menduduki posisi teratas sebagai model PHEV terlaris dengan distribusi mencapai 234 unit. Di posisi kedua, sang kakak, Chery Tiggo 9 CSH, juga mencatatkan performa yang solid dengan 77 unit terdistribusi. Kehadiran Chery yang konsisten dalam menawarkan produk PHEV berkualitas menjadi salah satu faktor utama dalam menguasai pasar ini.

Tidak hanya Chery, merek Wuling juga mulai menunjukkan tajinya di segmen yang semakin kompetitif ini. Wuling Eksion PHEV berhasil melesat ke posisi ketiga dalam daftar mobil PHEV terlaris, mengamankan 65 unit distribusinya. Kehadiran Wuling Eksion PHEV memberikan pilihan tambahan yang menarik bagi konsumen yang mencari kendaraan PHEV dengan desain modern dan fitur-fitur canggih. Sementara itu, Wuling Darion PHEV melengkapi dominasi Wuling di lima besar, dengan raihan 41 unit. Ini menunjukkan bahwa Wuling serius dalam menggarap pasar PHEV di Indonesia dan mulai mendapatkan respons positif dari konsumen.

Pasar PHEV diprediksi akan semakin bergairah dengan masuknya pemain baru yang potensial. BYD, produsen kendaraan listrik terkemuka asal China, juga mulai merambah pasar Indonesia dengan model M6 DM. Meskipun distribusinya baru dimulai pada bulan Juni 2026 dan datanya belum masuk dalam laporan wholesales Gaikindo Mei 2026, kehadiran BYD diprediksi akan semakin memanaskan persaingan di segmen ini. BYD dikenal dengan teknologi baterai dan elektrifikasi yang mumpuni, sehingga kehadirannya diharapkan dapat membawa inovasi baru dan pilihan yang lebih beragam bagi konsumen.

Bagi konsumen yang penasaran model ramah lingkungan mana saja yang paling diburu sepanjang bulan Mei 2026, berikut adalah daftar lengkap mobil PHEV terlaris di Indonesia berdasarkan data wholesales Gaikindo:

  1. Chery Tiggo 8 CSH: 234 unit. Model ini terus menjadi pilihan utama konsumen PHEV berkat kombinasi performa, fitur, dan harga yang ditawarkan. Desain SUV yang tangguh dan ruang kabin yang luas menjadi daya tarik tersendiri. Teknologi plug-in hybrid pada Tiggo 8 CSH memungkinkan pengendara untuk merasakan efisiensi bahan bakar yang optimal serta kemampuan berkendara jarak jauh dengan mode listrik murni. Keberhasilan model ini menunjukkan bahwa pasar Indonesia semakin terbuka terhadap kendaraan berteknologi Tiongkok yang semakin berkualitas.

  2. Chery Tiggo 9 CSH: 77 unit. Sebagai "kakak" dari Tiggo 8 CSH, Tiggo 9 CSH menawarkan dimensi yang lebih besar dan fitur yang lebih premium. Model ini ditujukan bagi konsumen yang menginginkan SUV PHEV yang lebih mewah dan lapang. Kombinasi mesin bensin dan motor listrik pada Tiggo 9 CSH memberikan keseimbangan antara tenaga yang dihasilkan dan efisiensi konsumsi bahan bakar. Posisi kedua yang solid menunjukkan bahwa Chery berhasil menciptakan daya tarik di berbagai segmen SUV PHEV.

  3. Wuling Eksion PHEV: 65 unit. Kehadiran Wuling Eksion PHEV di posisi ketiga merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Model ini menawarkan gaya yang modern, teknologi yang relevan, dan harga yang kompetitif. Wuling telah dikenal sebagai merek yang mampu menghadirkan kendaraan dengan nilai terbaik bagi konsumen Indonesia, dan Eksion PHEV sepertinya melanjutkan tren tersebut. Penggunaan mode listrik pada kecepatan rendah dan saat berkendara di perkotaan dapat memberikan pengalaman berkendara yang senyap dan hemat.

  4. Jaecoo J8 SHS: 50 unit. Jaecoo, merek lain dari China, juga mulai menunjukkan taringnya di pasar PHEV. J8 SHS menawarkan desain yang lebih gagah dan futuristik, cocok bagi konsumen yang mencari SUV premium dengan sentuhan sporty. Fitur-fitur keselamatan dan kenyamanan yang disematkan pada J8 SHS menjadikannya pilihan menarik di kelasnya. Kehadiran Jaecoo J8 SHS semakin memperkaya pilihan konsumen dalam mencari SUV PHEV yang sesuai dengan preferensi mereka.

  5. Wuling Darion PHEV: 41 unit. Melengkapi kehadiran Wuling di lima besar, Darion PHEV menawarkan solusi mobilitas PHEV yang fungsional dan efisien. Model ini kemungkinan menargetkan segmen konsumen yang membutuhkan kendaraan PHEV yang praktis untuk penggunaan sehari-hari. Kombinasi antara motor listrik dan mesin konvensional pada Darion PHEV memberikan fleksibilitas penggunaan, baik untuk perjalanan singkat dengan mode listrik maupun perjalanan jarak jauh dengan efisiensi yang lebih baik.

  6. Geely Starray EM-i: 23 unit. Geely, sebagai salah satu pemain otomotif global, turut meramaikan pasar PHEV dengan Starray EM-i. Model ini menawarkan desain yang elegan dan teknologi yang terintegrasi dengan baik. Sistem hybrid yang diusungnya dirancang untuk memberikan efisiensi bahan bakar yang optimal tanpa mengorbankan performa. Penjualan 23 unit menunjukkan bahwa Geely Starray EM-i mulai mendapatkan tempat di hati konsumen Indonesia yang mencari kendaraan PHEV dengan sentuhan premium.

  7. Mazda CX-80 PHEV: 10 unit. Kehadiran Mazda CX-80 PHEV di daftar ini menunjukkan bahwa merek Jepang pun mulai serius menawarkan teknologi PHEV di pasar Indonesia. Mazda dikenal dengan filosofi desain Kodo dan Jinba-Ittai (kesatuan antara mobil dan pengemudi), dan CX-80 PHEV diharapkan dapat memberikan pengalaman berkendara yang sporty dan dinamis. Meskipun penjualannya masih dalam skala kecil, ini menandakan awal dari penetrasi Mazda di segmen kendaraan ramah lingkungan yang lebih luas.

  8. Lexus RX 450h+: 9 unit. Sebagai merek premium dari Toyota, Lexus RX 450h+ hadir untuk memanjakan konsumen yang menginginkan kemewahan, performa, dan efisiensi dalam satu paket. Model ini menggunakan teknologi hybrid canggih yang menghasilkan performa impresif sekaligus efisiensi bahan bakar yang luar biasa. Penjualan 9 unit menunjukkan bahwa pasar PHEV mewah juga mulai terbentuk di Indonesia, meskipun masih dalam skala yang lebih kecil.

  9. Jaecoo J7 SHS: 3 unit. Melengkapi kehadiran Jaecoo, J7 SHS menawarkan alternatif SUV PHEV yang lebih ringkas. Model ini mungkin ditujukan bagi konsumen yang menginginkan kendaraan PHEV dengan gaya yang sporty namun lebih kompak. Meskipun penjualannya masih sangat kecil, kehadiran Jaecoo J7 SHS menunjukkan upaya Jaecoo untuk menjangkau berbagai segmen pasar PHEV di Indonesia.

Secara keseluruhan, data penjualan PHEV Mei 2026 menggambarkan sebuah pasar yang sedang bertumbuh pesat, meskipun diwarnai sedikit koreksi bulanan. Pertumbuhan tahunan yang signifikan menunjukkan bahwa teknologi PHEV semakin diterima oleh masyarakat Indonesia. Dominasi pabrikan China, terutama Chery dan Wuling, menegaskan strategi mereka dalam menawarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pasar lokal. Masuknya pemain baru seperti BYD dan partisipasi merek-merek yang sudah mapan seperti Mazda dan Lexus, menandakan bahwa segmen PHEV di Indonesia memiliki prospek yang cerah dan akan terus berkembang di masa mendatang. Konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan untuk beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan tanpa harus mengorbankan performa dan kepraktisan. Perkembangan ini juga sejalan dengan upaya global untuk mengurangi emisi karbon dan mendorong mobilitas berkelanjutan.